YLBHI Sebut Perintah Prabowo Bikin Demo Berdarah: 10 Tewas, 3.337 Ditangkap

Erick Tanjung, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 03 September 2025 | 14:24 WIB
YLBHI Sebut Perintah Prabowo Bikin Demo Berdarah: 10 Tewas, 3.337 Ditangkap
Aksi unjuk rasa massa bentrok dengan aparat di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) merilis data korban buntut dari gelombang aksi unjuk rasa yang melanda 20 kota di Indonesia. Mereka mencatat ada 10 orang meninggal dunia, 1.042 luka-luka, dan 3.337 orang ditangkap dalam periode 25-31 Agustus 2025.

YLBHI menyebut eskalasi kekerasan dan brutalitas aparat di lapangan adalah imbas langsung dari perintah Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri yang dinilai represif.

Wakil Ketua YLBHI, Arif Maulana, membeberkan hasil rekapitulasi data yang mereka kumpulkan dari LBH di berbagai daerah. Angka yang tersaji menunjukkan betapa masifnya dampak dari rentetan aksi unjuk rasa pekan lalu.

"Di lapangan, intensitas represi aparat gabungan semakin brutal. Kami mengumpulkan data dari berbagai sumber," kata Arif dalam keterangan yang diterima Suara.com, Rabu (3/9/2025).

Data tersebut mencatat; 3.337 orang ditangkap, 1.042 orang luka-luka, dan 10 orang meninggal dunia.

Menurut YLBHI, di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, aparat tidak hanya menangkap massa aksi, tetapi juga melakukan penangkapan acak terhadap warga biasa yang disertai kekerasan.

Perintah Prabowo dan Kapolri Jadi Pemicu Brutalitas

YLBHI secara terang-terangan menunjuk hidung para petinggi negara sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas meningkatnya represi.

Menurut Arif, brutalitas aparat di lapangan meningkat drastis setelah pidato Presiden Prabowo yang memerintahkan tindakan tegas. Perintah ini, kata dia, ditindaklanjuti secara lebih ekstrem di level bawah.

baca juga

"Pernyataan Presiden Prabowo ditindaklanjuti Kapolri Listyo Sigit dengan perintah tembak massa aksi yang masuk ke kantor polisi," kata Arif.

Pelanggaran HAM, menurut YLBHI, tidak hanya terjadi di jalanan. Mereka juga menemukan adanya upaya sistematis untuk menghalangi akses bantuan hukum bagi para demonstran yang ditangkap di berbagai kota.

"Mirisnya, penangkapan sewenang-wenang dan kekerasan juga dialami oleh Pengacara Publik di Samarinda dan Manado yang sedang melakukan pemantauan aksi," tambah Arif.

Atas serangkaian temuan ini, YLBHI melayangkan ultimatum keras kepada pemerintah. Mereka menyoroti keterlibatan TNI dalam penanganan keamanan dalam negeri yang dinilai sangat berbahaya.

"Pernyataan (Menteri Pertahanan) ini menunjukkan keputusan keterlibatan tentara secara aktif dalam keamanan dalam negeri," kritik Arif.

Oleh karena itu, YLBHI mendesak:

  1. Mengutuk keras praktik kekerasan oleh aparat.
  2. Mengecam penangkapan sewenang-wenang.
  3. Mendesak Presiden Prabowo, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI untuk segera menarik tentara yang dilibatkan dalam penanganan demo.
  4. Mendesak Presiden dan Menhan untuk tidak lagi melibatkan TNI dalam operasi militer di luar perang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ferry Irwandi Mudah Lacak Dalang Kerusuhan Lewat Media Sosial, Ini Hasilnya

Ferry Irwandi Mudah Lacak Dalang Kerusuhan Lewat Media Sosial, Ini Hasilnya

Entertainment | Rabu, 03 September 2025 | 14:02 WIB

Rumah Uya Kuya Djarah: 10 Jadi Tersangka, Satu Pelaku Ternyata Anak di Bawah Umur

Rumah Uya Kuya Djarah: 10 Jadi Tersangka, Satu Pelaku Ternyata Anak di Bawah Umur

News | Rabu, 03 September 2025 | 14:02 WIB

Aktivis Singgung Keanehan di Balik Kematian Affan, Duga Adanya Cipta Kondisi untuk Memicu Kerusuhan

Aktivis Singgung Keanehan di Balik Kematian Affan, Duga Adanya Cipta Kondisi untuk Memicu Kerusuhan

News | Rabu, 03 September 2025 | 13:06 WIB

Terkini

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:33 WIB

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:26 WIB

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:05 WIB

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:49 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×