Negara Tetangga Indonesia di Ambang Kekacauan, Potensi Kudeta Militer Mencuat

M Nurhadi

Senin, 01 September 2025 | 19:11 WIB
Negara Tetangga Indonesia di Ambang Kekacauan, Potensi Kudeta Militer Mencuat
Bendera Thailand berkibar - Ilustrasi eskalasi ketegangan politik di Thailand [Unsplash/Markus Winkler]

Ancaman Kudeta Militer Mengintai

Kurlantzick juga memperingatkan bahwa kelemahan politik yang terjadi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kudeta militer.

Thailand memiliki sejarah panjang kudeta, yang terjadi pada tahun 2006 dan 2014. Kudeta 2006 menggulingkan ayah Paetongtarn, Thaksin Shinawatra, sementara kudeta 2014 terjadi setelah Mahkamah Konstitusi mencopot saudara perempuannya, Yingluck Shinawatra.

Menurut Kurlantzick, jika parlemen bubar dan pemilu kilat diadakan, militer dan istana tidak menginginkannya.

"Dalam pemilu kilat yang bebas, Partai Bergerak Maju, yang progresif dan berdedikasi pada reformasi militer dan monarki, memiliki peluang sangat bagus untuk memenangkan mayoritas mutlak di Parlemen dan memilih Perdana Menteri. Itu akan menjadi bencana bagi militer dan istana," jelasnya.

Partai Bergerak Maju, di bawah pimpinan Pita Limjaroenrat, sebenarnya telah memenangkan kursi terbanyak dalam pemilu 2023, namun gagal membentuk pemerintahan.

Partai tersebut akhirnya dibubarkan oleh Mahkamah Konstitusi pada Agustus 2024 karena dianggap melanggar konstitusi dengan mengusulkan amandemen undang-undang lèse-majesté.

Kurlantzick menilai, "jika Parlemen runtuh, militer mungkin merasa tidak ada pilihan lain selain kudeta," dan menekankan bahwa ini adalah "kemungkinan yang sangat nyata."

Pandangan ini didukung oleh makalah dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), sebuah lembaga think tank di Washington.

baca juga

CSIS menyatakan bahwa militer, monarki, dan elite tradisional Thailand memandang demokrasi elektoral sebagai ancaman bagi kendali mereka. 

Laporan tersebut menambahkan, "mereka melihat diri mereka sebagai penjaga stabilitas nasional, sering kali memandang pemilih populis yang sebagian besar berada di pedesaan sebagai tidak siap untuk partisipasi politik yang terinformasi." 

Ketidakstabilan politik ini juga berpotensi memperburuk perekonomian Thailand. Saat ini, ekonomi negara tersebut tengah berjuang menghadapi tarif dari pemerintahan Trump dan menjadi salah satu pasar dengan kinerja terburuk di Asia. Indeks SET telah jatuh 11,7% sepanjang tahun ini.

Radhika Rao, ekonom senior di DBS Bank, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Thailand berada di "sisi yang lebih lambat," meskipun bank sentral masih diperkirakan akan memotong suku bunga untuk mendukung pertumbuhan.

Analis Nomura juga memproyeksikan pertumbuhan PDB hanya 1,8% untuk tahun 2025. Angka ini sejalan dengan perkiraan yang diturunkan oleh Bank Dunia pada Juli, yang memangkas proyeksi pertumbuhan Thailand menjadi 1,8% dari 2,9% sebelumnya.

Ketidakpastian politik dan pelemahan pertumbuhan ekonomi ini telah membuat analis Nomura memperkirakan kemungkinan penurunan peringkat kredit negara oleh Moody's dalam beberapa kuartal mendatang.

Moody's sendiri telah merevisi prospek peringkat Thailand menjadi negatif pada April lalu, dengan alasan ketidakpastian politik yang meningkat dan pertumbuhan yang terus melemah.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Rekomendasi Drama Thailand Tayang September 2025, Ada The Dark Dice

5 Rekomendasi Drama Thailand Tayang September 2025, Ada The Dark Dice

Your Say | Senin, 01 September 2025 | 13:46 WIB

Sadis! Sandy Walsh Cetak Gol, Mulai Unjuk Gigi Jadi Pemain Ganas di Liga Thailand

Sadis! Sandy Walsh Cetak Gol, Mulai Unjuk Gigi Jadi Pemain Ganas di Liga Thailand

Bola | Senin, 01 September 2025 | 05:49 WIB

120 Ribu Warga Mengungsi Akibat Konflik Kamboja-Thailand

120 Ribu Warga Mengungsi Akibat Konflik Kamboja-Thailand

Foto | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 11:00 WIB

Rachaphon Hadir di Bogor, Suguhkan Cita Rasa Thailand Autentik yang Pas di Lidah Indonesia

Rachaphon Hadir di Bogor, Suguhkan Cita Rasa Thailand Autentik yang Pas di Lidah Indonesia

Lifestyle | Kamis, 28 Agustus 2025 | 19:50 WIB

Sinopsis The Ideal City, Drama Terbaru Kem Hussawee dan Pinkploy Paparwadee

Sinopsis The Ideal City, Drama Terbaru Kem Hussawee dan Pinkploy Paparwadee

Your Say | Kamis, 28 Agustus 2025 | 13:48 WIB

6 Rekomendasi Drama Thailand yang Tayang Agustus 2025, Ada Eyes of Heaven

6 Rekomendasi Drama Thailand yang Tayang Agustus 2025, Ada Eyes of Heaven

Your Say | Rabu, 27 Agustus 2025 | 09:29 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×