Pelican Crossing Cikini Diapresiasi Warga dan Pengamat

Fabiola Febrinastri, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 19 September 2025 | 16:41 WIB
Pelican Crossing Cikini Diapresiasi Warga dan Pengamat
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau langsung uji coba fasilitas Pedestrian Light Controlled (Pelican) Crossing di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, pada Senin (15/9/2025). (Dok: Pemprov DKI)
baca 10 detik
  • Advert 
  • Advert 
  • Advert 

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan fasilitas Pedestrian Light Controlled (Pelican) Crossing di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat untuk memudahkan masyarakat, khususnya pengguna KRL menyeberang jalan.

Sebelumnya, keberadaan pagar pembatas di Stasiun Cikini sempat dikeluhkan warga. Banyak pengguna KRL terpaksa melompati pagar atau berjalan jauh untuk bisa masuk stasiun. Setelah menerima aspirasi masyarakat, Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuka akses tersebut dan menghadirkan fasilitas penyeberangan yang lebih aman.

“Fasilitas ini dihadirkan sebagai tindak lanjut aduan warga terkait keterbatasan akses ke Stasiun Cikini. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta bersama PT KAI membuka pagar di sisi timur stasiun sekaligus menyediakan pelican crossing,” ujar Gubernur Pramono saat meninjau langsung uji coba fasilitas tersebut, pada Senin (15/9/2025).

Pagar stasiun mulai dibuka sejak Minggu (14/9), sementara pelican crossing resmi beroperasi sehari setelahnya. Fasilitas ini mengikuti jam operasional KRL, yaitu pukul 05.00–24.00 WIB. 

Menurut Gubernur Pramono, kehadiran fasilitas ini memberi kenyamanan sekaligus keamanan lebih baik bagi masyarakat.

“Dengan adanya pelican crossing, warga tidak perlu lagi memanjat pagar atau berjalan memutar untuk masuk ke stasiun. Harapannya, aksesibilitas, kenyamanan, dan keselamatan pengguna KRL meningkat, sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar stasiun,” jelasnya.

Untuk menjaga ketertiban, Gubernur Pramono menegaskan tidak boleh ada kendaraan berhenti atau parkir sembarangan di sekitar stasiun, baik kendaraan pribadi, taksi, maupun ojek daring. 

“Kalau dibiarkan, bisa menimbulkan kemacetan. Karena itu, kami sudah berkoordinasi dengan PT KAI. Jika ada kendala di lapangan, kami minta segera dilaporkan agar langsung ditindaklanjuti,” tegasnya.

Durasi lampu pelican crossing juga sudah melalui simulasi agar lalu lintas tetap lancar. “Durasi 10 detik adalah yang paling optimal. Namun yang terpenting, area ini tidak boleh dijadikan titik naik-turun penumpang,” tambah Gubernur Pramono.

baca juga

Sukses menghadirkan pelican crossing, Pemprov DKI Jakarta berencana mengevaluasi pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Stasiun Cikini dalam dua tahun mendatang. 

“Prinsipnya, Pemprov DKI berkomitmen memberikan kemudahan bagi seluruh warga dalam memanfaatkan fasilitas publik. Karena itu, setiap pembangunan, termasuk JPO, akan dievaluasi agar manfaatnya maksimal,” pungkasnya.

Langkah Pemprov DKI ini diapresiasi pengamat transportasi, Djoko Setijowarno. Menurutnya, kehadiran pelican crossing di Cikini adalah kebijakan tepat karena langsung menjawab kebutuhan masyarakat.

“Banyak orang memang menyeberang di titik itu, artinya kebutuhannya nyata. Dengan adanya pelican crossing, ini sudah sangat positif,” ujarnya. 

Djoko juga menilai ide awal pembangunan JPO di lokasi itu tidak efisien karena pengguna harus berjalan lebih jauh, naik turun tangga, serta membutuhkan biaya tinggi.

“Memang awalnya tuh mau dibuatkan jembatan penyeberangan. Tapi, JPO ini kan pejalan kaki udah jalan jauh-jauh, kasian juga kan naik-turun tangga, dan mahal juga. Harus bangun flyover, nanti bangun lift dan sebagainya. Yang penting kalau sudah ada seperti ini untuk sementara waktu dijaga dulu lah,” ucapnya.

Djoko menambahkan, pengendara kendaraan bermotor perlu beradaptasi dengan keberadaan pelican crossing. “Kalau ada rambu yang jelas dan marka jalan seperti rumble strip, pengendara akan terbiasa mengurangi kecepatan dari jauh,” katanya.

Apresiasi juga datang dari warga. Dinda (29), warga Pasar Minggu, mengaku lebih nyaman saat menggunakan KRL di Stasiun Cikini. “Harusnya memang dari dulu ada fasilitas ini. Sekarang lebih aman, nggak perlu was-was kalau mau nyebrang, dan jalannya juga lebih dekat ke stasiun,” terangnya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masyarakat Umum Boleh Ikut Serta, Pegadaian Media Awards Hadirkan Kategori Citizen Journalism

Masyarakat Umum Boleh Ikut Serta, Pegadaian Media Awards Hadirkan Kategori Citizen Journalism

Bisnis | Jum'at, 19 September 2025 | 11:16 WIB

Progres Pembangunan Rumah MBR di Tangerang Capai 42,85%, Target Selesai November 2025

Progres Pembangunan Rumah MBR di Tangerang Capai 42,85%, Target Selesai November 2025

Foto | Kamis, 18 September 2025 | 19:38 WIB

Aksi Tolak UU TNI di depan Mahkamah Konstitusi

Aksi Tolak UU TNI di depan Mahkamah Konstitusi

Foto | Rabu, 17 September 2025 | 18:15 WIB

Ogah Ribet, Belanja Cepat Jadi Habit Baru Masyarakat Urban

Ogah Ribet, Belanja Cepat Jadi Habit Baru Masyarakat Urban

Lifestyle | Selasa, 16 September 2025 | 17:06 WIB

Yang Baru di Stasiun Cikini, Kenalan Yuk Sama Pelican Crossing Si Penyelamat Pejalan Kaki!

Yang Baru di Stasiun Cikini, Kenalan Yuk Sama Pelican Crossing Si Penyelamat Pejalan Kaki!

Your Say | Selasa, 16 September 2025 | 13:23 WIB

RI Tawarkan Solusi Islam & 'Harm Reduction' untuk Selamatkan Petani Tembakau dan Ekonomi Nasional

RI Tawarkan Solusi Islam & 'Harm Reduction' untuk Selamatkan Petani Tembakau dan Ekonomi Nasional

Bisnis | Selasa, 16 September 2025 | 08:04 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×