Kemenhut Klarifikasi Pernyataan Bupati Tapsel: Tidak Satupun Izin Penebangan Kayu Sejak Juli 2025

Bangun Santoso

Selasa, 02 Desember 2025 | 17:46 WIB
Kemenhut Klarifikasi Pernyataan Bupati Tapsel: Tidak Satupun Izin Penebangan Kayu Sejak Juli 2025
Ilustrasi kawasan hutan. (pixabay)
baca 10 detik
  • Kemenhut mengklarifikasi tidak ada izin penebangan kayu baru di Tapsel sejak Juli 2025, bahkan memperketat pengawasan.
  • Kemenhut dan Pemda Tapsel menangkap empat truk kayu ilegal bermuatan 44 M3 pada Oktober 2025 di Kelurahan Lancat.
  • Pemberian akses SIPUHH dihentikan sementara sejak Juni 2025 untuk evaluasi menyeluruh sesuai arahan Menteri Kehutanan.

Suara.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memberikan klarifikasi yang membantah pernyataan Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) mengenai adanya izin penebangan kayu baru di wilayahnya. Alih-alih menerbitkan izin, Kemenhut justru mengungkap fakta adanya penangkapan truk bermuatan kayu ilegal di daerah tersebut.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL), Laksmi Wijayanti, Kemenhut meluruskan informasi yang beredar bahwa kementeriannya membuka keran penebangan kayu di Tapanuli Selatan pada Oktober 2025. Faktanya, kebijakan yang diambil adalah sebaliknya.

Laksmi menegaskan, “tidak ada satupun izin penebangan kayu sejak Juli 2025 di Tapanuli Selatan.”

Lebih jauh, Laksmi mengungkapkan bahwa Kemenhut justru telah mengakomodasi permintaan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan sendiri untuk memperketat pengawasan. Hal ini membuktikan adanya sinergi, bukan kebijakan yang bertentangan.

“Bupati Tapanuli Selatan pernah mengirimkan dua surat pada bulan Agustus dan November 2025. Beliau menyampaikan agar seluruh PHAT di wilayah kabupatennya tidak diberikan akses SIPUHH, dan memang telah kami laksanakan dengan tidak membuka satupun akses SIPUHH di Tapanuli Selatan,” jelas Laksmi dalam keterangannya, Selasa (2/12/2025).

Alih-alih memberi izin, Kemenhut bersama aparat penegak hukum justru menemukan adanya aktivitas ilegal. Laksmi membeberkan bahwa telah terjadi penindakan tegas di lapangan terhadap praktik pembalakan liar.

“Memang telah terjadi kegiatan ilegal di kawasan PHAT Tapsel, sehingga pada tanggal 4 Oktober 2025, Balai GAKKUM Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten melakukan penangkapan 4 (empat) truk angkutan kayu dengan volume 44 M3 yang berasal dari PHAT di Kelurahan Lancat,” tambahnya.

Kebijakan penghentian ini, menurut Laksmi, merupakan instruksi langsung dari Menteri Kehutanan yang meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan.

Menteri Kehutanan pada Juni 2025 memerintahkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait layanan Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan (SIPUHH).

baca juga

"Atas arahan tersebut, kami lalu mengeluarkan Surat Dirjen PHL No. S.132/2025 pada tanggal 23 Juni 2025 untuk menghentikan sementara layanan SIPUHH bagi seluruh Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) untuk keperluan evaluasi menyeluruh," tuturnya.

Laksmi juga meluruskan persepsi publik mengenai SIPUHH. Ia menjelaskan bahwa sistem tersebut bukanlah instrumen untuk mengeluarkan izin, melainkan fasilitas untuk menatausahakan atau mendata pemanfaatan kayu yang tumbuh di luar kawasan hutan negara, atau yang dikenal sebagai Areal Penggunaan Lain (APL).

Terkait kewenangan, Kemenhut memperjelas batasannya. Dokumen Hak Atas Tanah (HAT) merupakan ranah Pemerintah Daerah dan instansi pertanahan.

Karena kayu pada lahan berstatus HAT berada di luar kawasan hutan, maka pengawasannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah.

Namun, jika pelanggaran terjadi di dalam kawasan hutan negara, Ditjen Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan akan turun tangan.

Sementara untuk pelanggaran di luar kawasan hutan, penanganannya melalui hukum pidana umum yang melibatkan Kepolisian dan Pemda.

Kemenhut memastikan tidak akan ada toleransi bagi para pelaku kejahatan kehutanan, siapapun mereka.

“Kami tidak akan berkompromi dengan praktik penyalahgunaan dokumen HAT atau pemanfaatan kayu ilegal. Penegakan hukum berjalan untuk siapa pun yang melanggar,” pungkas Laksmi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Potret Kondisi Tapanuli Selatan Usai Diterjang Banjir Bandang

Potret Kondisi Tapanuli Selatan Usai Diterjang Banjir Bandang

Foto | Senin, 01 Desember 2025 | 08:00 WIB

Kemenhut Buru Mafia Kayu di Balik Banjir Sumatera, Modus Canggih Terungkap

Kemenhut Buru Mafia Kayu di Balik Banjir Sumatera, Modus Canggih Terungkap

News | Minggu, 30 November 2025 | 14:19 WIB

Momen Menegangkan, Warga Selamatkan Diri Pakai Tali Saat Jembatan Putus di Tapanuli

Momen Menegangkan, Warga Selamatkan Diri Pakai Tali Saat Jembatan Putus di Tapanuli

Video | Sabtu, 29 November 2025 | 14:00 WIB

Menhut Raja Juli Antoni Tegaskan Peran Penting Polisi di Kemenhut

Menhut Raja Juli Antoni Tegaskan Peran Penting Polisi di Kemenhut

News | Selasa, 18 November 2025 | 20:00 WIB

Rajiv Komisi IV Minta Kemenhut Gandeng Polri Jaga Taman Nasional dan Kawasan Hutan

Rajiv Komisi IV Minta Kemenhut Gandeng Polri Jaga Taman Nasional dan Kawasan Hutan

News | Selasa, 11 November 2025 | 21:50 WIB

Teken MoU dengan ICVCM, Menhut Janji Pasar Karbon Tak Rugikan Masyarakat Adat

Teken MoU dengan ICVCM, Menhut Janji Pasar Karbon Tak Rugikan Masyarakat Adat

News | Selasa, 11 November 2025 | 11:00 WIB

Menhut Klaim Karhutla Turun Signifikan di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo, Ini Kuncinya

Menhut Klaim Karhutla Turun Signifikan di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo, Ini Kuncinya

News | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 20:30 WIB

Terkini

Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!

Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:30 WIB

Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard

Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:27 WIB

Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani

Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:25 WIB

Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat

Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:17 WIB

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:16 WIB

Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:15 WIB

Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas

Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas

Jatim | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:10 WIB

Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100

Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?

Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup

Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

×