- Demonstran di Nepal melempar balik gas air mata ke aparat polisi.
- Padahal, Memegang tabung gas air mata yang sudah ditembakkan sangat berbahaya dan bisa menimbulkan luka bakar kimia serius.
- Demonstrasi di Nepal digerakkan oleh Gen Z, dilatarbelakangi oleh kemarahan publik terhadap korupsi yang merajalela.
Suara.com - Aksi demonstrasi besar-besaran terjadi di Nepal sejak Senin, 8 September 2025.
Tak jauh berbeda dari Indonesia beberapa waktu lalu, aparat kepolisian berusaha menertibkan massa dengan gas air mata.
Dalam video yang viral di media sosial, tampak seorang demonstran melemparkan balik gas air mata ke arah polisi.
"Polisi Nepal melemparkan gas air mata ke arah para demonstran. Seorang pemuda datang, mengambilnya, lalu melemparkannya kembali ke arah polisi. Gen Z memang beda cara pikirnya," bunyi caption unggahan.
Keberanian demonstran tersebut sontak mengundang beragam komentar, khususnya dari warganet Indonesia.
Banyak yang tercengang, mengingat di Indonesia, belum ada satu orang pun yang berani melakukan hal serupa.
"Gokil. Padahal pasti perih banget tuh," komentar warganet.
"Kita juga bisa lempar balik, pokoknya harus pakai sarung tangan khusus yang tebal biar aman," kata warganet lain.
Memegang tabung gas air mata yang sudah ditembakkan sangat berbahaya dan bisa menimbulkan luka bakar kimia serius.
Setelah ditembakkan, suhunya bisa sangat tinggi, bahkan membakar kulit yang bersentuhan dengannya.
Tabung gas air mata yang sudah ditembakkan mengeluarkan bahan kimia dalam konsentrasi yang sangat pekat.
![Ribuan rakyat Nepal yang didominasi pemuda membakar gedung DPR federal dalam aksi menentang pemblokiran media sosial dan korupsi pemerintah. Mereka mengaku terinspirasi dari Indonesia. [X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/09/82889-terinspirasi-indonesia-rakyat-nepal-bakal-gedung-dpr-federal.jpg)
Jika dipegang, partikel-partikel kimia tersebut akan langsung menempel dan meresap ke kulit, menyebabkan iritasi, rasa gatal yang parah, dan sensasi terbakar yang intens.
Efek iritasi akan langsung menyebar dan menimbulkan gejala seperti mata perih, penglihatan kabur, sesak napas, hingga mual dan muntah.
Tak heran jika aksi demonstran Nepal melempar balik gas air mata ke polisi membuat warganet tercengang.
Sementara itu, gelombang protes ini dipicu oleh keputusan pemerintah Nepal untuk memblokir 26 platform media sosial, termasuk Facebook, X, Instagram, dan YouTube.