DPR-Kemdiktisaintek Kolaborasi Ciptakan Kampus Aman, Beradab dan Bebas Kekerasan di Sulteng

Bangun Santoso

Rabu, 19 November 2025 | 21:32 WIB
DPR-Kemdiktisaintek Kolaborasi Ciptakan Kampus Aman, Beradab dan Bebas Kekerasan di Sulteng
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai NasDem Dapil Sulawesi Tengah, Dr. Hj. Nilam Sari Lawira, SP., MP. (Ist)
baca 10 detik
  • Komisi X DPR RI dan Kemdiktisaintek secara aktif turun ke tiga universitas di Sulawesi Tengah untuk memastikan implementasi peraturan anti-kekerasan (PPKPT) berjalan efektif
  • Fokus utama program ini adalah membentuk Satgas PPKPT yang tidak hanya pasif menunggu laporan, tetapi aktif melakukan edukasi dan membangun sistem pelaporan yang berpihak pada korban
  • Gerakan kampus aman di Sulteng diperkuat dengan integrasi nilai-nilai kearifan lokal Sintuwu Maroso dan Nosarara Nosabatutu untuk menciptakan budaya kampus yang solid dan inklusif

Suara.com - Sebuah langkah progresif untuk menciptakan iklim pendidikan yang aman, beradab, dan bebas dari segala bentuk kekerasan tengah digalakkan di Sulawesi Tengah. Melalui kolaborasi strategis, Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek RI) memulai babak baru dalam perlindungan mahasiswa dengan menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT).

Inisiatif penting ini menyasar tiga pilar pendidikan tinggi di Sulteng, yaitu Universitas Muhammadiyah Palu (17 November 2025), Universitas Tadulako (18 November 2025), dan Universitas Al Khairat (19 November 2025).

Tujuannya, mempercepat implementasi Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 sebagai payung hukum yang melindungi seluruh civitas akademika dari kekerasan seksual, fisik, psikis, perundungan, hingga kekerasan berbasis kebijakan.

Anggota Komisi X DPR RI dari Dapil Sulawesi Tengah, Dr. Hj. Nilam Sari Lawira, SP., MP, yang hadir secara daring, menyuarakan optimisme dan komitmen kuat terhadap gerakan ini.

Menurutnya, memastikan keamanan di lingkungan pendidikan adalah tanggung jawab negara yang tidak bisa ditawar.

“Negara harus hadir memastikan kampus menjadi ruang aman, bukan ruang trauma. Program PPKPT bukan hanya sekadar regulasi administrasi, tetapi merupakan komitmen kemanusiaan dan perlindungan terhadap mahasiswa serta civitas akademika secara menyeluruh,” ujarnya.

Lebih dari sekadar formalitas, program ini dirancang untuk membangun sebuah ekosistem kampus yang suportif.

Nilam Sari Lawira menekankan bahwa Satuan Tugas (Satgas) PPKPT yang akan dibentuk di setiap kampus harus menjadi garda terdepan yang proaktif, bukan sekadar lembaga reaktif yang menunggu laporan.

“Kita ingin Satgas PPKPT tidak hanya menerima laporan, tetapi aktif melakukan edukasi, membangun sistem pelaporan yang aman, berpihak pada korban, dan mampu menciptakan budaya kampus yang manusiawi dan beradab,” tambahnya.

baca juga

Uniknya, gerakan ini juga mengakar pada kearifan lokal. Nilam Sari Lawira mengajak seluruh elemen kampus untuk mengintegrasikan nilai-nilai luhur Sulawesi Tengah seperti Sintuwu Maroso (bersatu kita kuat) dan Nosarara Nosabatutu (kita bersaudara, kita bersatu).

Falsafah ini diyakini menjadi kekuatan sosial yang ampuh untuk membangun lingkungan akademik yang inklusif dan saling menjaga.

“Kekerasan hanya bisa dicegah jika seluruh unsur kampus bergerak: pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa, dan semua elemen komunitas akademik,” ungkap Nilam.

Melalui rangkaian sosialisasi ini, harapan besar disematkan agar perguruan tinggi di Sulawesi Tengah dapat menjadi model percontohan nasional dalam implementasi PPKPT.

Sebuah bukti bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai pencetak intelektual, tetapi juga sebagai kawah candradimuka yang membentuk manusia unggul yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesan Menteri Brian ke Kampus: Jangan Hitungan Bantu Anak Tak Mampu, Tak akan Bangkrut!

Pesan Menteri Brian ke Kampus: Jangan Hitungan Bantu Anak Tak Mampu, Tak akan Bangkrut!

News | Rabu, 19 November 2025 | 19:26 WIB

Festival Kebangsaan Gema Kampus Sukses Digelar, Hadirkan Slank Hingga Once Mekel

Festival Kebangsaan Gema Kampus Sukses Digelar, Hadirkan Slank Hingga Once Mekel

Entertainment | Minggu, 09 November 2025 | 18:59 WIB

10 Kampus Terbaik di Jawa Barat Versi QS World University Rankings Asia 2026

10 Kampus Terbaik di Jawa Barat Versi QS World University Rankings Asia 2026

Lifestyle | Minggu, 09 November 2025 | 09:51 WIB

Fenomena Bubble Kampus! Saat Eksklusivitas Prodi Mencekik Jaringan dan Ide

Fenomena Bubble Kampus! Saat Eksklusivitas Prodi Mencekik Jaringan dan Ide

Your Say | Senin, 03 November 2025 | 10:38 WIB

Takut Dinyinyiri Saat Lulus, Gilang Dirga Gencar Pamer Kegiatan Kuliah

Takut Dinyinyiri Saat Lulus, Gilang Dirga Gencar Pamer Kegiatan Kuliah

Entertainment | Rabu, 29 Oktober 2025 | 15:40 WIB

Tinggi Gula, Mendagri Tito Ajak Masyarakat Tinggalkan Konsumsi Beras: Saya Sudah Lakukan

Tinggi Gula, Mendagri Tito Ajak Masyarakat Tinggalkan Konsumsi Beras: Saya Sudah Lakukan

News | Senin, 27 Oktober 2025 | 11:22 WIB

Stop Barter Kuno! Permen Bukan Mata Uang Wahai Para Tukang Fotokopi

Stop Barter Kuno! Permen Bukan Mata Uang Wahai Para Tukang Fotokopi

Your Say | Senin, 20 Oktober 2025 | 08:03 WIB

Terkini

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15

Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya

Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:59 WIB

Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya

Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren

Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum

Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Mulai Besok Sore, Masyarakat Bisa Akses dan Beri Masukan Draf PPHN

Mulai Besok Sore, Masyarakat Bisa Akses dan Beri Masukan Draf PPHN

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Tersangka Karhutla Naik Jadi 89 Orang, Polri Mulai Bidik Jejak Keterlibatan Korporasi

Tersangka Karhutla Naik Jadi 89 Orang, Polri Mulai Bidik Jejak Keterlibatan Korporasi

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Gegara Investor Ambil Cuan, IHSG Melemah Tipis ke Level 6.518

Gegara Investor Ambil Cuan, IHSG Melemah Tipis ke Level 6.518

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Penampakan Halte Petamburan Usai Jadi Sasaran Vandalisme Massa Aksi 27 Agustus

Penampakan Halte Petamburan Usai Jadi Sasaran Vandalisme Massa Aksi 27 Agustus

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:44 WIB

×