- Petugas bersihkan 540 meter kubik sampah kolong tol, usai pelaku pembuangan liar jalani operasi.
- Sudin LH Jakarta Utara pastikan seluruh sampah dikirim ke Bantar Gebang untuk pengelolaan akhir.
- Pemerintah dorong pengawasan ketat TPS liar agar insiden serupa tak kembali terjadi di Jakarta.
Suara.com - Petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara melakukan pembersihan besar-besaran tumpukan sampah di kolong Tol Ir Wiyoto Wiyono, tepatnya di Kawasan RT 06/RW 05 Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok.
Hingga Selasa (11/11/2025), sebanyak 540 meter kubik sampah telah berhasil diangkut dari lokasi tersebut.
Proses pembersihan dilakukan sejak Sabtu (9/11/2025), setelah salah satu terduga pelaku pembuangan sampah ilegal dilaporkan menjalani operasi akibat luka di tangan saat proses evakuasi.
Insiden itu terjadi ketika petugas menertibkan aktivitas pembuangan liar di bawah kolong tol.
Staf Operasional Satuan Pelaksana (Satpel) Lingkungan Hidup Kecamatan Tanjung Priok, Misna Wijaya menjelaskan bahwa pembersihan dilakukan secara intensif menggunakan sejumlah armada pengangkut dan alat berat.
"Sudah kita usahakan semaksimal mungkin dari hari Minggu lalu. Kita targetkan pembersihan tumpukan sampah ini tuntas paling lambat Jumat mendatang," ujarnya.
Menurut Misna, sejak hari Minggu, sekitar 320 meter kubik sampah berhasil dibersihkan.
Sementara pada Senin, jumlah pengangkutan mencapai 220 meter kubik, sehingga total tumpukan yang sebelumnya menggunung sepanjang lebih dari 10 meter kini hanya tersisa sekitar dua meter.
"Hari ini kita targetkan pengangkutan 10 rit atau mencapai 200 meter kubik sampah yang dibersihkan," katanya.
Baca Juga: Awal Mula Gunung Sampah di Kolong Tol Wiyoto Wiyono Hingga Kini Jadi TPS Dadakan
Ia menambahkan bahwa volume sampah di area tersebut bukan hanya berasal dari empat kelurahan sekitar —Sungai Bambu, Warakas, Papanggo, dan Kebon Bawang— tetapi juga akibat aktivitas pembuangan liar dari luar wilayah.
"Usai kolong tol ini bersih, saya akan membuat jadwal, misalnya maksimal jam 16.00 WIB sudah tidak ada yang buang sampah agar armada kami bisa mengangkut semua sampah dan lokasi ini terjaga bersih," ungkapnya.
Misna menegaskan, seluruh sampah yang telah diangkut langsung dibawa ke TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
Ia juga menyerukan peran aktif masyarakat untuk mencegah kolong tol kembali menjadi titik penumpukan baru.
"Saya juga meminta dukungan dari pihak kelurahan, kecamatan, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lokasi ini agar tetap bersih. Sebab, selama ini petugas kami sudah rutin melakukan pengangkutan sampah," tegasnya.
Sementara itu, Warga RW 05 Kelurahan Sungai Bambu, Suyitno mengatakan bahwa kolong tol tersebut sudah menjadi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) sejak dua dekade lalu.