Mahfud MD Tunjuk Hidung Biang Kerok Korupsi Para Menteri: Orang Luar yang Sok Berkuasa

Wakos Reza Gautama

Selasa, 09 September 2025 | 19:49 WIB
Mahfud MD Tunjuk Hidung Biang Kerok Korupsi Para Menteri: Orang Luar yang Sok Berkuasa
Mahfud MD beber biang kerok yang menjerumuskan para menteri ke jurang korupsi. [Youtube Mahfud MD Official]
Baca 10 detik
  • Mahfud MD soroti keberadaan staf khusus menteri
  • Menurutnya banyak menteri terjerumus korupsi karena ulah staf khususnya
  • Kewenangan staf khusus jangan melangkahi pejabat karier di kementerian

Suara.com - Sorotan tajam kembali menghantam lingkaran kekuasaan. Kali ini, mantan Menko Polhukam Mahfud MD dengan blak-blakan membongkar "penyakit kronis" yang kerap menjerumuskan para menteri ke lubang korupsi: ulah staf khusus!

Pernyataan Mahfud ini bukan isapan jempol, melainkan analisis tajam yang didasarkan pada pengalamannya bertahun-tahun mengamati dinamika birokrasi.

Menurut Mahfud, banyak menteri yang terjerat kasus rasuah lantaran terlalu percaya pada "orang luar" yang diangkat sebagai staf khusus. Mereka ini, kata Mahfud, kerap melewati jenjang birokrasi yang sudah ada, mulai dari eselon I, eselon II, hingga ke bawah.

"Eselon 1, eselon 2, eselon 3 sampai ke bawah dilewati sehingga bekerjanya dengan ini kebijakannya langsung ke bawah. Kan gak bagus juga," tegas Mahfud dikutip dari akun Youtube Mahfud MD Official.

Staf Khusus: Solusi atau Masalah Baru?

Mahfud mengakui bahwa kadang kala birokrasi memang terkesan lelet. Namun, ia menekankan bahwa masalah tersebut seharusnya diperbaiki, bukan malah "ditutup" dengan keberadaan orang luar yang justru berpotensi merusak sistem.

"Dan Anda tahu banyak orang masuk penjara tuh karena orang luar," tambahnya, merujuk pada beberapa kasus korupsi besar yang melibatkan staf khusus.

Ia mencontohkan kasus korupsi di Kementerian Agama (periode sebelumnya) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, di mana staf khusus menjadi dalang di balik tindakan korupsi atas nama menteri. Ini menunjukkan betapa rentannya posisi staf khusus jika tidak dikelola dengan benar.

Lebih lanjut, Mahfud menyoroti fenomena di mana staf khusus kerap membawa "gerbong" orang luar yang banyak, mengabaikan para birokrat yang sudah berkarir dari bawah dan mengerti seluk-beluk kementerian. Akibatnya, tak jarang Sekjen atau Dirjen di kementerian justru merasa dilewati begitu saja.

baca juga

"Saya kan, Menko ada loh Sekjen, Dirjen yang melapor, 'Pak, saya dilewati begitu saja gitu. Korupsi di sini, Pak. Di sini, di sini, di sini.' Lapor," ungkap Mahfud.

Hal ini menunjukkan adanya ketidakpuasan dan potensi konflik internal akibat terganggunya jalur birokrasi. Meskipun Mahfud tidak menampik kemungkinan birokrat juga berpotensi korupsi, ia menegaskan bahwa penempatan "orang luar" secara tidak tepat justru membuka celah baru.

Mahfud MD sendiri memiliki standar ketat dalam mengelola staf khususnya. Ia berkisah, saat menjabat, dirinya mengumpulkan para eselon I dan memperkenalkan staf khususnya.

"Saya perkenalkan satu-satu ini tidak boleh memerintah Anda. Ini tangan kanan saya khusus saya beri tugas untuk apa baru dia lapor ke saya," jelasnya.

