Tahan Tangis, Ibu di Papua Bongkar Borok Rasisme di Sekolah dan Tuntut Pelaku Dikeluarkan

Sumarni, Ismail

Rabu, 15 Oktober 2025 | 07:45 WIB
Tahan Tangis, Ibu di Papua Bongkar Borok Rasisme di Sekolah dan Tuntut Pelaku Dikeluarkan
Seorang Ibu di Papua Bongkar Borok Rasisme di Sekolah (freepik/ jcomp)
baca 10 detik
  • Seorang ibu di Papua menuntut keadilan atas kasus rasisme dan perundungan yang menimpa anaknya di sekolah.

  • Ia meminta para pelaku perundungan dan wali kelas yang dianggap lalai untuk dikeluarkan dari sekolah.

  • Dengan suara lantang, ia menegaskan bahwa anak-anak Papua berhak mendapat perlakuan setara tanpa diskriminasi.

Suara.com - Sebuah pernyataan keras penuh emosi dari seorang ibu di Papua kini menjadi sorotan publik, menyuarakan luka mendalam akibat perlakuan rasisme dan perundungan yang menimpa anaknya di lingkungan sekolah.

Dengan suara bergetar namun tegas, ia menuntut keadilan tidak hanya bagi putrinya, tetapi juga bagi semua anak Papua yang kerap menjadi sasaran diskriminasi.

Dalam video yang beredar luas, ibu yang mengenakan kemeja merah itu menjadi perwakilan suara para orang tua yang telah memendam kekecewaan.

Ia menyampaikan tuntutan yang tidak main-main, para siswa pelaku perundungan harus dikeluarkan dari sekolah dan bahkan dipulangkan ke daerah asalnya.

Tuntutan ini mengindikasikan bahwa pelaku diduga bukan berasal dari lingkungan masyarakat lokal.

"Tuntutan dari kami, kami ingin anak-anak yang sudah mem-bully itu harus dikeluarkan dari sekolah. Bila perlu, dipulangkan saja," ujarnya di hadapan awak media.

Kemarahan orang tua tidak berhenti pada para siswa. Sosok wali kelas juga menjadi sasaran kekecewaan.

Menurut ibu tersebut, wali kelas telah gagal melindungi murid-muridnya dan membiarkan praktik perundungan terjadi. Kekecewaan yang begitu mendalam membuat para orang tua menuntut sanksi serupa bagi sang guru.

"Kami orang tua sangat kecewa dengan wali kelas. Jadi, kalau perlu wali kelasnya juga dipulangkan ke tempat asalnya," tambahnya dengan nada tegas.

baca juga

Ibu ini menjelaskan bahwa ada empat anak yang menjadi pelaku utama, namun dua diantaranya adalah yang paling vokal dan agresif.

Ilustrasi kampanye stop rasisme. (Pixabay/Samilustrando)
Ilustrasi rasis di Papua (Pixabay/Samilustrando)

Dampak perundungan ini sangat menghancurkan mental para korban, terutama anak-anak perempuan.

Ia membedakan bagaimana anak laki-laki mungkin memiliki mental yang lebih kuat untuk bertahan, namun bagi putrinya dan siswi lain, serangan verbal dan psikologis itu langsung menusuk ke hati.

"Yang perempuan itu pakai perasaan. Jadi mereka bully anak-anak itu, mereka langsung kena di hati, tidak mau berangkat sekolah," ungkapnya, menggambarkan trauma yang membuat anak-anak enggan kembali ke tempat yang seharusnya aman untuk belajar.

Lebih dari sekadar kasus perundungan biasa, insiden ini berakar pada sentimen rasisme yang menyakitkan.

Inilah yang mendorong sang ibu untuk berbicara lantang di depan umum. Baginya, ini bukan lagi masalah personal, melainkan pertarungan untuk martabat dan harga diri.

"Saya bicara di muka umum supaya semua tahu. Bahwa kami bukan monyet, kami manusia sama seperti kalian!" serunya, sebuah kalimat yang menusuk dan menggema kuat, menyiratkan bahwa anak-anak Papua kerap menerima hinaan rasial yang tidak manusiawi.

