Elit Politik Miskin Etik, Ubedillah Badrun: Pejabat RI Harus Belajar dari Jepang

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Rabu, 03 September 2025 | 14:51 WIB
Elit Politik Miskin Etik, Ubedillah Badrun: Pejabat RI Harus Belajar dari Jepang
Massa dari berbabagai elemen masyarakat saat aksi unjuk rasa di depan Mako Brimob Polda Mtero Jaya, Kwitang, Jakarta, Jumat (29/8/2025). [Suaramcom/Alfian Winanto]

Suara.com - Respons dingin dan normatif pemerintah dalam menyikapi gelombang demonstrasi yang berujung ricuh menuai kritik pedas. Pengamat politik, Ubedillah Badrun, tanpa tedeng aling-aling menyebut para elite politik Indonesia 'miskin etik' dan meminta mereka untuk belajar dari para pejabat di Jepang.

Ubedillah secara khusus menuntut Kapolri dan jajarannya untuk menjadi yang pertama kali mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegagalan mengendalikan situasi.

Ubedillah Badrun menilai, alih-alih menjawab substansi tuntutan rakyat, para elite justru hanya sibuk berbicara soal stabilitas. Sikap ini adalah cerminan dari rendahnya standar moral.

"Menurut saya elite politik kita miskin etik ya. Saya kira para elit itu perlu belajar juga pada Jepang. Manusia Jepang tuh seperti manusia etik, bersalah sedikit saja itu langsung mundur," kata Ubedillah, dikutip dari tayangan podcast di kanal YouTube Abraham Samad, Rabu (3/9/2025).

Kapolri Harusnya Jadi yang Pertama Mundur

Ia pun menunjuk hidung siapa yang seharusnya paling bertanggung jawab atas chaos yang terjadi di jalanan. Menurutnya, kegagalan mengendalikan massa hingga berujung bentrok adalah tanggung jawab penuh dari pimpinan kepolisian.

"Kapolri tidak perlu menunggu diberhentikan oleh Presiden. Kalau dia punya etik yang kuat, dia menyatakan mundur dari jabatannya," tegas Ubedillah.

"Termasuk Kapolda (Metro Jaya) dan lain-lainlah elite kepolisian yang bertanggung jawab terhadap pengamanan. Karena mereka lah orang-orang yang bertanggung jawab dari peristiwa itu, tidak mampu untuk mengendalikan massa yang anarkis," tuturnya.

Menurut Ubedillah, langkah pengunduran diri dari para pejabat yang bertanggung jawab ini justru akan menjadi kunci untuk mendinginkan situasi. Setelah itu, pemerintah bisa fokus memenuhi tuntutan massa yang dinilainya masih sangat rasional.

baca juga

"Itu yang memungkinkan akan meredakan situasi. Jadi tunjangan dibatalkan. Kemudian rencana undang-undang KUHAP yang bermasalah segera dihilangkan. Kemudian Undang-Undang Perampasan Aset segera diundangkan dan seterusnya," tuturnya.

Pada akhirnya, Ubedillah memberikan peringatan keras. Jika para elite terus bersikap 'tuli' dan tidak mau menanggung konsekuensi etis atas kegagalan mereka, maka gelombang kekecewaan ini hanya akan terus menumpuk.

"Jadi tuntutannya rasional dan kalau itu semua dipenuhi, selesai. Tapi kalau tidak, itu meningkatkan akumulasi kemarahan publik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

YLBHI Sebut Perintah Prabowo Bikin Demo Berdarah: 10 Tewas, 3.337 Ditangkap

YLBHI Sebut Perintah Prabowo Bikin Demo Berdarah: 10 Tewas, 3.337 Ditangkap

News | Rabu, 03 September 2025 | 14:24 WIB

Mundur Terhormat atau Bertahan? Kapolri dan Sri Mulyani di Bawah Tekanan Publik

Mundur Terhormat atau Bertahan? Kapolri dan Sri Mulyani di Bawah Tekanan Publik

News | Rabu, 03 September 2025 | 12:26 WIB

Korban Jiwa Kerusuhan Capai 7 Orang, Kemensos Akan Beri Santunan Rp15 Juta per Orang

Korban Jiwa Kerusuhan Capai 7 Orang, Kemensos Akan Beri Santunan Rp15 Juta per Orang

News | Rabu, 03 September 2025 | 10:46 WIB

Terkini

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

×