-
Roy Suryo akan penuhi panggilan polisi, samakan perjuangannya dengan perlawanan Pangeran Diponegoro.
-
Ia menegaskan status tersangka tidak akan menghentikan langkahnya dan ini awal perjuangan besar.
-
Roy Suryo membantah keras tuduhan Kapolda Metro Jaya bahwa ia mengedit ijazah Jokowi.
Suara.com - Roy Suryo mengonfirmasi akan penuhi panggilan Polda Metro Jaya setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo.
Dalam pernyataannya, Roy Suryo secara mengejutkan menyamakan perjuangan hukum yang dihadapinya dengan perlawanan Pangeran Diponegoro dua abad silam.
Ia memandang perjuangan yang ia jalani bersama tujuh orang lainnya memiliki semangat yang serupa dengan Perang Jawa yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro pada periode 1825-1830.
"Betul kata Dokter Tifa, 200 tahun yang lalu Pangeran Diponegoro hanya bermodalkan iman, tapi sudah menorehkan sejarah," ujar Roy di Gedung Joang'45, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025).
Roy Suryo dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan perdananya sebagai tersangka besok bersama dengan Tifauzia Tyassuma, yang dikenal sebagai Dokter Tifa, dan Rismon Sianipar di Markas Polda Metro Jaya.
Ia menegaskan bahwa status hukum ini tidak akan menghentikan langkahnya.
“Kami tidak akan diam, kami tidak akan berhenti, karena ini awal dari sebuah perjuangan besar,” tegas Roy.
Dalam kesempatan yang sama, Roy Suryo secara spesifik membantah pernyataan Kapolda Metro Jaya yang sebelumnya menyebut bahwa dirinya melakukan pengeditan terhadap ijazah Jokowi.
“Kami pertanyakan ketika kemarin Pak Metro 1 mengatakan kami melakukan editing terhadap ijazah. Nggak ada satu pun yang melakukan editing terhadap ijazah,” katanya.
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini mengklaim bahwa tindakannya murni didasari oleh keinginan untuk menegakkan nilai-nilai integritas, bukan untuk memprovokasi publik.
“Kami hanya ingin menegakkan kejujuran dan kenegarawanan, tidak lain dari itu,” ujarnya.
Menjelang pemeriksaannya, Roy Suryo juga mengaku telah mendengar adanya potensi provokasi dari pihak tertentu yang berencana hadir di Polda Metro Jaya.
Namun, ia menyatakan tidak akan terpengaruh oleh hal tersebut.
"Kalau ada juga provokasi-provokasi dari provokator, yang rencananya saya dengar juga akan datang. Kami hanya ingin menegakkan kejujuran dan kenegarawanan, tidak lain dari itu," katanya.