Program JKN Sukses, Delegasi Afrika Datangi BPJS Kesehatan untuk Belajar

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Sabtu, 29 November 2025 | 10:37 WIB
Program JKN Sukses, Delegasi Afrika Datangi BPJS Kesehatan untuk Belajar
CEO L’Afrique qui ose, Alioune Gueye, kagum atas pencapaian Indonesia dalam membangun ekosistem JKN, yang menghadirkan perlindungan kesehatan bagi seluruh warga (Dok: BPJS Kesehatan)

Suara.com - Keberhasilan BPJS Kesehatan menyelenggarakan Program JKN kembali mendapat perhatian di tingkat internasional. Sejumlah delegasi dari berbagai negara Afrika yang tergabung dalam L’Afrique qui ose - Afrique Challenge Group mengunjungi Kantor Pusat BPJS Kesehatan pada Jumat (28/11/2025).

Melalui kunjungan ini, mereka ingin belajar bagaimana Indonesia mampu mengelola Program JKN yang menjadi salah satu skema jaminan kesehatan terbesar di dunia dengan cakupan peserta JKN mencapai 282,92 juta jiwa. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti menyambut baik kedatangan delegasi dari Afrika untuk mempelajari secara langsung penyelenggaraan Program JKN.

“Tidak mudah bagi Indonesia untuk memberikan perlindungan jaminan kesehatan bagi seluruh penduduk. Namun berkat komitmen dan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan, kini sudah lebih dari 98 persen penduduk Indonesia terlindungi Program JKN dan memperoleh predikat UHC,” kata Ghufron.

Transformasi mutu layanan Program JKN dinilai mampu meningkatkan standar layanan jaminan kesehatan di Indonesia. Menurut Ghufron, kesehatan adalah hak dasar warga negara Indonesia, sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

“Peningkatan jumlah peserta JKN juga harus diiringi dengan kemudahan akses layanan kesehatan. Per 1 November 2025, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan lebih dari 23.649 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.170 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di seluruh Indonesia. Sejak berdiri tahun 2014 hingga akhir 2024, BPJS Kesehatan juga telah menggelontorkan Rp1.087 triliun untuk pelayanan kesehatan peserta JKN,” terang Ghufron.

Ghufron menyampaikan bahwa transformasi digital merupakan fondasi penting dalam mendukung peningkatan kualitas layanan Program JKN. Berbagai inovasi telah diinisiasi oleh BPJS Kesehatan, ia menambahkan bahwa kini peserta JKN cukup menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) tanpa perlu membawa kartu fisik atau fotokopi berkas untuk mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan.

“Terdapat Aplikasi Mobile JKN yang memberikan beragam kemudahan bagi peserta JKN dalam mengakses layanan administrasi JKN, mulai pengambilan antrean online yang memudahkan peserta mendapatkan nomor antrean di fasilitas kesehatan tanpa harus antre lama, lalu ada fitur Skrining Riwayat Kesehatan, dan i-Care JKN. Selain itu, peserta juga dapat mengakses layanan administrasi tanpa harus datang ke kantor, cukup melalui Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, serta BPJS Kesehatan Care Center 165,” ujar Ghufron.

Menurut Ghufron, dengan implementasi inovasi pada Program JKN yang adaptif, dipastikan seluruh peserta mendapatkan layanan yang mudah, cepat, dan setara. Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen BPJS Kesehatan untuk menghadirkan penyelenggaraan Program JKN yang berkelanjutan.

“BPJS Kesehatan juga memiliki Performance Management Center, untuk membantu monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program JKN di lapangan. Dari sini dapat dipantau jumlah transaksi dari seluruh fasilitas kesehatan, yang mencapai jutaan transaksi tiap harinya,” imbuh Ghufron.

CEO L’Afrique qui ose, Alioune Gueye, kagum atas pencapaian Indonesia dalam membangun ekosistem JKN, yang menghadirkan perlindungan kesehatan bagi seluruh warga. Menurutnya, Indonesia mampu menunjukkan bahwa keberhasilan sistem jaminan kesehatan tidak hanya bergantung pada pendanaan, tetapi juga pada visi, kepemimpinan, dan kemampuan membangun ekosistem layanan yang solid.

