Surat Terbuka Susi Pudjiastuti untuk Prabowo Soal Tambang Nikel Raja Ampat: Mohon Hentikan, Pak...

Ruth Meliana, Rosiana Chozanah

Selasa, 16 September 2025 | 18:07 WIB
Surat Terbuka Susi Pudjiastuti untuk Prabowo Soal Tambang Nikel Raja Ampat: Mohon Hentikan, Pak...
Susi Pudjiastuti dan Prabowo Subianto (X)

Suara.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti baru-baru ini melayangkan surat terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto.

Melalui sebuah cuitan panjang di akun X-nya, @susipudjiastuti, pemilik perusahaan Susi Air itu meminta Prabowo untuk menghentikan penambangan di wilayah Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Susi khawatir jika penambangan nikel tersebut akan merusak lingkungan. Pasalnya, Raja Ampat selama ini dikenal karena keindahan alamnya.

"Pak Presiden @prabowo @setkabgoid @KemensetnegRI, Raja Ampat adalah warisan bangsa yang tidak ternilai untuk generasi yang akan datang. Kerusakan yang akan terjadi tidak mungkin termaafkan," cuitnya pada Senin (15/9/2025).

Susi menambahkan, "Sebagai pendukung bapak @prabowo, saya tidak rela bila nanti kesalahan ditimpakan kepada bapak. Dengan segala hormat, mohon hentikan semua penambahan di wilayah Raja Ampat."

Aktivis laut itu pun menyisipkan sebuah berita dengan judul "Tambang Nikel PT Gag Raja Ampat Kembali Beroperasi, Prabowo Perintahkan Pengawasan Lebih Intensif."

Tidak hanya itu, Susi Pudjiastuti juga mencurahkann kekhawatirannya akan kerusakan lingkungan yang bisa terjadi di Raja Ampat bila aktivitas penambangan tetap berlangsung.

"Bila keindahan dan keutuhan wilayah laut Raja Ampat rusak tercemar. Kita menyesalinya dan anak cucu kita tidak akan memaafkan kita. Mohon hentikan sebelum ini terjadi Pak Presiden @prabowo @setkabgoid @KemensetnegRI @gerindra," ujar Susi sedih.

Cuitan Susi ini pun mendapat dukungan dari ratusan warganet. Banyak dari mereka yang juga tidak setuju dengan penambangan nikel tersebut.

baca juga

"Wah, gila ya bu. Ini bakal rusak selaut-lautnya, mereka, si dalangnya ini nggak tau apa ya, kalau 70 persen oksigen datengnya dari tumbuhan laut. Makin aja jelek udara di negara kita," protes seorang warganet.

"PT GAG Nikel tidak hanya melakukan aktivitas pertambangan di kawasan hutan lindung, aktivitas PT Gag Nikel ini juga dilakukan di wilayah pulau kecil. Jangan sampai pemerintahan Pak Prabowo dinilai merusak lingkungan, ruang hidup pesisir dan melanggar putusan MK," imbuh warganet lainnya.

"Kasihan warga lokal teriak-teriak protes, nggak ada guna, ini Papua dikeruk terus, mulai nikel sampai emas melimpah," sesal warganet yang lain.

Kementerian ESDM Izinkan Tambang Beroperasi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyetujui pembukaan kembali tambang nikel PT Gag Nikel, yang berlokasi di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Direktur Utama PT Gag Nikel, Khaidir Said, menjelaskan bahwa tambang telah mengantongi izin lingkungan dan operasional sejak September 2025.

Presiden Prabowo Subianto juga telah menyetujuinya dan mengarahkan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq untuk memngawasi aktivitas secara intensif.

"Bapak presiden meminta kami untuk melakukan intensifikasi pengawasan. Jadi pengawasan yang biasanya dilakukan enam bulan, kami akan lakukan lebih rapat (sering), misalnya dua bulan sekali," kata Hanif pada Senin (15/9/2025).

Alasan Kementerian ESDM memberi izin PT Gag Nikel untuk beroperasi karena hasil evaluasi Program Penilaian Kinerja Perusahaan (PROPER) menunjukkan Gag Nikel memperoleh peringkat hijau.

Artinya, PT Gag Nikel dinilai sudah taat terhadap tata kelola lingkungan dan telah melakukan pemberdayaan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raffi Ahmad Menolak Jadi Menpora RI

Raffi Ahmad Menolak Jadi Menpora RI

News | Selasa, 16 September 2025 | 17:30 WIB

Skill Bahasa Inggris Menteri Pariwisata Dikritik, Eks Menteri Susi Pudjiastuti Justru Dipuji

Skill Bahasa Inggris Menteri Pariwisata Dikritik, Eks Menteri Susi Pudjiastuti Justru Dipuji

Lifestyle | Selasa, 16 September 2025 | 17:24 WIB

Prabowo Segera Terbitkan Keppres, Komisi Reformasi Polri Bukan Cuma Omon-omon?

Prabowo Segera Terbitkan Keppres, Komisi Reformasi Polri Bukan Cuma Omon-omon?

News | Selasa, 16 September 2025 | 16:41 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×