Kekerasan hingga Penipuan Daring, KemenPPPA Soroti Kerentanan Perempuan di Dunia Nyata dan Digital

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 28 Oktober 2025 | 12:23 WIB
Kekerasan hingga Penipuan Daring, KemenPPPA Soroti Kerentanan Perempuan di Dunia Nyata dan Digital
ilustrasi kekerasan pada perempuan. (freepik)
  • KemenPPPA melaporkan 25.627 kasus kekerasan dengan 27.325 korban dalam setahun terakhir, menunjukkan masalah sistemik yang masih mengakar.
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan komitmen memperkuat pencegahan lewat kolaborasi lintas sektor dan peluncuran program Ruang Bersama Indonesia untuk memulihkan solidaritas sosial di masyarakat.
  • Selain itu, KemenPPPA juga menyoroti maraknya penipuan daring yang menimpa perempuan dan menegaskan pentingnya literasi digital sebagai bentuk perlindungan baru.

Suara.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat ada 25.627 kasus kekerasan dengan 27.325 korban dalam setahun terakhir. Angka tersebut dihimpun melalui sistem informasi daring Simfoni PPA, yang merekam laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak di seluruh Indonesia.

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengakui bahwa selama ini pihaknya lebih banyak bertindak sebagai “pemadam kebakaran” atau baru bertindak usai adanya pengaduan kasus. Ia menegaskan, ke depan KemenPPPA akan memperkuat upaya pencegahan di tingkat hulu agar kekerasan tidak terus berulang.

“Jadi, persis setahun ini kami mendapati bahwa selama setahun ini kami lebih banyak menjadi pemadam kebakaran. Tahun depan, kami tidak ingin hanya menjadi pemadam kebakaran,” kata Arifah dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (27/10/2025).

Arifah mengatakan, tingginya angka kekerasan menunjukkan masalah yang bersifat sistemik. Di media, kasus serupa bahkan bisa muncul lebih dari 10 kasus per hari. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menghentikan siklus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Saat ini kami melakukan pemenuhan hak anak dan perempuan untuk mendapatkan perlindungan. Tahun selanjutnya, kami sudah merencanakan untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk media, kementerian/lembaga, organisasi masyarakat, serta mitra-mitra lainnya,” ujar Arifah.

Menurutnya, KemenPPPA telah mengidentifikasi lima faktor utama penyebab kekerasan, yakni faktor ekonomi, pola asuh keluarga, pengaruh gawai dan media sosial, lingkungan, serta budaya, terutama praktik perkawinan anak yang disebut menjadi akar kekerasan dan kemiskinan struktural.

Sebagai langkah pencegahan, KemenPPPA meluncurkan program Ruang Bersama Indonesia (RBI). Program ini diarahkan untuk memperkuat solidaritas sosial di tingkat komunitas dan menghidupkan kembali nilai kebersamaan yang dinilai mulai luntur akibat pengaruh teknologi.

“Kami melihat hubungan antaranggota masyarakat sudah semakin berjarak karena pengaruh gawai. Kebersamaan untuk membangun solidaritas sudah semakin menjauh di lingkungan masyarakat kita. Harapannya, melalui program ini kita bisa mengikat kembali rasa solidaritas, persaudaraan di tingkat desa,” ujar Arifah.

Sementara itu, Deputi Perlindungan Hak Perempuan KemenPPPA Desy Andriani menyoroti meningkatnya kasus penipuan daring yang menimpa perempuan, termasuk mereka yang berpendidikan tinggi dan mapan secara ekonomi.

Menurut Desy, fenomena ini menegaskan bahwa kejahatan digital tidak lagi hanya menyasar kelompok ekonomi lemah, melainkan juga perempuan dengan posisi sosial yang relatif kuat.

“Ini menjadi keprihatinan kami, karena perempuan dalam konteks ini bisa dikatakan rentan dan perlu penguatan. Kami akan terus memberikan pendampingan serta literasi digital agar perempuan tidak menjadi korban-korban berikutnya,” kata Desy.

KemenPPPA menilai, upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak tidak bisa lagi sekadar menunggu laporan masuk. Diperlukan sistem yang terintegrasi, berbasis data, serta pendekatan sosial dan digital yang adaptif agar perlindungan dapat berjalan lebih efektif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesantren Aman, Santri Nyaman! Kemenag Bentuk Satgas Anti Kekerasan

Pesantren Aman, Santri Nyaman! Kemenag Bentuk Satgas Anti Kekerasan

Your Say | Senin, 27 Oktober 2025 | 19:46 WIB

Kemenag Bentuk Satgas Tangani Kekerasan, Perkuat Komitmen Wujudkan Pesantren Ramah Anak

Kemenag Bentuk Satgas Tangani Kekerasan, Perkuat Komitmen Wujudkan Pesantren Ramah Anak

News | Minggu, 26 Oktober 2025 | 11:53 WIB

Kemen PPPA: Kasus Kekerasan Santri di Malang Tunjukkan Lemahnya Perlindungan Anak di Pesantren

Kemen PPPA: Kasus Kekerasan Santri di Malang Tunjukkan Lemahnya Perlindungan Anak di Pesantren

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:15 WIB

Terkini

Amankan Gedung SMA-SMK Triguna Utama, UIN Syahid Jakarta Selamatkan Aset Negara

Amankan Gedung SMA-SMK Triguna Utama, UIN Syahid Jakarta Selamatkan Aset Negara

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:52 WIB

DKI Siaga Cuaca Panas Ekstrem, 31 RS dan Ratusan Puskesmas Antisipasi Heat Stroke

DKI Siaga Cuaca Panas Ekstrem, 31 RS dan Ratusan Puskesmas Antisipasi Heat Stroke

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:45 WIB

Pakar Kesehatan Ingatkan Pemudik Waspadai Heat Stress dan Polusi di Jalur Mudik

Pakar Kesehatan Ingatkan Pemudik Waspadai Heat Stress dan Polusi di Jalur Mudik

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:43 WIB

Empat Anggota BAIS Tersangka Penyiraman Air Keras, Komisi I DPR Layangkan Teguran Keras

Empat Anggota BAIS Tersangka Penyiraman Air Keras, Komisi I DPR Layangkan Teguran Keras

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:33 WIB

BAIS TNI Terlibat Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Sukamta PKS: Usut Hingga ke Akar!

BAIS TNI Terlibat Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Sukamta PKS: Usut Hingga ke Akar!

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:05 WIB

Waspada 'Serangan Diam-Diam' saat Mudik, Pakar Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke di Perjalanan

Waspada 'Serangan Diam-Diam' saat Mudik, Pakar Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke di Perjalanan

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:54 WIB

Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri

Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:54 WIB

Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:35 WIB

Gratis! Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka untuk Urai Kepadatan Arah Jakarta

Gratis! Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka untuk Urai Kepadatan Arah Jakarta

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:32 WIB

AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini

AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:27 WIB