Menurut Mahfud, staf khusus tidak boleh jalan sendiri dan mencampuri urusan struktural birokrasi. Meskipun secara kepres setara eselon I, staf khusus tidak diberi izin untuk memerintah para pejabat karir.

Mereka juga tidak boleh mewakili menteri untuk memberikan sambutan di acara-acara penting yang seharusnya menjadi ranah Dirjen atau Sekjen.

"Lah staf khusus nih siapa dia kan pembantu sebenarnya lebih personal ke menteri sehari-hari saya perlu apa sih," tukasnya.

Peringatan keras Mahfud adalah tentang bahaya staf khusus yang "merasa hebat" dan menggunakan posisi mereka untuk bicara ke daerah-daerah atau mencampuri urusan yang bukan wewenangnya.

"Staf khusus tuh merasa hebat tuh saya eselon 1 di sini bicara ke daerah-daerah itu Bahaya. Gak boleh kita, birokrasi itu berangkat dari bawah loh itu karir itu jangan jangan diremehkan marah mereka," pungkas Mahfud.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Budi Arie Setiadi: Saya Minta Maaf Kalau Ada Kekhilafan

Budi Arie Setiadi: Saya Minta Maaf Kalau Ada Kekhilafan

News | Selasa, 09 September 2025 | 19:47 WIB

Timpang Jauh! Intip Kekayaan dan Koleksi Kendaraan Menkop Ferry Joko Yuliantono vs Budi Arie Setiadi

Timpang Jauh! Intip Kekayaan dan Koleksi Kendaraan Menkop Ferry Joko Yuliantono vs Budi Arie Setiadi

Otomotif | Selasa, 09 September 2025 | 19:45 WIB

'Pikirannya Duit Melulu!' Sindiran Felix Siauw saat Pejabat Remehkan Tuntutan Rakyat 18+7

'Pikirannya Duit Melulu!' Sindiran Felix Siauw saat Pejabat Remehkan Tuntutan Rakyat 18+7

News | Selasa, 09 September 2025 | 19:35 WIB

Sjafrie Sjamsoeddin Klaim Akan Menjabat Beberapa Bulan sebagai Menkopolkam

Sjafrie Sjamsoeddin Klaim Akan Menjabat Beberapa Bulan sebagai Menkopolkam

News | Selasa, 09 September 2025 | 19:18 WIB

Yudo Anak Purbaya Yudhi Sadewa Kerja Apa? Pernah Pamer Untung Rp13 M di Usia Muda

Yudo Anak Purbaya Yudhi Sadewa Kerja Apa? Pernah Pamer Untung Rp13 M di Usia Muda

Lifestyle | Selasa, 09 September 2025 | 19:18 WIB

Terkini

Kapolri Larang Anggota Polri Gunakan Vape, Berlaku di Dalam dan Luar Lingkungan Kerja

Kapolri Larang Anggota Polri Gunakan Vape, Berlaku di Dalam dan Luar Lingkungan Kerja

News | Minggu, 01 November 2026 | 21:24 WIB

Bentuk Bumi Semakin Membulat Akibat Perubahan Iklim, Ini Dampaknya Bagi Manusia

Bentuk Bumi Semakin Membulat Akibat Perubahan Iklim, Ini Dampaknya Bagi Manusia

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 21:22 WIB

Apakah Desil 5 Bisa Dapat PIP? Ini Cara Cek Desil Bansos Kemensos.go.id 2026

Apakah Desil 5 Bisa Dapat PIP? Ini Cara Cek Desil Bansos Kemensos.go.id 2026

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 21:09 WIB

Usia 40 Tahun Tensi Normal Berapa? Ini Angka Ideal untuk Pria dan Wanita serta Cara Menjaganya

Usia 40 Tahun Tensi Normal Berapa? Ini Angka Ideal untuk Pria dan Wanita serta Cara Menjaganya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 21:01 WIB

Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta

Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 21:00 WIB

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:51 WIB

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:50 WIB

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Video | Minggu, 01 November 2026 | 20:31 WIB

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 20:30 WIB

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:20 WIB

×