FMN Aksi Anti Fasis di DPR, Tuntut Bebaskan 3.195 Demonstran Korban 'Razia Agustus'

Bernadette Sariyem | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Selasa, 09 September 2025 | 17:00 WIB
FMN Aksi Anti Fasis di DPR, Tuntut Bebaskan 3.195 Demonstran Korban 'Razia Agustus'
Ratusan mahasiswa yang didominasi oleh almamater jaket kuning Universitas Indonesia (UI) kembali turun ke jalan, kembali menggelar aksi massa di kompleks Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Selasa (9/9/2025) siang. [Suara.com/Bagaskara Isdiansyah]
Baca 10 detik
  • FMN menggelar aksi kampanye anti-fasis di depan gedung DPR RI.
  • Dimas menyebut 3.195 demonstran ditangkap pada periode 'razia agustus'.
  • Mereka meminta seluruh demonstran yang ditahan, dibebaskan tanpa syarat.

Suara.com - Front Mahasiswa Nasional atau FMN, menggelar aksi massa di depan gerbang gedung DPR RI, Selasa (9/9/2025), menuntut pembebasan ribuan demonstran yang ditangkap dan ditahan pada periode 'razia Agustus'.

Ketua Pimpinan Pusat FMN Symphati Dimas Rafi’i mengatakan, sedikitnya 3.195 demonstran ditangkap oleh polisi di seluruh Indonesia sejak gelombang aksi massa dimulai pada 25 Agustus hingga akhir bulan.

Karenanya pula, kata dia, FMN secara terbuka menuding pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai rezim 'fasis dan anti-demokrasi'.

Dia mengatakan, pemerintah seharusnya cepat merespons seluruh tuntutan rakyat dalam demonstrasi yang dilakukan sepanjang pekan terakhir Agustus.

Namun, kata dia, yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah melakukan represi sistematis oleh aparat kepolisian dan militer.

Ketua PP FMN Symphati Dimas Rafi'i saat berorasi dalam aksi massa di depan gerbang gedung DPR RI, Selasa (9/9/2025). [dokumentasi]
Ketua PP FMN Symphati Dimas Rafi'i saat berorasi dalam aksi massa di depan gerbang gedung DPR RI, Selasa (9/9/2025). [dokumentasi]

Pemicu utamanya, menurut Dimas, adalah pidato Presiden Prabowo pada Minggu (31/8) yang memberi instruksi untuk "menindak tegas" para demonstran dengan melabeli mereka sebagai pelaku terorisme dan makar.

"Setelah pidato Prabowo, tindakan represif, intimidasi, dan penangkapan meningkat secara signifikan dengan intensitas tinggi," kata dia, di sela-sela aksi.

Ia secara spesifik menyoroti sejumlah insiden sebagai bukti brutalitas aparat.

Salah satunya adalah penangkapan Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, pada 1 September 2025 di Jakarta.

Delpedro dijerat dengan tuduhan provokasi dan pelanggaran UU ITE, langkah yang FMN anggap sebagai upaya pembungkaman suara kritis dan penghancuran demokrasi.

Front Mahasiswa Nasional atau FMN menggelar aksi kampanye 'anti-fasis' di depan gedung DPR RI, Selasa (9/9/2025), menuntut pemenuhan seluruh tuntutan rakat serta pembebasan ribuan demonstran yang ditahan. [dokumentasi]
Front Mahasiswa Nasional atau FMN menggelar aksi kampanye 'anti-fasis' di depan gedung DPR RI, Selasa (9/9/2025), menuntut pemenuhan seluruh tuntutan rakat serta pembebasan ribuan demonstran yang ditahan. [dokumentasi]

Selain di Jakarta, terdapat aksi teror dan kekerasan terhadap massa aksi di lingkungan kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) yang menyebabkan belasan mahasiswa luka-luka.

"Delpedro Marhaen adalah satu dari 3.195 orang yang ditangkap. Ribuan orang yang ditahan ini mengalami kesulitan mendapatkan hak bantuan hukum, akibat dihalang-halangi oleh personel dan birokrasi Polri," kata Dimas.

Atas dasar rentetan peristiwa ini, FMN tidak ragu menyematkan label fasis kepada pemerintahan saat ini.

Mereka menyerukan perlawanan yang lebih luas dan terorganisasi, mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari buruh, mahasiswa, intelektual, hingga petani—untuk memperhebat kampanye anti-fasisme.

