Gebrakan Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren Langsung Tuai Pro Kontra

Yohanes Endra | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 23 Oktober 2025 | 19:38 WIB
Gebrakan Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren Langsung Tuai Pro Kontra
Menag Nasaruddin Umar saat membuka rangkaian Hari Santri 2025 di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Senin (22/9/2025). [Dok. Kemenag]
  • Pemerintah Prabowo resmi membentuk Direktorat Jenderal Pesantren.

  • Kebijakan ini langsung menuai perdebatan pro dan kontra.

  • Kritik soal keadilan vs dukungan untuk standardisasi pesantren.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto lewat Kementerian Agama membuat gebrakan baru tepat di Hari Santri pada Rabu 22 Oktober 2025.

Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi mengumumkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan lampu hijau untuk pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren.

Nasaruddin Umar mengatakan persetujuan ini sudah ertuang dalam surat Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi nomor B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025.

Menurutnya, Ditjen ini akan menjadi perangkat pemerintah yang bertugas mengkonsolidasikan pesantren secara nasional.

Tujuannya adalah agar pendataan, bantuan, dan program pemerintah untuk pesantren bisa lebih terkoordinasi dan tepat sasaran.

Kebijakan ini juga dianggap penting karena fungsi pesantren tak hanya sebatas pendidikan, melainkan juga mencakup dakwah dan pemberdayaan masyarakat, sesuai amanat UU Nomor 18 Tahun 2019.

Meski bertujuan baik dilansir dari X, kebijakan ini tak luput dari kritik pedas warganet.

Banyak yang mempertanyakan fokus Kementerian Agama yang dinilai terlalu condong pada satu agama, sementara Indonesia memiliki enam agama resmi.

Selain isu keberpihakan, urgensi pembentukan Ditjen ini juga dipertanyakan, karena mereka menilai pemerintah seharusnya lebih fokus pada masalah mendesak seperti kemiskinan dan pengangguran.

"Ini menteri agama cuman ngurusin 1 agama doang? Sedangkan di Indonesia ini ada 5 agama resmi loh. Dia belajar mengenai jadi pemimpin harus adil kah? Sebagai muslim malu banget jujur," sentil akun @asiandol**.

"Dikira agama di Indonesia cuman 1 doang?" timpal akun @kawai**.

"Aduh ampun, fungsinya apa? Gua rasa ini gak penting sama sekali juga. Masih banyak yang perlu dilakuin buat memajukan Indonesia ini. Utamanya adalah sejahterain dulu noh rakyat lo," tulis akun @papifen**.

Kendati demikian, tidak sedikit pula yang menyambut baik kebijakan ini.

Mereka melihat ini sebagai langkah positif untuk standardisasi dan peningkatan kualitas pendidikan di pondok pesantren.

Bahkan, ada yang memberikan informasi bahwa ini bukanlah pembentukan lembaga baru dari nol, melainkan peningkatan status dari yang sebelumnya hanya setingkat direktorat.

"Kalau ini gue sepakat. Dengan demikian akan ada standarisasi metode pendidikan di ponpes. Mudah-mudahan kerjasama dengan dinas pendidikan agar gak sekena-kenanya mendidik santri," kata akun @theroadin**.

"Sebenarnya di Kemenag udah ada guys Direktorat Pesantren, di bawah Direktorat Jendral Pendidikan Islam. Sekarang mau dinaikkan jadi direktorat jenderal baru, jadi setara dengan ditjen bimas Kristen, Katolik, Hindu dan sebagainya," jelas akun @muamar**.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa CEO Danone Indonesia? Bakal Dipanggil DPR RI Gegara Polemik Air Sumur Bor Aqua

Siapa CEO Danone Indonesia? Bakal Dipanggil DPR RI Gegara Polemik Air Sumur Bor Aqua

Lifestyle | Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:28 WIB

Pabrik AQUA di Mana? Disidak KDM dan Diduga Bohong soal Sumber Air Pegunungan

Pabrik AQUA di Mana? Disidak KDM dan Diduga Bohong soal Sumber Air Pegunungan

Lifestyle | Kamis, 23 Oktober 2025 | 17:49 WIB

Prabowo dan Lula da SilvaBertemu, Intip Jamuan Istana hingga Kesepakatan RI-Brasil

Prabowo dan Lula da SilvaBertemu, Intip Jamuan Istana hingga Kesepakatan RI-Brasil

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 17:33 WIB

Menguak Asal-usul Air Mineral Aqua, yang Disorot Imbas Konten Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Menguak Asal-usul Air Mineral Aqua, yang Disorot Imbas Konten Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:10 WIB

Rapor 1 Tahun Prabowo Versi LSI: Ekonomi Jeblok, 5 Sektor Lain Lolos, Hubungan Internasional Juara

Rapor 1 Tahun Prabowo Versi LSI: Ekonomi Jeblok, 5 Sektor Lain Lolos, Hubungan Internasional Juara

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 16:25 WIB

Survei Mengungkap: Program MBG Tuai Kekecewaan Tinggi, Publik Desak Evaluasi

Survei Mengungkap: Program MBG Tuai Kekecewaan Tinggi, Publik Desak Evaluasi

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 15:18 WIB

Terkini

Puan ke Pemerintah: Rakyat Kecil Jangan Sampai Menanggung Dampak Krisis Global

Puan ke Pemerintah: Rakyat Kecil Jangan Sampai Menanggung Dampak Krisis Global

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:06 WIB

Jerit Ibu di Meksiko: Anak Kami Dihilangkan, Kalian Berpesta Piala Dunia 2026

Jerit Ibu di Meksiko: Anak Kami Dihilangkan, Kalian Berpesta Piala Dunia 2026

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:53 WIB

Buka Masa Sidang, Puan Langsung Beri Penghormatan untuk Korban Kecelakaan Transportasi

Buka Masa Sidang, Puan Langsung Beri Penghormatan untuk Korban Kecelakaan Transportasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:45 WIB

Puan Maharani Buka Masa Sidang V DPR RI, Bahas RUU Strategis hingga Aspirasi Buruh

Puan Maharani Buka Masa Sidang V DPR RI, Bahas RUU Strategis hingga Aspirasi Buruh

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:38 WIB

RTM di Bappenas, Luhut Apresiasi Kinerja Kemensos Integrasikan Data dan Digitalisasi Bansos

RTM di Bappenas, Luhut Apresiasi Kinerja Kemensos Integrasikan Data dan Digitalisasi Bansos

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:32 WIB

Raup Rp3,5 Miliar tapi Cuma Setor Rp711 Juta? Stafsus Pramono Buka Suara soal Parkir Blok M Square

Raup Rp3,5 Miliar tapi Cuma Setor Rp711 Juta? Stafsus Pramono Buka Suara soal Parkir Blok M Square

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:19 WIB

Kemensos dan Kementerian PKP Renovasi 10 Ribu Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos dan Kementerian PKP Renovasi 10 Ribu Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:19 WIB

Bandara Soetta Perketat Pengawasan Penumpang dari 4 Negara Antisipasi Hantavirus

Bandara Soetta Perketat Pengawasan Penumpang dari 4 Negara Antisipasi Hantavirus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:04 WIB

Fraksi Gerindra DPR: Juri LCC Empat Pilar Harus Minta Maaf ke Ocha

Fraksi Gerindra DPR: Juri LCC Empat Pilar Harus Minta Maaf ke Ocha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:00 WIB

Bongkar Skandal Kuota Haji: KPK Endus Aliran Dana Rahasia dari Travel ke Oknum Kemenag!

Bongkar Skandal Kuota Haji: KPK Endus Aliran Dana Rahasia dari Travel ke Oknum Kemenag!

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:57 WIB