- Rudianto mendesak kepolisian untuk bertindak tegas, cepat, dan taktis dalam mengusut kasus ini serta menangkap para pelakunya.
- Pentingnya respons cepat dari kepolisian untuk mengungkap kasus ini agar pelaku dapat segera diproses hukum.
- Polres Tangerang Selatan memastikan dua ancaman bom di sekolah internasional hoaks.
Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, mengecam keras adanya dua teror bom yang menyasar dua sekolah internasional di Tangerang Selatan.
Ia mendesak pihak kepolisian untuk bertindak tegas, cepat, dan taktis dalam mengusut kasus ini serta menangkap para pelakunya.
"Sudah tidak ada lagi waktunya memberi ruang kepada peneror. Polisi harus bertindak tegas, cepat, taktis terhadap para peneror," ujar Rudianto kepada wartawan dikutip Jumat (10/10/2025).
Rudianto menyoroti fakta bahwa teror tersebut menyasar sekolah internasional, yang menurutnya memerlukan perhatian ekstra dari aparat keamanan.
"Apalagi itu sekolah internasional ya, polisi harus memberi aman dan nyaman. Tidak boleh ada teror-meneror, itu sudah bukan eranya lagi," tegasnya.
Ia menekankan pentingnya respons cepat dari kepolisian untuk mengungkap kasus ini agar pelaku dapat segera diproses hukum.
"Polisi harus bertindak cepat, tegas, untuk mengungkap kasus teror tersebut supaya pelakunya bisa diproses," kata dia.
Menanggapi informasi bahwa peneror diduga menggunakan nomor telepon dari Nigeria, Rudianto Lallo mengakui bahwa modus kejahatan semakin canggih.
"Ya makanya ini kejahatan makin canggih kan. Polisi harus bertindak cepat, supaya tidak ada lagi yang merasa diteror, apalagi menggunakan nomor luar negeri," pungkasnya.
Sebelumnya, Polres Tangerang Selatan memastikan dua ancaman bom di sekolah internasional: Jakarta Nanyang School di Pagedangan dan Mentari Intercultural School di Bintaro pada Selasa (7/10/2025) hoaks.
Meski begitu, polisi menegaskan ancaman tersebut tengah diselidiki serius untuk memburu pelaku pengirim pesan teror.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor D. H. Inkiriwang mengatakan, laporan pertama diterima pada pagi hari dari pihak Jakarta Nanyang School.
Pesan ancaman dikirim melalui aplikasi WhatsApp ke nomor sekolah tersebut dan menyebut adanya bom yang telah diletakkan di lingkungan sekolah.
Setelah dilakukan sterilisasi oleh tim Gegana, hasilnya tidak ditemukan benda mencurigakan atau bahan peledak sebagaimana disebut dalam pesan teror.
Tidak lama berselang, siang harinya, polisi kembali menerima laporan serupa dari Mentari Intercultural School, Bintaro, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan.