Ratusan Perahu Nelayan Sampang Adang Kapal Raksasa Petronas di Tengah Laut

Yazir F | Ismail | Suara.com

Selasa, 21 Oktober 2025 | 08:03 WIB
Ratusan Perahu Nelayan Sampang Adang Kapal Raksasa Petronas di Tengah Laut
Ratusan Perahu Nelayan Sampang Hadang Kapal Raksasa Petronas di Tengah Laut (Instagram)
  • Ratusan nelayan di Ketapang, Sampang, Madura, mengepung kapal survei milik Petronas Malaysia sebagai bentuk protes.

  • Mereka menilai aktivitas survei migas di area Sumur Barokah merusak jalur tangkap ikan dan tanpa kompensasi jelas.

  • Para nelayan, termasuk kaum ibu, menuntut penghentian survei hingga ada kesepakatan ganti rugi yang adil dan transparan.

Suara.com - Lautan di perairan Ketapang, Sampang, Madura, mendadak bergolak bukan karena badai, melainkan oleh amarah ratusan nelayan yang merasa sumber kehidupan mereka terancam.

Sebuah video yang viral di media sosial merekam momen dramatis ketika armada perahu kayu tradisional mengepung sebuah kapal survei raksasa milik perusahaan migas asal Malaysia, Petronas.

Pemandangan ini menjadi simbol perlawanan sengit masyarakat pesisir terhadap aktivitas industri yang dinilai mengabaikan nasib mereka.

Dalam rekaman video, puluhan hingga ratusan perahu nelayan terlihat mengelilingi kapal Petronas yang jauh lebih besar.

Dari dek kapal raksasa tersebut, para kru hanya bisa memandang lautan yang dipenuhi perahu-perahu kecil yang terus merapat.

Sementara itu, dari sisi nelayan, teriakan penolakan dan suara mesin perahu yang meraung-raung menciptakan suasana yang tegang di tengah birunya laut.

Bahkan diantara mereka diduga membawa sajam berjenis parang.

Aksi besar-besaran ini merupakan puncak kekecewaan para nelayan, termasuk para ibu nelayan dari pesisir pantura, terhadap kegiatan survei yang dilakukan Petronas di area Sumur Barokah.

Lokasi ini merupakan jalur vital bagi mereka untuk menangkap ikan, tempat di mana jala ditebar demi memastikan dapur tetap bisa mengepul.

Aktivitas survei migas dianggap telah mengganggu dan merusak area tangkap mereka.

Menurut Winarno, seorang tokoh nelayan Ketapang, aksi ini terpaksa dilakukan karena tidak adanya kejelasan mengenai kompensasi bagi para nelayan yang terdampak langsung.

"Kami menolak keras survei dan eksplorasi Petronas. Kompensasi bagi nelayan tidak jelas, sementara aktivitas mereka sudah mengganggu jalur tangkap ikan," tegas Winarno.

Tuntutan mereka sederhana namun fundamental, hentikan semua kegiatan survei sampai ada kesepakatan yang adil dan transparan mengenai ganti rugi.

Ratusan Perahu Nelayan Sampang Hadang Kapal Raksasa Petronas di Tengah Laut (Instagram)
Ratusan Perahu Nelayan Sampang Hadang Kapal Raksasa Petronas di Tengah Laut (Instagram)

Para nelayan tidak main-main dengan ancaman mereka. Mereka bersumpah akan melakukan aksi yang lebih besar jika tuntutan mereka diabaikan.

"Kalau kapal Petronas masih beroperasi, kami tidak akan diam. Seratus kapal siap mengusir mereka dari perairan Ketapang," ancam Winarno, menyuarakan tekad bulat komunitasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Ambisius KKP: Bangun 1000 Kampung Nelayan Merah Putih Hingga 2026, Apa Dampaknya?

Target Ambisius KKP: Bangun 1000 Kampung Nelayan Merah Putih Hingga 2026, Apa Dampaknya?

Video | Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:00 WIB

93 KK di Kampung Nelayan Indramayu Mendapatkan Layanan Sambung Listrik Gratis dari PLN

93 KK di Kampung Nelayan Indramayu Mendapatkan Layanan Sambung Listrik Gratis dari PLN

News | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 17:58 WIB

Momentum Hari Maritim Dunia, Komunitas Pesisir Disasar Program CSR Berkelanjutan

Momentum Hari Maritim Dunia, Komunitas Pesisir Disasar Program CSR Berkelanjutan

Bisnis | Minggu, 05 Oktober 2025 | 08:40 WIB

Kemeriahan Pesta Nelayan Mamuju, Sulawesi Barat

Kemeriahan Pesta Nelayan Mamuju, Sulawesi Barat

Foto | Senin, 06 Oktober 2025 | 11:28 WIB

Rezeki Nomplok! Detik-detik Nelayan Karawang Serbu Kontainer Mie Instan yang Jatuh ke Laut

Rezeki Nomplok! Detik-detik Nelayan Karawang Serbu Kontainer Mie Instan yang Jatuh ke Laut

Entertainment | Rabu, 24 September 2025 | 20:20 WIB

Viral Tanggul Beton di Laut Cilincing, Ini Penampakannya

Viral Tanggul Beton di Laut Cilincing, Ini Penampakannya

Foto | Jum'at, 12 September 2025 | 18:03 WIB

Terkini

Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama BNI Disambut Antusias, Ribuan Pemudik Rasakan Manfaat

Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama BNI Disambut Antusias, Ribuan Pemudik Rasakan Manfaat

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:36 WIB

Panduan Lengkap Rukyat Hilal Syahwal, Begini Cara Arab Saudi Tentukan Lebaran 2026

Panduan Lengkap Rukyat Hilal Syahwal, Begini Cara Arab Saudi Tentukan Lebaran 2026

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:28 WIB

Ada Perbedaan Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Versi TNI dan Polri, Ini Kata DPR

Ada Perbedaan Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Versi TNI dan Polri, Ini Kata DPR

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:20 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komisi III DPR Sepakat Bentuk Panja

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komisi III DPR Sepakat Bentuk Panja

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:56 WIB

Menaker Yassierli Dorong Model Kemitraan Inklusif Lewat Program Mudik Bersama

Menaker Yassierli Dorong Model Kemitraan Inklusif Lewat Program Mudik Bersama

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:49 WIB

Aktivis LP3ES Kecam Penyiraman Air Keras Kepada Andrie Yunus: Alarm Pembungkaman Demokrasi

Aktivis LP3ES Kecam Penyiraman Air Keras Kepada Andrie Yunus: Alarm Pembungkaman Demokrasi

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:48 WIB

Panas Ekstrem Diduga Picu Kebakaran di Kramat Jati

Panas Ekstrem Diduga Picu Kebakaran di Kramat Jati

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:44 WIB

Siapa Esmaeil Khatib, Ahli Fiqih Islam dan Menteri Intelijen Iran yang Dekat dengan Ali Khamenei

Siapa Esmaeil Khatib, Ahli Fiqih Islam dan Menteri Intelijen Iran yang Dekat dengan Ali Khamenei

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:30 WIB

Harita Nickel Tingkatkan Kualitas Pendidikan Pulau Obi Melalui Revitalisasi Sekolah

Harita Nickel Tingkatkan Kualitas Pendidikan Pulau Obi Melalui Revitalisasi Sekolah

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:29 WIB

Pembalap Indonesia WorldSSP Aldi Satya Mahendra Jadi Korban Tabrak Lari di Yogyakarta

Pembalap Indonesia WorldSSP Aldi Satya Mahendra Jadi Korban Tabrak Lari di Yogyakarta

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:10 WIB