Kemensos Buka 'Pintu Ampun' 600 Ribu Rekening Bermasalah Bisa Terima Bansos Lagi, Ini Syaratnya

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 15 September 2025 | 18:57 WIB
Kemensos Buka 'Pintu Ampun' 600 Ribu Rekening Bermasalah Bisa Terima Bansos Lagi, Ini Syaratnya
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf

Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil langkah tak terduga terkait temuan 600 ribu rekening penerima bantuan sosial (bansos) yang diduga bermasalah. Alih-alih langsung memblokir seluruhnya, pemerintah memberikan kesempatan kedua bagi para pemilik rekening tersebut untuk melakukan verifikasi dan pemutakhiran data.

Langkah ini sontak menjadi sorotan, terutama setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengendus adanya anomali transaksi, termasuk aliran dana bansos yang digunakan untuk judi online.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (15/9/2025), membeberkan alasan di balik kebijakan yang terkesan lunak ini. Menurutnya, tidak semua dari 600 ribu rekening tersebut adalah milik penyalahguna bansos. Sebagian di antaranya justru merupakan korban, di mana data mereka dimanfaatkan oleh pihak lain atau terjadi kesalahan administratif semata.

“Sebagian ada yang benar-benar menyalahgunakan, ya katakanlah salah satunya bertransaksi judi online, tapi ada juga yang dimanfaatkan pihak lain. Oleh karena itu kami beri kesempatan untuk melakukan pemutakhiran data,” kata Mensos Saifullah Yusuf.

Kebijakan ini, lanjutnya, diambil dengan pertimbangan kemanusiaan. Kemensos tidak ingin gegabah menghentikan bantuan yang mungkin menjadi satu-satunya penopang hidup bagi keluarga miskin dan rentan. Fokus utama pemerintah adalah memastikan bansos sampai ke tangan yang benar-benar berhak, bukan sekadar memberikan hukuman.

“Bagaimana misalnya mereka itu keluarga yang masih tergantung dengan intervensi pemerintah? kalau tidak hidupnya sangat susah? makanya kita buka kesempatan verifikasi. Jika setelah diverifikasi mereka terbukti memenuhi kriteria, tentu tetap berhak menerima bansos,” ujarnya.

Untuk memastikan proses verifikasi ulang ini berjalan akurat dan transparan, Kemensos menggandeng berbagai pihak. Mulai dari otoritas keuangan, pemerintah daerah hingga aparat desa, serta memberdayakan petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk melakukan pemeriksaan langsung di lapangan.

Proses verifikasi ini ditargetkan rampung pada triwulan ketiga tahun ini. Artinya, nasib ratusan ribu rekening tersebut akan ditentukan dalam waktu dekat.

"Setelah verifikasi selesai dilakukan maka triwulan keempat mereka yang memenuhi kriteria bisa menerima bansos. Tentu pula kami akan terus mengawasi mereka-merek itu," cetus Menteri Sosial.

Sebelumnya, dari total 600 ribu rekening yang terindikasi anomali, Kemensos telah mengambil tindakan tegas dengan mencoret 228 ribu rekening dari daftar penerima bansos pada Agustus lalu. Sementara sisanya, lebih dari 375 ribu rekening, masih dalam proses pendalaman intensif dengan memeriksa profil penerima, identitas pekerjaan, dan riwayat transaksi mereka.

Mensos Saifullah Yusuf menegaskan bahwa seluruh rangkaian kebijakan ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, yang mengamanatkan penyaluran bansos harus tepat sasaran, berdasarkan data yang akurat, mutakhir, dan terverifikasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PBNU Tegaskan Tak Terlibat Korupsi Kuota Haji, Dukung Penuh KPK

PBNU Tegaskan Tak Terlibat Korupsi Kuota Haji, Dukung Penuh KPK

News | Senin, 15 September 2025 | 18:43 WIB

Lawan KPK di Pengadilan, Kakak Hary Tanoesoedibjo Minta Status Tersangka Digugurkan!

Lawan KPK di Pengadilan, Kakak Hary Tanoesoedibjo Minta Status Tersangka Digugurkan!

