PVRI: Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Tanda Kembalinya Bayang-Bayang Orde Baru?

Vania Rossa, Faqih Fathurrahman

Senin, 27 Oktober 2025 | 07:09 WIB
PVRI: Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Tanda Kembalinya Bayang-Bayang Orde Baru?
Ilustrasi aktivis Kamisan membawa foto Presiden kedua RI Soeharto. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Public Virtue Research Institute (PVRI) menilai rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto menjadi simbol kembalinya otoritarianisme ala Orde Baru.
  • Direktur Eksekutif PVRI, Muhammad Naziful Haq, menyebut langkah itu berpotensi memutihkan sejarah dan memperlemah demokrasi yang sudah tergerus oleh militerisme serta aliansi oligarki.
  • PVRI juga mengingatkan bahwa pencantuman nama Soeharto di antara figur demokratis seperti Gus Dur dan Marsinah bisa menjadi bagian dari politik kompromi dan pengkultusan individu.

Suara.com - Lembaga kajian demokrasi dan kebajikan publik Public Virtue Research Institute (PVRI) menanggapi soal rencana penetapan mantan Presiden kedua Soeharto sebagai pahlawan nasional akan melengkapi segala fenomena kembalinya otoritarianisme orde baru.

PVRI menganggap pemberian gelar pahlawan nasional bagi Soeharto tidak terpisah dari meningkatnya militerisme dan pembungkaman suara kritis saat ini.

Direktur Eksekutif PVRI, Muhammad Naziful Haq, mengatakan, dengan dijadikannya Soeharto sebagai pahlawan nasional, maka menandakan kembalinya babak baru otoritarianisme di Indonesia.

Sehingga, kata pria yang akrab disapa Nazif ini, jika terjadi otoritarianisme, tidak saja telah mengkooptasi struktur pemerintahan. Tapi juga sedang berupaya memutihkan sejarah sebagai basis legitimasinya.

“Demokrasi kita telah mengalami erosi yang besar dengan kembalinya militerisme. Ruang publik dan oposisi kian melemah dengan terbentuknya aliansi ormas agama dan oligarki,” kata Nazif, dalam keterangannya, Minggu (26/10/2025).

“Situasi saat ini butuh figur yang punya makna demokrasi dan reformasi yang bersejarah. Soeharto bukan bukan nominasi yang tepat. Secara historis, ia adalah bagian dari otoritarianisme masa lalu yang mengkhianati cita-cita kemerdekaan,” imbuhnya.

Nazif juga menilai dari 40 nama yang masuk nominasi, 10 di antaranya berlatar belakang militer, termasuk Soeharto. Sementara 11 lainnya berlatar elit agama, 19 sisanya berasal dari berbagai latar.

“Artinya, militer dan elit agama memperoleh masing-masing seperempat dari total keseluruhan,” katanya.

Nominasi nama-nama pahlawan tersebut, menurut Nazif, tidak lepas dari politik pengkultusan individu.

baca juga

“Namun di sisi lain mencerminkan kompromi antara aktor penguasa dan kelompok agama yang sedang diakomodasi,” ujarnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, hal ini jelas bukan preseden yang positif bagi iklim demokrasi di Indonesia lantaran struktur maupun simboliknya telah mengayun ke arah otoritarianisme.

Sementara itu, peneliti PVRI, Alva Maldini, menjelaskan bahwa nama Marsinah dan Gus Dur memang masuk dalam nominasi itu sebagai representasi kelompok buruh dan ikon demokrasi.

“Namun ketika dua nama ini bersanding dengan nama Soeharto dalam situasi militerisme dan menyempitnya ruang sipil, ada risiko dua nama ini menjadi apologi untuk situasi saat ini atau bahkan tukar guling politik,” katanya.

PVRI mencatat, demokrasi Indonesia saat ini semakin menghadapi ancaman. Bukan hanya ruang publik menyempit, tapi juga oposisi melenyap dan pemilu tak lagi berintegritas.

Ancaman pada demokrasi Indonesia juga kini semakin nyata dengan meluasnya peranan militer di pemerintahan sipil.

“Ini ditambah dengan rencana pemberian gelar pahlawan nasional untuk Presiden Suharto,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Apa Hebatnya Soeharto?' Sentilan Keras Politisi PDIP Soal Pemberian Gelar Pahlawan

'Apa Hebatnya Soeharto?' Sentilan Keras Politisi PDIP Soal Pemberian Gelar Pahlawan

News | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 20:27 WIB

Usulan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Dikritik, Mensos Gus Ipul: Itu Bukan Keputusan Saya Pribadi

Usulan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Dikritik, Mensos Gus Ipul: Itu Bukan Keputusan Saya Pribadi

News | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 18:20 WIB

Wacana Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Ketua MPR: Tunggu Keputusan Presiden!

Wacana Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Ketua MPR: Tunggu Keputusan Presiden!

News | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 18:12 WIB

Terkini

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×