Bongkar Habis! Romahurmuziy Soroti Inkonsistensi Jokowi dan Isu 'Wajah Berubah'

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 23 September 2025 | 14:42 WIB
Bongkar Habis! Romahurmuziy Soroti Inkonsistensi Jokowi dan Isu 'Wajah Berubah'
Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy soroti inkonsistensi Jokowi. (kolase Suara.com)
baca 10 detik
  • Romy mengawali diskusi dengan membandingkan gaya politik Jokowi dan Prabowo Subianto.
  • Perubahan fisik Jokowi disebut kemungkinan disebabkan oleh kondisi kesehatan.
  • Romy mengkritik dugaan intervensi Jokowi dalam dinamika partai politik, berbanding terbalik dengan Prabowo.

Suara.com - Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy, dalam sebuah diskusi secara blak-blakan membahas isu sensitif seputar otentisitas Presiden Joko Widodo dan mengkritik gaya kepemimpinannya yang ia ibaratkan “pemain di tubir jurang.”

Hal itu disampaikan politikus yang akrab disapa Romy, dalam diskusi yang sedang jadi perbincangan masyarakat bersama pengamat politik, Hendri Satrio, di kanal YouTube Hendri Satrio Official, dikutip Selasa (23/9/2025).

Romi mengawali dengan membandingkan gaya politik Jokowi dan Prabowo Subianto.

“Bedanya Prabowo sama Jokowi apa? Pertama saya kira Pak Jokowi itu lebih aksesible. Ya, Pak Prabowo itu saya lihat lebih tidak aksesible,” katanya.

Namun, ia juga menyoroti inkonsistensi Jokowi dalam berucap.

“Beda Pak Jokowi. Hari ini ketemu sama Bung Hensa bisa bilang A. Besok ketemu saya bilangnya B gitu,” ucapnya.

Isu yang paling menjadi sorotan adalah desas-desus mengenai "Jokowi KW" atau perubahan wajah Presiden.

Romy dengan tegas membantah teori konspirasi ini. Ia menegaskan bahwa itu tidak mungkin terjadi seperti di film fiksi.

“Yang jelas Mission Impossible itu kan cuman di film ya. Jadi kalau ada orang kemudian nyaru persis banget tu kan enggak mungkin,” katanya.

baca juga

Ia menjelaskan bahwa perubahan fisik Jokowi kemungkinan disebabkan oleh kondisi kesehatan.

“Face off itu film John Travolta sama waktu itu iya sama Nicolas Kef. Jadi enggaklah ya artinya ya masih Pak Jokowi tapi soal beliau hari ini berubah wajahnya atau kulitnya ya karena ada penyakit,” ucapnya.

Romy mengonfirmasi bahwa Jokowi yang ditemuinya masih "asli" dan sehat, sekaligus menepis keraguan yang muncul di masyarakat.

“Masih benar habis ijazah orangnya pun dipertanyakan ini asli enggak Jokowi asli apa Jokowi KW gitu ya? Karena waktu saya terakhir ketemu siap benar habis ijazah orangnya pun dipertanyakan ini ahli enggak Jokowi asli apa Jokowi KW gitu ya?” katanya.

Mengenai arah politik putra-putra Jokowi, Romy mengutip jawaban Presiden terkait Gibran Rakabuming Raka.

“Mengalir saja, Mas. Kalimat verbatnya gitu. Mengalir aja, Mas. Pak, rencananya untuk Mas Gibran gimana? Mengalir aja, Mas,” ucapnya.

Romi juga menyinggung pengalamannya sendiri terkait kasus hukum yang pernah menimpanya. Ia menyebut Jokowi menunjukkan keprihatinan.

“Dia bilang prihatinlah. Oh dia sampaikan keprihatinan,” ujarnya.

Selain itu Romy memaknai hukum dan penjara sebagai "keniscayaan bagi politisi papan atas," serta alat untuk pengekangan dalam pertarungan politik, seraya menyatakan bahwa "orang yang dipenjara belum tentu salah."

Ia juga melontarkan pandangan kontroversial bahwa "di Indonesia itu yang namanya pejabat 99 persen itu korup yang membedakan cuma lima hal."

Menjelang akhir, Romy mengkritik dugaan intervensi Jokowi dalam dinamika partai politik, berbanding terbalik dengan Prabowo yang disebutnya tidak mau "cawe-cawe."

Presiden ke-7 Jokowi saat ditemui. (Suara.com/Ari Welianto)
Presiden ke-7 Jokowi saat ditemui. (Suara.com/Ari Welianto)

“Kalau Pak Prabowo enggak mau cawe-cawe. Karena beliau ketua umum partai dan bahasanya saya tidak mau partai saya digitukan. Jadi saya juga tidak akan menggitukan partai,” katanya.