Berikut 4 tuntutan utama aksi FMN di DPR:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahasiswa UI Kembali 'Kepung' DPR, Tagih Janji Realisasi 17+8 Tuntutan Rakyat

Mahasiswa UI Kembali 'Kepung' DPR, Tagih Janji Realisasi 17+8 Tuntutan Rakyat

News | Selasa, 09 September 2025 | 16:12 WIB

Waspada Adu Domba, Ernest Prakasa Ingatkan Rakyat Tetap Kompak Kawal Tuntutan 17+8

Waspada Adu Domba, Ernest Prakasa Ingatkan Rakyat Tetap Kompak Kawal Tuntutan 17+8

Entertainment | Selasa, 09 September 2025 | 14:43 WIB

Belum Sehari Jadi Menteri, Menkeu Purbaya Sudah Bikin Kontroversi Soal 17+8, Auto Banjir Kritikan

Belum Sehari Jadi Menteri, Menkeu Purbaya Sudah Bikin Kontroversi Soal 17+8, Auto Banjir Kritikan

News | Selasa, 09 September 2025 | 11:58 WIB

Menagih Kembali Tuntutan Rakyat 17+8, Sudah Sejauh Mana?

Menagih Kembali Tuntutan Rakyat 17+8, Sudah Sejauh Mana?

Your Say | Selasa, 09 September 2025 | 11:11 WIB

Pandji Pragiwaksono Blak-blakan Skakmat Menkeu Baru Purbaya: Yang Gini-gini Bikin Orang Demo!

Pandji Pragiwaksono Blak-blakan Skakmat Menkeu Baru Purbaya: Yang Gini-gini Bikin Orang Demo!

Entertainment | Selasa, 09 September 2025 | 10:27 WIB

Ucapan Nyelekit Menkeu Purbaya Bikin Joko Anwar Syok, Publik Ikut Geram: Kata-katamu Setajam Silet!

Ucapan Nyelekit Menkeu Purbaya Bikin Joko Anwar Syok, Publik Ikut Geram: Kata-katamu Setajam Silet!

Entertainment | Selasa, 09 September 2025 | 10:02 WIB

Terkini

Heboh Fenomena Tentara Korsel: Latihan Militer No, Operasi Plastik Yes

Heboh Fenomena Tentara Korsel: Latihan Militer No, Operasi Plastik Yes

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:11 WIB

Tim Advokasi Khawatir Ada Upaya Damai dalam Kasus Tragis PRT Benhil

Tim Advokasi Khawatir Ada Upaya Damai dalam Kasus Tragis PRT Benhil

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:06 WIB

Ketakutan Penjaga Perlintasan Rel Liar Usai Tragedi Bekasi: Kami Juga Tak Mau Celakakan Orang!

Ketakutan Penjaga Perlintasan Rel Liar Usai Tragedi Bekasi: Kami Juga Tak Mau Celakakan Orang!

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:04 WIB

Nadiem Jadi Tahanan Rumah, Kejagung Siapkan Pengawasan 24 Jam dan Gelang Elektronik

Nadiem Jadi Tahanan Rumah, Kejagung Siapkan Pengawasan 24 Jam dan Gelang Elektronik

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:58 WIB

Targetkan 500 Ribu Lulusan SMK Kerja di LN, Cak Imin Prioritaskan Siswa dari Keluarga Miskin

Targetkan 500 Ribu Lulusan SMK Kerja di LN, Cak Imin Prioritaskan Siswa dari Keluarga Miskin

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:48 WIB

23 Selamat, 14 Hilang! Drama Mencekam Pekerja Migran Indonesia di Laut Malaysia

23 Selamat, 14 Hilang! Drama Mencekam Pekerja Migran Indonesia di Laut Malaysia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:37 WIB

Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Gas Jerman, Ancaman Krisis Energi Menghantui Warga Eropa

Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Gas Jerman, Ancaman Krisis Energi Menghantui Warga Eropa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:26 WIB

Melanggar Perda, Satpol PP DKI Siap Sikat Lapak Hewan Kurban di Trotoar

Melanggar Perda, Satpol PP DKI Siap Sikat Lapak Hewan Kurban di Trotoar

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:23 WIB

NHM Kerahkan Tim Darurat, Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Berhasil Dievakuasi

NHM Kerahkan Tim Darurat, Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Berhasil Dievakuasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:17 WIB

Jejak Alumni Kamboja di Hayam Wuruk: Mengapa Jakarta Dipilih Jadi Basis Judol?

Jejak Alumni Kamboja di Hayam Wuruk: Mengapa Jakarta Dipilih Jadi Basis Judol?

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:15 WIB