Di Tengah Krisis Demokrasi, Pendiri Rappler Maria Ressa Desak Media Lakukan Kolaborasi Radikal

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 25 November 2025 | 19:24 WIB
Di Tengah Krisis Demokrasi, Pendiri Rappler Maria Ressa Desak Media Lakukan Kolaborasi Radikal
CEO Rappler dan peraih Nobel Maria Ressa menyampaikan pidato pembukaan Konferensi Jurnalisme Investigasi Global ke-14 di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: GIJN/Suzanne Lee, Alt Studio)
  • Kolaborasi radikal jadi kunci agar fakta tidak tumbang oleh disinformasi.

  • Kebebasan pers hanya punya sedikit waktu sebelum benar-benar hilang jika tak ada aksi bersama.

  • Solidaritas lintas sektor adalah satu-satunya cara menghentikan impunitas dan melindungi jurnalis.

 
 

Suara.com - Di tengah tekanan terhadap demokrasi dan serangan disinformasi yang kian terorganisasi, Maria Ressa, pendiri Rappler dan peraih Nobel Perdamaian, menegaskan bahwa kolaborasi radikal adalah satu-satunya jalan bagi media untuk bertahan.

Dalam pembukaan GIJC25 di Malaysia, ia menyebut industri media berada pada titik paling genting dalam satu dekade terakhir: otoritarianisme menguat, pendanaan menurun, dan jurnalis menghadapi represi yang semakin brutal.

“Segala sesuatu yang kita ketahui sebagai sebuah industri telah hancur… Ini adalah saatnya untuk kolaborasi radikal,” kata Ressa.

Ia menekankan bahwa media tak lagi bisa bekerja sendiri-sendiri. Redaksi, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan komunitas akar rumput harus membangun ekosistem yang saling menopang, bukan jalan masing-masing tanpa terhubung satu sama lain.

Tanpa itu, fakta akan kalah cepat dari kebohongan yang diproduksi dan disebarkan secara sistematis.

Ressa mengingatkan bahwa kebebasan pers mungkin hanya punya satu tahun tersisa jika tidak ada langkah kolektif yang nyata.

Ia mengaitkan peringatannya dengan pengalaman pribadinya: 11 surat perintah penangkapan dalam setahun, tepat saat Rappler mulai mencetak keuntungan.

Bagi Ressa, ini bukti bahwa kekuasaan takut pada jurnalisme yang efektif, dan bahwa hanya solidaritas publik yang bisa menahan serangan.

Kabar baik sempat muncul ketika Rodrigo Duterte, sosok yang berusaha membungkam Rappler, ditahan di Den Haag.

“If you keep doing your jobs and collaborate together, impunity ends,” ujarnya. Namun ia menegaskan bahwa ancaman tetap masif: 2024 adalah tahun paling mematikan bagi jurnalis, dengan ratusan terbunuh hanya di Gaza.

CEO Rappler dan peraih Nobel Maria Ressa menyampaikan pidato pembukaan Konferensi Jurnalisme Investigasi Global ke-14 di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: GIJN/Suzanne Lee, Alt Studio)
CEO Rappler dan peraih Nobel Maria Ressa menyampaikan pidato pembukaan Konferensi Jurnalisme Investigasi Global ke-14 di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: GIJN/Suzanne Lee, Alt Studio)

Ancaman terbesar berikutnya datang dari algoritma platform digital. Ressa menyebutnya sebagai perang terhadap fakta, medan kolonialisme baru yang memperkuat kebencian dan meruntuhkan kepercayaan publik.

“Tanpa fakta, kamu tidak bisa memiliki kebenaran; tanpa kebenaran, kamu tidak bisa memiliki kepercayaan,” tegasnya.

Menurutnya, 2026 menjadi tahun penentuan: jendela terakhir bagi media independen untuk memperkuat hak, mencari model keberlanjutan baru, dan membangun aliansi lintas sektor. Jika tidak, banyak redaksi menengah bisa “mati dalam setahun.”

Di hadapan lebih dari seribu jurnalis, Ressa menutup dengan satu peringatan yang tak bisa diabaikan:

di era perang terhadap fakta, media hanya bisa bertahan bila bekerja bersama. Kolaborasi radikal bukan strategi—ini penyelamat demokrasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wawancara Eksklusif: Suara dari Myanmar  Jurnalis Melawan di Tengah Represi

Wawancara Eksklusif: Suara dari Myanmar Jurnalis Melawan di Tengah Represi

Video | Kamis, 30 Oktober 2025 | 12:54 WIB

Wawancara Eksklusif: Kudeta Myanmar dan Perjuangan Jurnalis Bertahan

Wawancara Eksklusif: Kudeta Myanmar dan Perjuangan Jurnalis Bertahan

Video | Selasa, 28 Oktober 2025 | 20:45 WIB

Skandal Korupsi Kemenaker Melebar,Giliran Jurnalis dan Atase di Malaysia 'Diinterogasi' KPK

Skandal Korupsi Kemenaker Melebar,Giliran Jurnalis dan Atase di Malaysia 'Diinterogasi' KPK

News | Sabtu, 25 Oktober 2025 | 13:52 WIB

Terkini

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 20:03 WIB

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:53 WIB

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:47 WIB

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:46 WIB

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:24 WIB

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:17 WIB

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:19 WIB

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:54 WIB

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:58 WIB