Ia menggambarkan Jokowi sebagai sosok yang "proaktif dan kreatif," bahkan "over kreatif."

Terkait mengapa Jokowi tidak membuat partai sendiri, Romi mengutip perkataan Jokowi saat masih jadi Presiden kala itu.

"Buat apaagi, Mas? Oh ya, kalau saya sih benar juga saya waktu itu nempalinya iya Pak ya. Bapak enggak punya partai aja jadi dua presiden dua periode,” ujarnya.

Akhirnya, Romi menyimpulkan, "Kan saya pernah ngomong kalau Pak Jokowi itu adalah pemain di Tubir Jurang. Oh kalau kita salah-salah ikut kita yang kecemplung duluan dan sudah banyak kan."

Ini menyiratkan bahwa mengikuti arah politik Jokowi tanpa perhitungan matang bisa berisiko.

Reporter: Safelia Putri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erros Djarot Bongkar Borok Politik Jokowi: Nepotisme dan Buzzer Rusak Demokrasi Indonesia?

Erros Djarot Bongkar Borok Politik Jokowi: Nepotisme dan Buzzer Rusak Demokrasi Indonesia?

Your Say | Selasa, 23 September 2025 | 14:21 WIB

PDIP Endus Siasat Jokowi di Balik Perintah Prabowo-Gibran 2 Periode: Mekanisme Penyelamatan Diri

PDIP Endus Siasat Jokowi di Balik Perintah Prabowo-Gibran 2 Periode: Mekanisme Penyelamatan Diri

News | Selasa, 23 September 2025 | 13:12 WIB

Momen Kubu Subhan Palal Lantang di Sidang, Tuding KPU Sulap Data Ijazah Gibran: Bukti Diubah!

Momen Kubu Subhan Palal Lantang di Sidang, Tuding KPU Sulap Data Ijazah Gibran: Bukti Diubah!

News | Selasa, 23 September 2025 | 13:01 WIB

Bawa Bukti, Roy Suryo Sambangi Kemendikdasmen: Ijazah Gibran Tak Sah, Jabatan Wapres Bisa Gugur

Bawa Bukti, Roy Suryo Sambangi Kemendikdasmen: Ijazah Gibran Tak Sah, Jabatan Wapres Bisa Gugur

News | Selasa, 23 September 2025 | 12:50 WIB

Terkini

Motor Chery Wujudnya bak Kembar Yamaha: Motor Listrik Murah 5 Jutaan Uji Nyali ke Industri Roda Dua

Motor Chery Wujudnya bak Kembar Yamaha: Motor Listrik Murah 5 Jutaan Uji Nyali ke Industri Roda Dua

Otomotif | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:56 WIB

500 Tentara Italia Dikerahkan Jaga Toko Chanel hingga Dior, 271 Remaja Ditangkap Polisi

500 Tentara Italia Dikerahkan Jaga Toko Chanel hingga Dior, 271 Remaja Ditangkap Polisi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Money Changer Sudah Jual Dolar AS Rp18.120

Money Changer Sudah Jual Dolar AS Rp18.120

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Berwarna Biru Putih Khas Argentina, Bunga Spesies Baru Ini Resmi Diberi Nama Salvia messii

Berwarna Biru Putih Khas Argentina, Bunga Spesies Baru Ini Resmi Diberi Nama Salvia messii

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:52 WIB

IHSG Langsung Ngegas 5% Setelah Saham Konglo Ditendang BEI

IHSG Langsung Ngegas 5% Setelah Saham Konglo Ditendang BEI

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jalan Menuju Patung Kuda Ditutup dan Mahasiswa Tertahan Barikade

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jalan Menuju Patung Kuda Ditutup dan Mahasiswa Tertahan Barikade

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Soroti Penanganan Karhutla yang Dinilai Semrawut, Koalisi Sipil Gelar Aksi di Tugu Tani

Soroti Penanganan Karhutla yang Dinilai Semrawut, Koalisi Sipil Gelar Aksi di Tugu Tani

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Gubernur BI hingga Menkeu Kembali ke Istana, Ada Apa dengan Ekonomi?

Gubernur BI hingga Menkeu Kembali ke Istana, Ada Apa dengan Ekonomi?

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Wujud Motor Honda 'Kembaran' Yamaha Fazzio yang Harganya Rp23 Jutaan

Wujud Motor Honda 'Kembaran' Yamaha Fazzio yang Harganya Rp23 Jutaan

Otomotif | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:44 WIB

Prancis Mencekam Usai Kerusuhan, Jam Malam Diberlakukan Mahasiswa Ancam Gelar Demo Baru

Prancis Mencekam Usai Kerusuhan, Jam Malam Diberlakukan Mahasiswa Ancam Gelar Demo Baru

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:43 WIB

×