Danau Maninjau Sumbar Diserbu Longsor dan Banjir Bandang: Akses Jalan Amblas, Banyak Rumah Tersapu!

Dinda Rachmawati | Suara.com

Kamis, 27 November 2025 | 23:11 WIB
Danau Maninjau Sumbar Diserbu Longsor dan Banjir Bandang: Akses Jalan Amblas, Banyak Rumah Tersapu!
Danau Maninjau Diserbu Longsor dan Banjir Bandang, Akses Jalan Amblas Total (Dok. Istimewa)
  • Hujan ekstrem memicu banjir bandang dan longsor di Maninjau. Jalan putus, rumah hanyut, dan warga berlarian menyelamatkan diri.
  • Air dari perbukitan meluap membawa lumpur dan kayu ke pemukiman. Ikan mati massal terjadi akibat upwelling, sementara akses banyak tertutup longsor.
  • Video lapangan menunjukkan arus banjir seperti sungai liar, rumah tenggelam lumpur, dan satu rumah

Suara.com - Wilayah Danau Maninjau di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali berduka. Sejak beberapa hari terakhir, hujan lebat disertai angin kencang terus mengguyur kawasan tersebut hingga Rabu malam (26/11). 

Daerah yang biasanya dikenal dengan panorama hijau perbukitan, hamparan sawah, dan rumah-rumah tradisional yang teduh, mendadak berubah menjadi wilayah darurat bencana.

Curah hujan yang terus-menerus membuat aliran air dari perbukitan meluap. Akses jalan lingkar Danau Maninjau—yang membelah tebing di satu sisi dan danau di sisi lain—banyak yang amblas. Beberapa badan jalan bahkan hilang tersapu longsor.

Dalam beberapa video yang beredar di media sosial, banjir dan longsor bahkan menyapu rumah-rumah warga. Atap rumah bahkan ada yang terangkat, sedangkan halaman dipenuhi tanah longsor.

Jalan yang biasanya kering berubah menjadi aliran cokelat pekat, membawa batang kayu, lumpur, dan puing-puing rumah.

Air mengalir sangat kuat hingga menyerupai air terjun kecil di tengah kampung—tanda bahwa limpasan air dari bukit sangat masif.

Menurut warga sekitar, kawasan Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang berdampak paling parah.

Warga yang ketakutan pun langsung buru-buru mengungsi di kantor wali nagari dan tempat-tempat yang lebih aman. Terlebih, kondisi pun mati listrik. 

"Nagari Sungai batang warga sudah mengungsi, ada beberapa Jorong, Jorong Nagari, Jorong Labuah sudah mengungsi d Kantor wali nagari," ujar Liza pada Suara.com. 

Di Desa Pandan, warga mengaku mendengar gemuruh suara bebatuan dari atas bukit. Hal tersebut tentu membuat mereka merasa tak aman lagi hingga mengevakuasi diri sendiri.

"Sudah mulai terdengar suara batu jatuh dari gunung. Sudah seram banget," ungkap Lusi yang bersiap mengungsi ke rumah sanak saudara yang lebih aman bersama keluarganya.

Fenomena kematian ikan masal juga kembali terjadi. Menurut laporan, curah hujan tinggi disertai angin kencang memicu upwelling—pembalikan air dasar danau yang memiliki kadar oksigen sangat rendah ke permukaan. Akibatnya, ikan-ikan keramba mati dalam jumlah besar.

Permukaan air danau juga meningkat tajam hingga hampir memasuki halaman rumah warga. Kondisi ini memperburuk kekhawatiran masyarakat yang tinggal tepat di tepian danau.

Ancaman Lingkungan yang Perlu Diwaspadai

Danau Maninjau terletak di cekungan kawah raksasa (kaldera) yang dikelilingi bukit-bukit curam. Keindahan topografi ini menjadi daya tarik wisata—namun sekaligus menjadi titik rawan saat cuaca ekstrem melanda. 

Lereng-lereng terjal yang mengitari kawasan, ditambah curah hujan tinggi, mudah melahirkan longsor dan aliran banjir bandang.

Dalam kondisi normal, Danau Maninjau menjadi sumber kehidupan: mata pencaharian keramba ikan, pariwisata, hingga jalur transportasi masyarakat nagari. Tetapi ketika cuaca memburuk, semua berubah drastis.

Karena itu, daerah sekitar Danau Maninjau sangat bergantung pada stabilitas lereng dan hutan di sekitarnya. Ketika kondisi alam terganggu—baik karena curah hujan ekstrem maupun berkurangnya vegetasi penahan tanah—maka siklus bencana mudah terjadi.

Meski bencana ini membawa kerusakan besar, solidaritas warga tetap terlihat kuat. Banyak yang saling membantu, mengevakuasi, dan menyediakan makanan bagi para pengungsi. Semoga penanggulangan cepat dilakukan dan masyarakat Maninjau bisa kembali bangkit dari cobaan berat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Soroti Rentetan Bencana di Sumatera, Desak Pemda Tindak Tegas Alih Fungsi Lahan

DPR Soroti Rentetan Bencana di Sumatera, Desak Pemda Tindak Tegas Alih Fungsi Lahan

News | Kamis, 27 November 2025 | 19:04 WIB

Longsor Hebat di Agam: Puluhan Rumah Hancur, Warga Masih Hilang

Longsor Hebat di Agam: Puluhan Rumah Hancur, Warga Masih Hilang

Foto | Kamis, 27 November 2025 | 17:09 WIB

Tiga Bandara di Sumatera Tetap Layani Penerbangan Meski Diterjang Banjir Hingga Gempa

Tiga Bandara di Sumatera Tetap Layani Penerbangan Meski Diterjang Banjir Hingga Gempa

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 16:14 WIB

Terkini

Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029

Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:21 WIB

Kebakaran di Warakas Hanguskan Dua Rumah, 9 Penghuni Selamat

Kebakaran di Warakas Hanguskan Dua Rumah, 9 Penghuni Selamat

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 08:52 WIB

Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan

Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 08:15 WIB

Polda DIY Selidiki Dugaan Pembubaran Ibadah Jemaat GMS di Bantul

Polda DIY Selidiki Dugaan Pembubaran Ibadah Jemaat GMS di Bantul

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 07:35 WIB

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:54 WIB

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:56 WIB

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:43 WIB

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:29 WIB

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:00 WIB

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:44 WIB