Lebih Dekat, Lebih Hijau: Produksi LPG Lokal untuk Tekan Emisi Transportasi Energi

Vania Rossa | Suara.com

Jum'at, 21 November 2025 | 14:17 WIB
Lebih Dekat, Lebih Hijau: Produksi LPG Lokal untuk Tekan Emisi Transportasi Energi
Kilang LPG Cilamaya. (Dok. Ist)
  • Kilang LPG Recovery Cilamaya di Karawang akan segera beroperasi untuk memperkuat pasokan energi domestik.
  • Fasilitas ini akan memproduksi sekitar 178 metrik ton LPG per hari dari gas bumi domestik.
  • Operasional kilang bertujuan mengurangi ketergantungan impor LPG yang tinggi serta menekan jejak karbon distribusi.

Suara.com - Wacana energi hijau sering dikaitkan dengan panel surya, mobil listrik, atau angin laut. Namun, salah satu langkah penting menuju energi yang lebih berkelanjutan justru datang dari hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: LPG yang kita gunakan di dapur dan sektor usaha kecil.

Dengan segera beroperasinya Kilang LPG Recovery Cilamaya di Karawang, Indonesia bukan hanya memperkuat pasokan energi lokal, tetapi juga berpotensi menekan jejak karbon dari distribusi energi yang selama ini bergantung pada impor jarak jauh.

Selama ini, kebutuhan LPG nasional mencapai 6,5–7 juta ton per tahun, dengan 75–80 persen pasokan masih bergantung pada impor dari negara seperti Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan Aljazair.

Selain rawan terhadap fluktuasi geopolitik dan harga global, model logistik berbasis impor menciptakan emisi besar dari transportasi laut berjarak ribuan kilometer.

Produksi LPG dari dalam negeri menjadi salah satu solusi untuk mengurangi jejak karbon rantai pasok, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Kilang LPG Cilamaya, yang progres EPC-nya telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan beroperasi komersial sebelum akhir Januari 2026, hadir sebagai bagian dari strategi tersebut.

Hidayat, Project Manager, menegaskan urgensi pembangunan fasilitas ini dalam konteks kemandirian energi nasional.

“Kilang ini dirancang untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan LPG nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi. Saat ini sebagian besar kebutuhan LPG domestik masih bergantung pada impor,” ujarnya.

Kilang ini akan menerima pasokan gas dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ dan mampu memproduksi sekitar 178 metrik ton LPG per hari.

Teknologi pemrosesan yang digunakan meliputi dua kolom fraksinasi dan satu kolom absorpsi, dengan gabungan sistem pendinginan dari Mechanical Refrigeration Unit (MRU) ditambah Turbo Expander untuk efisiensi recovery propana dan butana.

Teknologi ini memungkinkan produksi yang lebih optimal dari sumber gas bumi domestik tanpa menambah pembangkit terpisah yang berpotensi meningkatkan jejak karbon.

Dari sisi energi listrik, kilang ini bekerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk menyuplai kebutuhan daya sekitar 3.465 KVA per hari. Pendekatan ini dipilih sebagai opsi yang lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan membangun pembangkit listrik mandiri.

Selain mendukung infrastruktur kelistrikan nasional, skema ini mengurangi kebutuhan pembangunan fasilitas energi tambahan yang dapat memicu emisi baru.

Selain aspek lingkungan, proyek ini turut memberikan dampak ekonomi lokal. Pada fase konstruksi, sekitar 261 tenaga kerja lokal terlibat, dan sedikitnya 25 pekerja diproyeksikan terserap pada masa operasi selama 10 tahun ke depan.

Efek lanjutannya diperkirakan turut mendorong aktivitas ekonomi pelaku usaha di sekitar wilayah operasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko Airlangga Buka Peluang Swasta Bisa Ikut Impor BBM dan LPG dari AS

Menko Airlangga Buka Peluang Swasta Bisa Ikut Impor BBM dan LPG dari AS

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 19:35 WIB

Menkeu Purbaya Ubah Aturan Kompensasi Bantu Arus Kas Pertamina dan PLN

Menkeu Purbaya Ubah Aturan Kompensasi Bantu Arus Kas Pertamina dan PLN

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 15:05 WIB

Pakar Ungkap Tantangan Transisi Energi Indonesia, Masih Tersendat Ketergantungan Fosil

Pakar Ungkap Tantangan Transisi Energi Indonesia, Masih Tersendat Ketergantungan Fosil

Your Say | Kamis, 20 November 2025 | 08:58 WIB

Terkini

Piala Dunia 2026 dan Haji Jadi Jalan Damai AS-Iran? Negosiasi Disebut Hampir Rampung

Piala Dunia 2026 dan Haji Jadi Jalan Damai AS-Iran? Negosiasi Disebut Hampir Rampung

News | Senin, 25 Mei 2026 | 10:49 WIB

Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv

Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:49 WIB

Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk

Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:46 WIB

Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang

Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:28 WIB

Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!

Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:25 WIB

Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah

Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:53 WIB

Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini

Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:36 WIB

Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z

Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:17 WIB

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:30 WIB

Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB

Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:26 WIB