Rajiv Desak Polisi Bongkar Dalang Perusakan Kebun Teh Pangalengan: Jangan Cuma Pelaku Lapangan

Bangun Santoso

Jum'at, 28 November 2025 | 21:15 WIB
Rajiv Desak Polisi Bongkar Dalang Perusakan Kebun Teh Pangalengan: Jangan Cuma Pelaku Lapangan
Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv. (tengah). (Ist)
baca 10 detik
  • Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, mendesak polisi mengusut tuntas perusakan belasan hektare kebun teh PTPN I Malabar di Pangalengan.
  • Olah TKP pada 27 November 2025 menunjukkan kerusakan terencana di tiga blok lahan, melibatkan pemotongan rapi tanaman teh.
  • Rajiv meminta penyidikan melampaui pelaku lapangan untuk mengungkap aktor intelektual dan kepentingan di balik perusakan aset negara tersebut.

Suara.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus perusakan kebun teh milik PTPN I Regional II Malabar di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Ia menegaskan bahwa penyidikan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, tetapi harus menelusuri pihak-pihak yang diduga menjadi bohir atau aktor intelektual di balik rangkaian perusakan tersebut.

“Kerusakan belasan hektare ini bukan pekerjaan kecil. Ada pola, ada pendanaan, dan jelas ada kepentingan. Saya minta polisi mengungkap siapa dalangnya,” ujar Rajiv dalam keterangannya, Jumat (28/11/2025).

“Jangan hanya berhenti pada pelaksana di lapangan. Publik berhak tahu siapa yang menggerakkan dan siapa yang menikmati manfaat dari kerusakan ini," imbuhnya.

Pernyataan tegas tersebut ia sampaikan setelah menerima laporan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan pada Kamis, (27/11 2025) di Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan.

Tim gabungan dari Polresta Bandung dan Polsek Pangalengan mengecek langsung lokasi perkebunan teh yang rusak.

Hasil olah TKP menunjukkan kerusakan parah di tiga blok lahan. Di Blok Bojong Waru, Kampung Bojong Waru, petugas menemukan kebun teh seluas sekitar lima hektare dengan kondisi batang yang dipotong dari pangkal dan dibiarkan mengering.

Di Blok Cipicung I, Kampung Babakan Tirtasari, kerusakan lebih luas lagi, mencapai delapan hektare lebih.

Sementara di Blok Cipicung II, Kampung Sukatinggal, sekitar satu hektare tanaman teh ditemukan dalam kondisi serupa.

baca juga

Seorang petugas PTPN VIII yang enggan disebut namanya menjelaskan bahwa kejadian ini bukan perusakan spontan.

“Kami menemukan banyak bekas potongan yang sangat rapi. Ini bukan pekerjaan satu-dua orang, Aksi ini dilakukan malam hari, saat patroli tidak ada. Terjadi berbulan-bulan, diam-diam, dan terencana," jelasnya.

Rajiv menilai pola tersebut memperkuat dugaan adanya aktor berkepentingan di balik perusakan ini.

“Jelas ada tujuan jangka panjang yang ingin dicapai. Entah itu penguasaan lahan, perubahan fungsi lahan, atau kepentingan bisnis tertentu. Saya tidak akan segan membawa perkara ini ke rapat dengan Kementerian BUMN jika diperlukan," tegasnya.

Rajiv menegaskan bahwa pemeriksaan lintas lembaga ini tidak boleh menjadi formalitas semata.

“Saya ingin hasil nyata. Jangan hanya rapat, tapi tidak ada tindakan. Negara tidak boleh kalah oleh pihak-pihak yang mencoba menguasai lahan BUMN secara ilegal,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rajiv Komisi IV Minta Kemenhut Gandeng Polri Jaga Taman Nasional dan Kawasan Hutan

Rajiv Komisi IV Minta Kemenhut Gandeng Polri Jaga Taman Nasional dan Kawasan Hutan

News | Selasa, 11 November 2025 | 21:50 WIB

Anggur Hijau Terkontaminasi Sianida Terdeteksi di Menu MBG, DPR Soroti Pengawasan Impor Pangan

Anggur Hijau Terkontaminasi Sianida Terdeteksi di Menu MBG, DPR Soroti Pengawasan Impor Pangan

News | Jum'at, 07 November 2025 | 10:50 WIB

Politikus Nasdem Rajiv Mangkir dari Pemeriksaan Kasus CSR, KPK Pastikan Bakal Panggil Ulang

Politikus Nasdem Rajiv Mangkir dari Pemeriksaan Kasus CSR, KPK Pastikan Bakal Panggil Ulang

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 12:04 WIB

Dana CSR BI-OJK Diduga Jadi Bancakan, Politisi NasDem Rajiv Ikut Terseret?

Dana CSR BI-OJK Diduga Jadi Bancakan, Politisi NasDem Rajiv Ikut Terseret?

News | Senin, 27 Oktober 2025 | 13:34 WIB

Usut Kasus CSR, KPK Panggil Politikus Nasdem Rajiv

Usut Kasus CSR, KPK Panggil Politikus Nasdem Rajiv

News | Senin, 27 Oktober 2025 | 12:12 WIB

Bom Waktu Utang Whoosh: Deretan BUMN Ini Ikut Kena 'Getah' Proyek Kereta Cepat

Bom Waktu Utang Whoosh: Deretan BUMN Ini Ikut Kena 'Getah' Proyek Kereta Cepat

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 15:21 WIB

Gencarkan Gemarikan di Lembang, Anggota DPR Ini Ajak Emak-emak Jadi Duta Gizi Atasi Stunting

Gencarkan Gemarikan di Lembang, Anggota DPR Ini Ajak Emak-emak Jadi Duta Gizi Atasi Stunting

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 20:29 WIB

Terkini

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

×