“Mencapai UHC dalam satu dekade merupakan hal yang sangat menantang, namun Indonesia mampu melakukannya dengan sangat baik, bahkan lebih cepat dibanding banyak negara lain. Dengan jumlah penduduk yang tidak sedikit, BPJS Kesehatan tetap dapat menghadirkan sistem jaminan kesehatan yang merata tanpa terkecuali,” tutur Alioune.

Alioune juga menyoroti bahwa transformasi digital yang dilakukan BPJS Kesehatan menjadi salah satu faktor kunci yang menjadikan Program JKN berkembang pesat.

Ia menyebut penerapan teknologi seperti pemanfaatan kecerdasan buatan, integrasi data, dan digitalisasi proses administrasi sebagai langkah yang visioner.

“Kami sangat kagum bagaimana BPJS Kesehatan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan mutu layanan bagi peserta JKN. Aplikasi Mobile JKN adalah salah satu contoh inovasi yang sangat maju, memberikan kemudahan nyata bagi peserta dalam mengakses layanan. Selain itu saya melihat fitur i-Care JKN sebagai terobosan penting karena fitur ini memungkinkan dokter di rumah sakit dapat mengetahui riwayat pelayanan kesehatan peserta JKN, sehingga dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” lanjutnya.

Menurut Alioune, ekosistem JKN yang dibangun BPJS Kesehatan dapat menjadi rujukan bagi banyak negara. Ia menyebut bahwa masyarakat Indonesia patut bangga dengan kehadiran Program JKN yang memberikan perlindungan finansial di kala sedang sakit sekali pun.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamenkes Dante: Sistem Rujukan BPJS Tak Lagi Berjenjang, Pembayaran Klaim Disesuaikan Kompetensi RS

Wamenkes Dante: Sistem Rujukan BPJS Tak Lagi Berjenjang, Pembayaran Klaim Disesuaikan Kompetensi RS

News | Rabu, 26 November 2025 | 14:31 WIB

BPJS Kesehatan Angkat Duta Muda: Perkuat Literasi JKN di Kalangan Generasi Penerus

BPJS Kesehatan Angkat Duta Muda: Perkuat Literasi JKN di Kalangan Generasi Penerus

News | Rabu, 19 November 2025 | 23:35 WIB

Warga Rancaekek Tak Perlu Pergi Jauh Urus Administrasi JKN, Kini Sudah Ada BPJS Keliling

Warga Rancaekek Tak Perlu Pergi Jauh Urus Administrasi JKN, Kini Sudah Ada BPJS Keliling

News | Selasa, 18 November 2025 | 22:43 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Gelar Diskusi Panel: Perkuat Transparansi Pengelolaan Dana Jaminan Sosial

BPJS Ketenagakerjaan Gelar Diskusi Panel: Perkuat Transparansi Pengelolaan Dana Jaminan Sosial

News | Jum'at, 14 November 2025 | 11:06 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Peroleh Anugerah 5 Stars Gold dalam GRC & Leadership Award 2025

BPJS Ketenagakerjaan Peroleh Anugerah 5 Stars Gold dalam GRC & Leadership Award 2025

Bisnis | Kamis, 13 November 2025 | 12:22 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Dapat Anugerah Bergengsi di Asian Local Currency Bond Award 2025

BPJS Ketenagakerjaan Dapat Anugerah Bergengsi di Asian Local Currency Bond Award 2025

Bisnis | Jum'at, 07 November 2025 | 20:12 WIB

Terkini

Pemerintah Diminta Transparan, Kerja Sama Pertahanan RI-AS Untungnya Apa?

Pemerintah Diminta Transparan, Kerja Sama Pertahanan RI-AS Untungnya Apa?

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:35 WIB

Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK

Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:30 WIB

Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:25 WIB

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:07 WIB

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:35 WIB

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:31 WIB

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:27 WIB

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:19 WIB

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:07 WIB

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB