Mengapa Aktivis Desak Jepang dan Korea Hentikan Impor Wood Pellet dari Indonesia?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 21 Oktober 2025 | 11:40 WIB
Mengapa Aktivis Desak Jepang dan Korea Hentikan Impor Wood Pellet dari Indonesia?
Energi Hijau Palsu! Aktivis Desak Jepang dan Korea Hentikan Impor Wood Pellet dari Indonesia. (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
    • Aktivis lingkungan menilai impor wood pellet oleh Jepang dan Korea Selatan memperparah deforestasi dan melanggar prinsip keadilan iklim.
    • Investigasi FWI menemukan lebih dari 80% wood pellet berasal dari hutan alam, bukan dari hasil rehabilitasi atau sumber berkelanjutan.
    • Gerakan global melalui International Day of Action on Biomass menyerukan penghentian impor biomassa dan mendorong transisi energi yang adil serta benar-benar bersih.

Suara.com - Hutan Indonesia kembali menjadi korban dalam perebutan sumber energi dunia. Ketika negara-negara maju berlomba mencapai target net-zero emission, mereka justru membuka jalan baru bagi bentuk kolonialisme iklim: mengubah hutan tropis menjadi bahan bakar.

Di balik label “energi hijau”, permintaan impor wood pellet atau pelet kayu oleh Jepang dan Korea Selatan justru mempercepat deforestasi dan memperparah krisis iklim di Indonesia.

Dalam lima tahun terakhir, kedua negara tersebut menjadi pembeli utama wood pellet dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Padahal, biomassa ini seringkali berasal dari penebangan hutan alam, bukan hasil rehabilitasi.

Energi Hijau Palsu! Aktivis Desak Jepang dan Korea Hentikan Impor Wood Pellet dari Indonesia. (Dok. Istimewa)
Energi Hijau Palsu! Aktivis Desak Jepang dan Korea Hentikan Impor Wood Pellet dari Indonesia. (Dok. Istimewa)

Akibatnya, jutaan hektar hutan yang seharusnya menyerap karbon justru menjadi sumber emisi baru.

“Hutan Indonesia bukan bahan bakar kalian, wahai warga Jepang dan Korea.Setop impor wood pellet dari Indonesia dan hentikan pengrusakan hutan di negara Indonesia,” tegas Tsabit Khairul Auni, Koordinator Aksi Forest Watch Indonesia (FWI), dalam aksi damai di depan Kedutaan Besar Jepang, Jakarta (20/10).

Selain merusak lingkungan, praktik impor wood pellet ini juga melanggar prinsip keadilan iklim. Ketika Jepang dan Korea menghitung emisinya nol, negara produsen seperti Indonesia menanggung beban deforestasi dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Investigasi FWI menunjukkan lebih dari 80 persen wood pellet diekspor dari hasil deforestasi hutan alam.

Menjawab situasi tersebut, para aktivis dari berbagai organisasi lingkungan menggelar aksi serentak di depan Kedubes Jepang dan Korea Selatan, bersamaan dengan peringatan International Day of Action on Biomass.

Mereka menuntut agar pemerintah kedua negara menghentikan impor wood pellet dari Indonesia, mencabut subsidi energi berbasis biomassa, serta mendorong transisi energi yang benar-benar bersih dan berkeadilan.

“Kami menuntut agar kedua negara segera menghentikan praktik ini dan beralih pada energi terbarukan yang benar-benar bersih, meninggalkan batu bara dan tidak merusak ekosistem di belahan bumi manapun,” tegas Satrio Manggala dari Biomass Action Network.

Seruan ini menjadi pengingat bahwa tanpa keadilan bagi hutan, transisi energi hanya akan menjadi wajah baru dari eksploitasi global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi River Clean Up di Bali

Aksi River Clean Up di Bali

Foto | Senin, 20 Oktober 2025 | 19:31 WIB

3 Kerugian bagi Indonesia Jika Gabung Jepang Membentuk Federasi Tandingan AFC

3 Kerugian bagi Indonesia Jika Gabung Jepang Membentuk Federasi Tandingan AFC

Bola | Senin, 20 Oktober 2025 | 20:00 WIB

3 Keuntungan Bagi Indonesia Jika Gabung Jepang Bentuk Federasi Tandingan AFC

3 Keuntungan Bagi Indonesia Jika Gabung Jepang Bentuk Federasi Tandingan AFC

Bola | Senin, 20 Oktober 2025 | 21:00 WIB

Terkini

Sikat 1,5 Ton Bahan Narkoba, Pemasok Laboratorium 'Pil Jin' Semarang Diringkus di Cakung!

Sikat 1,5 Ton Bahan Narkoba, Pemasok Laboratorium 'Pil Jin' Semarang Diringkus di Cakung!

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 21:37 WIB

IKA Perikanan Unhas: Nelayan Harus Dilibatkan Sistematis dalam Penyelamatan Laut

IKA Perikanan Unhas: Nelayan Harus Dilibatkan Sistematis dalam Penyelamatan Laut

Sulsel | Minggu, 19 Juli 2026 | 21:31 WIB

Digembleng dengan Intensitas Tinggi di Bali, Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan di Piala AFF 2026

Digembleng dengan Intensitas Tinggi di Bali, Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan di Piala AFF 2026

Video | Minggu, 19 Juli 2026 | 21:15 WIB

AS dan Iran Saling Gempur 8 Malam Berturut-turut, Harga Minyak Melonjak Tajam!

AS dan Iran Saling Gempur 8 Malam Berturut-turut, Harga Minyak Melonjak Tajam!

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 20:40 WIB

Mengapa Produk 'Tanpa Bahan Kimia' Kini Jadi Ladang Bisnis Menjanjikan

Mengapa Produk 'Tanpa Bahan Kimia' Kini Jadi Ladang Bisnis Menjanjikan

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 20:33 WIB

Prediksi Pencetak Gol Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina

Prediksi Pencetak Gol Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina

Sulsel | Minggu, 19 Juli 2026 | 20:21 WIB

Perseteruan Wakil Rakyat, Polda Riau Turun Tangan Periksa CCTV

Perseteruan Wakil Rakyat, Polda Riau Turun Tangan Periksa CCTV

Riau | Minggu, 19 Juli 2026 | 20:19 WIB

Keciduk CCTV! Pria di Tambora Gasak Motor Teknisi WiFi yang Kuncinya Tergantung Demi Biaya Hidup

Keciduk CCTV! Pria di Tambora Gasak Motor Teknisi WiFi yang Kuncinya Tergantung Demi Biaya Hidup

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 20:15 WIB

Analisis Taktik Mendalam Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina

Analisis Taktik Mendalam Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina

Sulsel | Minggu, 19 Juli 2026 | 20:09 WIB

Beri Kail Bukan Ikan: Inspirasi Cinta Laura Biayai Kuliah Asisten Pribadinya

Beri Kail Bukan Ikan: Inspirasi Cinta Laura Biayai Kuliah Asisten Pribadinya

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 20:05 WIB

×