Septian Seto Kupas Masalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Bukan Jebakan Utang, Tapi...

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 28 Oktober 2025 | 10:45 WIB
Septian Seto Kupas Masalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Bukan Jebakan Utang, Tapi...
Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Perbedaan mendasar antara proposal Jepang dan China, potensi masalah pada skema bisnis Transit Oriented Development (TOD).
  • Setelah menjelaskan struktur pendanaan, Seto juga menyoroti sisi bisnis proyek yang dianggap belum matang sejak awal, yakni sektor TOD.
  • Kerugian kurs menjadi salah satu penyebab utama tekanan finansial proyek. 

Suara.com - Sekretaris Eksekutif Dewan Ekonomi Nasional, Septian Hario Seto, membeberkan duduk perkara di balik tarik ulur proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB).

Ia menjelaskan perbedaan mendasar antara proposal Jepang dan China, potensi masalah pada skema bisnis Transit Oriented Development (TOD), hingga dampak kerugian kurs terhadap keuangan proyek.

Dalam penjelasannya, Seto menegaskan bahwa isu “jebakan utang” yang ramai di publik tidak sepenuhnya tepat, melainkan persoalan pada struktur pembiayaan dan proyeksi penumpang yang terlalu optimistis.

Penegasan ini menjadi kunci untuk memahami bagaimana data proyeksi tersebut muncul, serta bagaimana perbedaannya bisa berdampak pada keputusan politik dan finansial di tingkat nasional yang dijelaskan Septian Hario Seto pada akun YouTube Prof Rhenald Kasali, dikutip Senin (27/10/2025).

Setelah menjelaskan struktur pendanaan, Seto juga menyoroti sisi bisnis proyek yang dianggap belum matang sejak awal, yakni sektor TOD.

Menurut penjelasan itu, Jepang mengajukan model pendanaan berbasis pinjaman pemerintah, sehingga proyek menjadi milik negara dan pembayarannya melalui APBN.

“Yang utama adalah waktu itu Jepang mau membiayai proyek ini kalau pinjamannya itu ke negara, ke pemerintah. Jadi ini milik pemerintah Indonesia. Pembayaran utang menggunakan APBN secara langsung,” jelasnya.

Sedangkan skema China kata dia, bersifat business-to-business (B2B), di mana pinjaman diberikan kepada perusahaan joint venture, yakni KCIC, dengan porsi kepemilikan 60% Indonesia dan 40% China.

TOD digadang-gadang sebagai pilar bisnis non tiket yang akan menopang keuntungan jangka panjang. Namun dalam evaluasinya, narasumber menyoroti ketidakjelasan dalam pembagian investasi dan model bagi hasil.

baca juga

“Waktu mengevaluasi proposal itu sempat melihat loh kok TOD ada kontribusi revenue-nya, tapi investment-nya siapa yang melakukan, terus bagaimana model revenue sharing, itu nggak ada. Jadi angkanya tuh kayak muncul gitu. Saya udah notice waktu itu, eh ini potensinya akan bermasalah,” ungkapnya.

Kenyataannya, realisasi jumlah penumpang jauh di bawah proyeksi awal. Kajian konsultan pada 2022 memperkirakan hanya 29–31 ribu penumpang per hari, sedangkan data realisasi menunjukkan sekitar 18 ribu per hari.

Tak hanya soal penumpang, proyek KCJB juga menghadapi lonjakan biaya. Hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bahkan mencatat angka lebih tinggi dari yang dinegosiasikan.

“Waktu itu kita meminta BPKP untuk melakukan audit, dari BPKP sebenarnya angkanya agak lebih tinggi. Sekitar 1,44 miliar dolar,” kata Seto.

“Namun setelah negosiasi dengan pihak China, cost overrun disepakati menjadi sekitar 1,2 miliar,” tambahnya.

Untuk mencegah penyimpangan, BPKP dilibatkan dalam pengawasan penggunaan dana tambahan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Babak Baru Skandal Whoosh: Pakar Hukum Desak KPK 'Seret' Jokowi ke Meja Pemeriksaan

Babak Baru Skandal Whoosh: Pakar Hukum Desak KPK 'Seret' Jokowi ke Meja Pemeriksaan

News | Senin, 27 Oktober 2025 | 22:47 WIB

KCIC Siap Bekerja Sama dengan KPK soal Dugaan Mark Up Anggaran Proyek Kereta Cepat Whoosh

KCIC Siap Bekerja Sama dengan KPK soal Dugaan Mark Up Anggaran Proyek Kereta Cepat Whoosh

News | Senin, 27 Oktober 2025 | 21:56 WIB

Penyelidikan Kasus Whoosh Sudah Hampir Setahun, KPK Klaim Tak Ada Kendala

Penyelidikan Kasus Whoosh Sudah Hampir Setahun, KPK Klaim Tak Ada Kendala

News | Senin, 27 Oktober 2025 | 19:52 WIB

KPK Pastikan Korupsi Whoosh Masuk Penyelidikan, Dugaan Mark Up Gila-gilaan 3 Kali Lipat Diusut!

KPK Pastikan Korupsi Whoosh Masuk Penyelidikan, Dugaan Mark Up Gila-gilaan 3 Kali Lipat Diusut!

News | Senin, 27 Oktober 2025 | 17:53 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×