Di waktu yang sama, Ketua KONI Kota Surabaya, Hoslih Abdullah, menyampaikan Surabaya berhasil mempertahankan juara umum kesembilan kalinya dengan raihan 198 medali emas, 133 medali perak, dan 138 medali perunggu.
"Terima kasih Pak Eri, dorongannya luar biasa. Sebetulnya target 200 medali emas (tercapai), tapi kemarin kita ada di Cabor Anggar yang tiba-tiba dihentikan dan tidak dihitung perolehan medalinya,” ujar Hoslih.
Menurut Hoslih, jika medali dari Cabor Anggar dihitung, maka jumlah medali emas yang diraih Surabaya pada Porprov Jatim 2025 mencapai 201. Nah, untuk target berikutnya adalah mempertahankan gelar juara umum pada Porprov X Jatim 2027 di Surabaya. "Target yang harus diemban pada (Porprov Jatim) tahun 2027 harus mempertahankan juara umum kembali yang ke-10 kalinya, dengan meraih medali 250 medali emas," tegasnya.
Hoslih menjelaskan, proses penetapan penerima bonus dilakukan setelah KONI Surabaya menerima surat keputusan dari KONI Jawa Timur. Langkah ini penting agar tidak ada kesalahan data.
"Dari situ muncul para juaranya, karena kalau kita yang menentukan sendiri pasti akan banyak kelirunya. Mereka di KONI Jawa Timur sudah mempunyai tim dan mendapat laporan dari masing-masing teknikal delegate cabor,” ujarnya.
Namun, kata dia, proses itu tak selalu berjalan mudah. Setelah dilakukan cross-check oleh KONI Kota Surabaya, ada beberapa nama atlet yang harus kita diverifikasi ulang. "Sehingga kita harus kirim surat lagi (ke KONI Jatim) agar nama-nama itu tidak hilang,” kata Hoslih.
Ia menekankan pentingnya ketelitian agar tidak terjadi kesalahpahaman. Karenanya, Hoslih berharap masyarakat dapat memahami bahwa pencairan bonus memiliki tahapan panjang dan tidak bisa dilakukan instan.
"Kalau prosesnya itu sudah benar, pasti kita akan lebih cepat dari daerah kabupaten/kota lainnya, meskipun ada beberapa daerah baru bisa memberikan reward tahun depan," katanya.

Sementara itu, salah satu atlet cabor judo perorangan peraih medali perak, Cyrila Aurora Khanza Paramesti (13), mengaku bangga bisa membawa nama baik Kota Surabaya di ajang Porprov Jatim 2025. “Rasanya senang banget, karena cita-cita saya menjadi angkatan, maka saya berproses di latihan ini untuk mengejar sebuah cita-cita,” ujar Khanza.
Siswi SMP Negeri 15 Surabaya ini mengaku bonus yang diterima bukan hal utama baginya. Yang lebih penting bagi Khanza adalah prestasi dan bisa mengharumkan nama Kota Surabaya.
"Harapannya ke depan saya jauh lebih baik, ingin mengharumkan nama Surabaya lebih baik lagi untuk mendapatkan emas di (ajang) selanjutnya. Terima kasih Pak Wali Kota, selanjutnya saya akan mempersembahkan medali emas untuk Surabaya," pungkasnya. (ADV) ***