Ia menutup pernyataannya dengan sebuah harapan besar: agar kejadian ini menjadi yang terakhir kalinya.

"Stop bully di dalam sekolah ini. Jangan kucilkan kami anak-anak Papua. Kami juga punya hak yang layak sama seperti kalian," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bullying di SMP Grobogan Berujung Kematian, KPAI: Harus Diproses Hukum Bila Terbukti Ada Kekerasan

Bullying di SMP Grobogan Berujung Kematian, KPAI: Harus Diproses Hukum Bila Terbukti Ada Kekerasan

News | Selasa, 14 Oktober 2025 | 14:13 WIB

Viral Tagar Boikot Trans7 di Media Sosial Buntut Tayangan Sisi Gelap Kehidupan Santri

Viral Tagar Boikot Trans7 di Media Sosial Buntut Tayangan Sisi Gelap Kehidupan Santri

Entertainment | Selasa, 14 Oktober 2025 | 10:55 WIB

Nadya Almira Sekarang Kerja Apa? Kasus Kecelakaan 12 Tahun Lalu Kembali Jadi Perbincangan

Nadya Almira Sekarang Kerja Apa? Kasus Kecelakaan 12 Tahun Lalu Kembali Jadi Perbincangan

Lifestyle | Selasa, 14 Oktober 2025 | 09:52 WIB

Percepat Pembangunan Papua, Mendagri Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah

Percepat Pembangunan Papua, Mendagri Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah

News | Senin, 13 Oktober 2025 | 21:04 WIB

Kepala SMAN 1 Cimarga Tampar Murid Gegara Merokok, Ratusan Siswa Mogok Belajar

Kepala SMAN 1 Cimarga Tampar Murid Gegara Merokok, Ratusan Siswa Mogok Belajar

News | Senin, 13 Oktober 2025 | 20:04 WIB

Mempelai Pria Ini Gagal Patahkan Batako Pakai Kepala, Endingnya di Luar Dugaan

Mempelai Pria Ini Gagal Patahkan Batako Pakai Kepala, Endingnya di Luar Dugaan

News | Senin, 13 Oktober 2025 | 19:38 WIB

Terkini

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 21:43 WIB

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

Pemerintah Kerahkan AI Lacak Pajak di Shopee, Lazada, Hingga Gojek

Pemerintah Kerahkan AI Lacak Pajak di Shopee, Lazada, Hingga Gojek

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

Klaim Tak Tahu soal Mahasiswa Palsu, Raffi Ahmad Disentil Sarah Sechan: Itu Namanya Integritas!

Klaim Tak Tahu soal Mahasiswa Palsu, Raffi Ahmad Disentil Sarah Sechan: Itu Namanya Integritas!

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 21:39 WIB

Pabrik Sepatu PT PWI 1 di Serang Bakal Pindah ke Jateng, Ini Dugaan Penyebabnya

Pabrik Sepatu PT PWI 1 di Serang Bakal Pindah ke Jateng, Ini Dugaan Penyebabnya

Banten | Senin, 02 November 2026 | 21:38 WIB

KPAI Minta Kompolnas dan Propam Usut Kelalaian Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo

KPAI Minta Kompolnas dan Propam Usut Kelalaian Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo

News | Senin, 02 November 2026 | 21:35 WIB

Agar Hasil Tangkapan Nelayan Tak Cepat Rusak, Energi Bersih Mulai Dilirik untuk Desa Pesisir

Agar Hasil Tangkapan Nelayan Tak Cepat Rusak, Energi Bersih Mulai Dilirik untuk Desa Pesisir

News | Senin, 02 November 2026 | 21:32 WIB

Polisi Kedapatan Pakai Vape di Bogor Bisa Dilaporkan, Ini Cara Aduannya

Polisi Kedapatan Pakai Vape di Bogor Bisa Dilaporkan, Ini Cara Aduannya

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 21:31 WIB

×