KPPPA Minta Orang Tua dan Siswa Tak Takut Santap MBG: Manfaatnya Jauh Lebih Besar!

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 09 Oktober 2025 | 10:34 WIB
KPPPA Minta Orang Tua dan Siswa Tak Takut Santap MBG: Manfaatnya Jauh Lebih Besar!
Petugas menyiapkan Makanan Bergizi Gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jakarta, Senin (6/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • KPPPA meminta orang tua dan siswa tidak khawatir terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski ada laporan kasus keracunan.
  • Deputi KPPPA Pribudiarta Nur Sitepu menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi dan penanganan cepat bila terjadi insiden.
  • Hingga pertengahan September 2025, Kemenkes mencatat lebih dari 5.000 kasus keracunan MBG, namun program dinilai tetap penting bagi pemenuhan gizi anak.

Suara.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) meminta orang tua juga para siswa tidak perlu takut menerima program makan bergizi gratis (MBG), kendati banyak kasus keracunan.

Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak KPPPA Pribudiarta Nur Sitepu menyampaikan kalau pemerintah telah memastikan keamanan dari pelaksanaan program.

Selain itu, menurutnya, progran MBG terlalu besar manfaatnya untuk ditolak.

"Kalau lihat manfaatnya sih jauh lebih besar. Dan resikonya sebenarnya sudah di-manage oleh Menko Pangan," kata Pribudi dalam diskusi media talk di Kantor KPPPA, Jakarta, Kamis (9/10/2025). 

Dia menambahkan, pemerintah telah menyusun strategi kerjasama untuk memastikan masalah keracunan maupun tantangan lainnya bisa dicegah dan terselesaikan. 

Menurut Pribudi, pemerintah juga telah bertindak cepat ketika ditemukan adanya kasus keracunan dengan segera menutup satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG.

"Jadi apakah ke depan nanti jadi ketakutan? Ya harusnya jangan karena manfaatnya itu jauh lebih besar," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan kalau pemerintah rutin melaporkan data terkait kasus keracunan MBG kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Data tersebut diperbarui secara rutin berdasarkan laporan masuk di puskesmas.

Kendati begitu, Budi menyampaikan kalau data itu belum bisa diakses oleh publik. Karena BGN yang berwenang untuk membuka data keracunan MBG tersebut.

baca juga

"Sudah ada datanya, sudah kami share kepada BGN. Nanti yang mengeluarkan BGN," ujar Budi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Kemenkes hingga pertengahan September 2025, sedikitnya 60 kasus dengan 5.207 penderita dari insiden keracunan menu MBG.

Sementara, BPOM mencatat 55 kasus dengan 5.320 penderita. Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus keracunan MBG terbanyak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ungkap Alasan MBG Tak Disalurkan Berbentuk Uang Tunai, Kapala BGN: Nanti Disalahgunakan

Ungkap Alasan MBG Tak Disalurkan Berbentuk Uang Tunai, Kapala BGN: Nanti Disalahgunakan

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 07:55 WIB

Bantah Menteri Pigai, Komnas HAM Tegaskan Kasus Keracunan MBG Adalah Pelanggaran Hak Asasi

Bantah Menteri Pigai, Komnas HAM Tegaskan Kasus Keracunan MBG Adalah Pelanggaran Hak Asasi

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 19:29 WIB

Istana Ungkap Alasan Prabowo Tambah Wamenkes Baru Benjamin Paulus, Buntut Keracunan MBG?

Istana Ungkap Alasan Prabowo Tambah Wamenkes Baru Benjamin Paulus, Buntut Keracunan MBG?

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 18:13 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×