Tak Ingin Insiden SMA 72 Terulang, Gubernur Pramono Tegaskan Setop Praktik Bullying di Sekolah

Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 11 November 2025 | 05:13 WIB
Tak Ingin Insiden SMA 72 Terulang, Gubernur Pramono Tegaskan Setop Praktik Bullying di Sekolah
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan setop perundungan di sekolah agar insiden seperti yang terjadi di SMA 72 Jakarta jangan sampai terulang lagi. [ANTARA/Lifia Mawaddah Putri]
  • Gubernur DKI Pramono Anung menegaskan pentingnya menghentikan perundungan demi keamanan siswa di sekolah.
  • Pemprov DKI fokus pada pemulihan psikologis siswa dan pengawasan ketat terhadap kegiatan belajar pascakejadian.
  • Sejumlah 30 korban masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit: 14 di RSIJ Cempaka Putih, 15 di RS Yarsi, dan 1 di RS Pertamina Jaya.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa kejadian ledakan yang terjadi di SMA 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025) menjadi alarm keras bagi seluruh sekolah di ibu kota untuk memperketat pengawasan dan menghentikan praktik perundungan.

Pramono menekankan bahwa perundungan tidak boleh terjadi kembali dalam lingkungan Pendidikan.

"Yang paling utama, yang bersifat perundungan atau bullying tidak boleh terulang kembali karena ini bisa menjadi motivasi atau pemicu," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/11/2025).

Menurut Pramono, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menunggu hasil investigasi resmi dari kepolisian mengenai penyebab pasti ledakan.

Ia menegaskan bahwa Pemprov tidak akan berspekulasi sebelum ada hasil penyelidikan final.

"Sampai hari ini, karena ini yang berwenang sepenuhnya adalah kepolisian, mari kita tunggu bersama-sama apa yang sebenarnya terjadi. Jadi untuk itu saya tidak komentar, tetapi sekali lagi kita tunggu apa yang menjadi temuan yang sebenarnya," ujarnya.

Pasca kejadian, Dinas Pendidikan DKI Jakarta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan belajar di SMAN 72, termasuk pengawasan barang bawaan siswa dan upaya mencegah potensi perundungan yang berujung kekerasan.

Sebagai langkah sementara, kegiatan belajar di sekolah tersebut dialihkan menjadi pembelajaran daring hingga kondisi dinyatakan aman.

"Memang hari ini dibutuhkan untuk (belajar) daring. Hari ini kita izinkan (siswa SMAN 72 Jakarta) untuk (belajar) daring," ucap Pramono.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI, Nahdiana menyebutkan bahwa fokus utama saat ini berfokus pada pemulihan mental siswa.

Ia menjelaskan bahwa selama proses daring, kegiatan belajar akan dikemas lebih interaktif agar siswa merasa aman dan terhubung kembali dengan lingkungan sekolah.

"Pembelajaran akan difokuskan pada proses pemulihan dan persiapan mental siswa sebelum kembali ke sekolah. Pembelajaran di kelas nantinya akan diisi oleh wali kelas dan psikolog dengan pembelajaran yang dikemas dengan memberikan ruang interaksi lebih dekat, seperti olahraga dan seni, agar anak-anak dapat pulih dan kembali merasa aman," kata Nahdiana.

Ia menambahkan, sebelum pembelajaran tatap muka dimulai, pihak sekolah akan mengundang orang tua siswa untuk memahami proses pemulihan yang dilakukan bersama psikolog dan unsur wilayah setempat.

"Saat ini, para petugas dari Dinas Kesehatan dan Dinas PPAPP telah berjaga di lokasi untuk memastikan pendampingan berjalan baik," tutur Nahdiana.

Suasana SMA 72 Jakarta saat penyelidikan dilakukan oleh kepolisian di kawasan tersebut pada Jumat (7/11/2025). [Suara.com/Faqih]
Suasana SMA 72 Jakarta saat penyelidikan dilakukan oleh kepolisian di kawasan tersebut pada Jumat (7/11/2025). [Suara.com/Faqih]

Berdasarkan data Pemprov DKI, sejumlah 30 korban masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit: 14 di RSIJ Cempaka Putih, 15 di RS Yarsi, dan 1 di RS Pertamina Jaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap! Terduga Pelaku Bom SMA 72 Jakarta Bertindak Sendiri, Polisi Dalami Latar Belakang

Terungkap! Terduga Pelaku Bom SMA 72 Jakarta Bertindak Sendiri, Polisi Dalami Latar Belakang

News | Senin, 10 November 2025 | 22:30 WIB

Dari Kelapa Gading ke Senayan: Ledakan SMA 72 Jakarta Picu Perdebatan Pemblokiran Game Kekerasan

Dari Kelapa Gading ke Senayan: Ledakan SMA 72 Jakarta Picu Perdebatan Pemblokiran Game Kekerasan

News | Senin, 10 November 2025 | 22:30 WIB

Kondisi FN Membaik Pasca Operasi, Polisi Siap Korek Motif Ledakan Bom di SMA 72 Jakarta Besok

Kondisi FN Membaik Pasca Operasi, Polisi Siap Korek Motif Ledakan Bom di SMA 72 Jakarta Besok

News | Senin, 10 November 2025 | 20:08 WIB

Terkini

Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai

Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:47 WIB

Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot

Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:39 WIB

Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top

Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:38 WIB

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:37 WIB

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:29 WIB

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:25 WIB

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:24 WIB

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:14 WIB

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB