Prabowo Sebut Ada 1.000 Tambang Ilegal di Dua Pulau Ini, Negara Rugi Besar!

Vania Rossa | Novian Ardiansyah | Suara.com

Kamis, 16 Oktober 2025 | 09:19 WIB
Prabowo Sebut Ada 1.000 Tambang Ilegal di Dua Pulau Ini, Negara Rugi Besar!
Presiden Prabowo Subianto. [foto: Biro Pers Sekretariat Presiden]
  • Presiden Prabowo menyatakan terdapat 1.000 tambang timah ilegal di Bangka dan Belitung, menyebabkan negara kehilangan sekitar 80% produksi timah.
  • Ia juga menyoroti 5 juta hektar perkebunan sawit ilegal, di mana pemerintah berhasil memulihkan sekitar 3,7 juta hektar melalui keputusan pengadilan.
  • Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menegakkan hukum, menghentikan praktik ilegal, dan memulihkan aset negara yang hilang.
 
 

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ada 1.000 tambang timah ilegal yang beroperasi di dua pulau, Bangka dan Belitung. Mendapati laporan mengenai hal itu, Prabowo langsung menyambangi kedua pulau tersebut.

Prabowo berujar akibat dari keberadaan 1.000 tambang ilegal ini, negara kehilangan 80 persen dari total produksi timah.

“Saya datang ke dua pulau di Indonesia, Bangka dan Belitung, dan kami mendapat laporan bahwa ada 1.000 tambang timah ilegal, 1.000 di kedua pulau ini. Dan kami kehilangan sekitar 80% dari total produksi timah kami karena penambang ilegal ini dan melalui penyelundupan. Dan saya mengatakan ini untuk dihentikan,” kata Prabowo dalam Dialog "A Meeting of Minds" dengan Chairman Forbes Media, Steve Forbes di Forbes Global CEO Conference 2025 di St. Regis Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Bukan hanya tambang, Prabowo mengungkapkan ada 5 juta hektar lahan perkebunan sawit yang melanggar hukum. Kekinian, Prabowo mengatakan negara telah menguasai kembali perkebunan sawit ilegal tersebut melalui keputusan pengadilan.

“Ada laporan datang ke saya. Pak, dari jutaan hektar kelapa sawit, sekitar 5.000 hektar melanggar hukum. Tidak, tidak, bukan 5.000, 5 juta! 5 juta hektar melanggar hukum,” kata Prabowo. 

“Dan itulah yang kami lakukan. Saya rasa pada akhir bulan ini, kami telah memulihkan sekitar 3,7 juta hektar perkebunan yang melanggar hukum,” tambahnya. 

Prabowo juga telah menginstruksikan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi bila ditemukan kasus-kasus serupa.

“Jadi saya katakan, saya disumpah untuk menegakkan hukum. Jadi saya katakan kepada jaksa agung saya, badan pemeriksa keuangan negara saya, lakukan investigasi, apa yang Anda temukan, jika ada kasus, hentikan konsesi mereka. Dan itulah yang kami lakukan,” kata Prabowo. 

Kepala negara berkomitmen bahwa pemerintah akan memulihkan kerugian negara akibat praktik - praktik ilegal melalui kebijakan tersebut.

Ia menegaskan besarnya kebocoran kekayaan negara harus segera dihentikan dan dipulihkan. 

“Pemerintah sekarang harus menegakkan hukum. Dan saya bertekad untuk menegakkan hukum. Dan saya bertekad bahwa pemerintah Indonesia harus dihormati oleh semua orang. Hukum adalah hukum. Peraturan adalah peraturan. Mereka yang melanggar hukum harus berurusan dengan hukum. Sesederhana itu. Maksud saya, kita memulihkan banyak aset, memulihkan banyak aset secara efisien,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Ubah Aturan, Sekarang Ekspatriat dan WNA Bisa Pimpin BUMN

Prabowo Ubah Aturan, Sekarang Ekspatriat dan WNA Bisa Pimpin BUMN

News | Kamis, 16 Oktober 2025 | 09:08 WIB

Momen Presiden Prabowo Cium Tangan KH Anwar Manshur Pengasuh Ponpes Lirboyo Viral Lagi

Momen Presiden Prabowo Cium Tangan KH Anwar Manshur Pengasuh Ponpes Lirboyo Viral Lagi

Entertainment | Kamis, 16 Oktober 2025 | 08:13 WIB

Prabowo Izinkan Talenta Asing Pimpin BUMN Demi Standar Bisnis Internasional

Prabowo Izinkan Talenta Asing Pimpin BUMN Demi Standar Bisnis Internasional

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 07:21 WIB

Terkini

Tak Lagi Gratis, Pemprov DKI Bakal Atur Ulang Skema Pajak Kendaraan Listrik

Tak Lagi Gratis, Pemprov DKI Bakal Atur Ulang Skema Pajak Kendaraan Listrik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:07 WIB

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:32 WIB

Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:25 WIB

Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?

Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:20 WIB

Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini

Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:06 WIB

Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang

Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:45 WIB

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:44 WIB

Pihak Andrie Yunus Pastikan Absen Sidang Perdana di Pengadilan Militer 29 April, Ini Alasan Kontras

Pihak Andrie Yunus Pastikan Absen Sidang Perdana di Pengadilan Militer 29 April, Ini Alasan Kontras

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:44 WIB

Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz

Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:41 WIB

Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor

Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:37 WIB