News | Senin, 15 September 2025 | 16:58 WIB

Mendagri Tito Ingatkan Pemda Serius Identifikasi Kemiskinan: Bansos Harus Tepat Sasaran

Mendagri Tito Ingatkan Pemda Serius Identifikasi Kemiskinan: Bansos Harus Tepat Sasaran

News | Minggu, 14 September 2025 | 16:46 WIB

Gurita Bisnis Bambang Rudijanto, Kakak Hary Tanoe Jadi Tersangka Korupsi Bansos

Gurita Bisnis Bambang Rudijanto, Kakak Hary Tanoe Jadi Tersangka Korupsi Bansos

Bisnis | Minggu, 14 September 2025 | 14:45 WIB

CEK FAKTA: BSU Cair September dan Perubahan Batas Gaji Penerima BSU Jadi 10 Juta

CEK FAKTA: BSU Cair September dan Perubahan Batas Gaji Penerima BSU Jadi 10 Juta

Tekno | Minggu, 14 September 2025 | 11:12 WIB

Apakah Ada Penebalan Bansos Tahap 3 2025? Ini Keputusan Resminya

Apakah Ada Penebalan Bansos Tahap 3 2025? Ini Keputusan Resminya

Lifestyle | Sabtu, 13 September 2025 | 17:43 WIB

Gigit Jari! Bansos Disetop Imbas Ribuan Warga Serang Banten 'Dibudaki' Judol, Termasuk Belasan ASN

Gigit Jari! Bansos Disetop Imbas Ribuan Warga Serang Banten 'Dibudaki' Judol, Termasuk Belasan ASN

News | Sabtu, 13 September 2025 | 13:39 WIB

Terkini

Ledakan Pabrik Kembang Api di China Tewaskan 21 Orang, Puluhan Luka-luka

Ledakan Pabrik Kembang Api di China Tewaskan 21 Orang, Puluhan Luka-luka

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:22 WIB

Kasus Kanker Masih Tinggi di Indonesia, Pakar Dorong Perawatan yang Lebih Personal

Kasus Kanker Masih Tinggi di Indonesia, Pakar Dorong Perawatan yang Lebih Personal

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:12 WIB

Ade Armando Klaim Baru Tahu Ceramah JK di UGM 40 Menit Usai Dipolisikan

Ade Armando Klaim Baru Tahu Ceramah JK di UGM 40 Menit Usai Dipolisikan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:01 WIB

Gencatan Senjata Semu, Iran hadang Operasi Militer AS di Selat Hormuz

Gencatan Senjata Semu, Iran hadang Operasi Militer AS di Selat Hormuz

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:42 WIB

Usut Korupsi Haji, KPK Masih Sisir Saksi Travel Sebelum Periksa Bos Maktour dan Kesthuri

Usut Korupsi Haji, KPK Masih Sisir Saksi Travel Sebelum Periksa Bos Maktour dan Kesthuri

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:36 WIB

Viral Parkir di Blok M Semrawut hingga Depan Kejagung, Dishub Jaksel Lapor Wali Kota

Viral Parkir di Blok M Semrawut hingga Depan Kejagung, Dishub Jaksel Lapor Wali Kota

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:24 WIB

Setop Jadi Konten Kreator Saat Tugas, Mabes Polri Larang Anggota Live Streaming di Medsos!

Setop Jadi Konten Kreator Saat Tugas, Mabes Polri Larang Anggota Live Streaming di Medsos!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:46 WIB

Jakarta Dikepung Banjir: 115 RT Terendam, Ketinggian Air di Jaksel Tembus 2,4 Meter!

Jakarta Dikepung Banjir: 115 RT Terendam, Ketinggian Air di Jaksel Tembus 2,4 Meter!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:17 WIB

UMKM RI Terjebak 'Simalakama': Pintar Produksi Tapi Gagal Jual Gara-gara Gempuran Barang Impor!

UMKM RI Terjebak 'Simalakama': Pintar Produksi Tapi Gagal Jual Gara-gara Gempuran Barang Impor!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:01 WIB

Kontroversi Perayaan Ulang Tahun Menteri Israel, Pakai Kue Bentuk Tali Hukuman Gantung

Kontroversi Perayaan Ulang Tahun Menteri Israel, Pakai Kue Bentuk Tali Hukuman Gantung

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:59 WIB