Transisi Energi: Mungkinkah Jadi Jalan Hijau Menuju Pertumbuhan Indonesia 8 Persen?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 09 Oktober 2025 | 10:41 WIB
Transisi Energi: Mungkinkah Jadi Jalan Hijau Menuju Pertumbuhan Indonesia 8 Persen?
Ilustrasi transisi energi. (Pexels/Kervin Edward Lara)
    • Transisi energi jadi strategi utama pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi hijau.
    • Dukungan internasional dan reformasi kebijakan diperlukan agar target energi bersih tercapai.
    • Energi terbarukan diproyeksikan menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan ekonomi.

Suara.com - Target ambisius pemerintahan Presiden Prabowo untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% dan mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan perubahan besar dalam cara negeri ini mengelola energinya.

Transisi menuju sumber energi bersih bukan hanya soal mengganti bahan bakar fosil dengan tenaga surya atau angin, tapi tentang bagaimana Indonesia menata ulang arah pembangunan ekonominya agar lebih hijau, tangguh, dan adil bagi semua.

Ketua Indonesia Clean Energy Forum (ICEF), Prof. Mari Elka Pangestu, menekankan pentingnya komitmen politik dan konsistensi kebijakan di semua level pemerintahan.

Ia menilai transisi energi memerlukan landasan yang kuat, termasuk pembentukan country platform for energy transition, agar pendanaan dan dukungan internasional bisa tersalurkan secara efektif.

Ilustrasi energi baru terbarukan (EBT). (ICDX)
Ilustrasi energi baru terbarukan (EBT). (ICDX)

“Reformasi subsidi energi juga harus dilakukan untuk menciptakan insentif bagi pengembangan energi bersih. Revisi peraturan tentang nilai ekonomi karbon akan menjadi kunci arah baru pasar karbon Indonesia,” ujarnya.

Dukungan internasional datang dari Inggris yang menilai ambisi Indonesia untuk mencapai 100% energi terbarukan dalam satu dekade sebagai langkah besar.

Matthew Downing dari Kedutaan Besar Inggris menyebut kerja sama kedua negara akan difokuskan pada transisi energi yang inklusif dan berkeadilan, sejalan dengan kemitraan strategis baru yang sedang disiapkan antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Inggris.

Namun, transisi energi bukan perkara mudah. Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang berani menjaga arah kebijakan jangka panjang di tengah ketidakpastian global.

“Kita harus melindungi rakyat dari dampak gejolak energi dunia, sambil tetap melangkah maju pada jalur transisi,” katanya.

CEO Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa,  menilai bahwa pemerintah harus mempercepat pengembangan energi terbarukan yang selama satu dekade terakhir berjalan lambat. Ia menegaskan perlunya reformasi pasar listrik agar lebih terbuka bagi swasta dan masyarakat, serta pembenahan tarif dan tata kelola pengadaan energi terbarukan.

“Transisi energi adalah mesin pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.

Fabby menjelaskan, dampaknya bisa dirasakan melalui investasi besar di sektor infrastruktur hijau, pembangunan industri manufaktur energi bersih, penciptaan jutaan lapangan kerja hijau, hingga meningkatnya kualitas hidup karena berkurangnya polusi udara. Lebih dari itu, ketahanan energi nasional juga akan menguat seiring berkurangnya ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.

Gelaran Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD) 2025 yang berlangsung 6–8 Oktober di Jakarta menjadi momentum penting untuk mempertegas arah dan strategi Indonesia dalam mempercepat transisi energi.

Dengan tema “Mewujudkan Transisi Energi yang Berdampak,” forum ini menyoroti bahwa energi bersih bukan hanya soal masa depan lingkungan—tapi juga masa depan ekonomi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rosan: Butuh Investasi Rp 13 Triliun Agar Ekonomi Tumbuh 8 Persen di 2029

Rosan: Butuh Investasi Rp 13 Triliun Agar Ekonomi Tumbuh 8 Persen di 2029

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 17:10 WIB

Meski Ada Menkeu Purbaya, Bank Dunia Prediksi Ekonomi RI Tetap Gelap

Meski Ada Menkeu Purbaya, Bank Dunia Prediksi Ekonomi RI Tetap Gelap

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 11:43 WIB

IHSG Sempat Cetak Rekor Level Tertinggi 8.200, Ternyata Ini Sentimennya

IHSG Sempat Cetak Rekor Level Tertinggi 8.200, Ternyata Ini Sentimennya

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 16:55 WIB

Terkini

Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron

Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB

Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia

Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:54 WIB

Murka Elite NasDem ke Tempo Soal Merger Gerindra Dinilai Rendahkan Martabat Surya Paloh

Murka Elite NasDem ke Tempo Soal Merger Gerindra Dinilai Rendahkan Martabat Surya Paloh

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB

Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah

Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:48 WIB

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:36 WIB

Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit

Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:22 WIB

Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa

Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:14 WIB

DO Saja Tak Cukup, DPR Minta Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Ranah Pidana

DO Saja Tak Cukup, DPR Minta Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Ranah Pidana

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:12 WIB

Jangan Sampai Menyesal! Ini Risiko Besar Jika Berangkat Haji Tanpa Visa Sah

Jangan Sampai Menyesal! Ini Risiko Besar Jika Berangkat Haji Tanpa Visa Sah

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:09 WIB

Dosen Universitas Budi Luhur Inisial Y Dipolisikan, Diduga Cabuli Mahasiswi Sejak 2021

Dosen Universitas Budi Luhur Inisial Y Dipolisikan, Diduga Cabuli Mahasiswi Sejak 2021

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:07 WIB