Mengubah Paradigma: Melihat Mangrove sebagai Aset Ekonomi Berkelanjutan

M. Reza Sulaiman

Kamis, 04 Desember 2025 | 10:58 WIB
Mengubah Paradigma: Melihat Mangrove sebagai Aset Ekonomi Berkelanjutan
Nilai ekonomi hutan mangrove. (Photo by Atlantic Ambience/Pexels)
baca 10 detik
  • Mangrove global bernilai ekonomi tinggi, rata-rata USD 15.000 per hektare per tahun, namun biaya restorasi di Indonesia tergolong mahal.
  • Studi di Cilacap menunjukkan usaha pengepul kepiting bakau sangat layak secara ekonomi, bergantung pada kesehatan ekosistem mangrove setempat.
  • Rekomendasi penting adalah memprioritaskan konservasi mangrove yang sudah ada serta mengembangkan model ekonomi berbasis sumber daya alam tersebut.

Suara.com - Di pesisir Indonesia, hutan mangrove sering dipandang sebagai pelindung alami garis pantai. Namun, perannya jauh lebih luas, mangrove bisa menjadi pilar ekonomi bagi masyarakat pesisir jika dikelola secara tepat.

Data global dan hasil riset lokal menunjukkan bahwa menjaga mangrove memberikan manfaat ekologis sekaligus keuntungan ekonomi.

Nilai Ekonomi Mangrove Secara Global

Menurut laporan oleh World Bank (2022), setiap hektare mangrove dapat menghasilkan manfaat ekosistem rata-rata sekitar USD 15.000 per tahun. Di beberapa lokasi, manfaat ini bahkan mendekati USD 50.000 per hektare per tahun.

Dengan kurs Rp16.630 per USD, itu berarti satu hektare mangrove bisa bernilai sekitar Rp249 juta hingga Rp831 juta per tahun. Bahkan jika hanya sebagian dari nilai tersebut yang terealisasi, misalnya dari perlindungan pantai, penyangga perikanan, hingga potensi karbon biru, dampaknya pada kesejahteraan pesisir bisa sangat besar.

Namun, investasi untuk restorasi mangrove tidaklah kecil. Biaya restorasi di Indonesia menurut World Bank rata-rata USD 3.900 per hektare (sekitar Rp64,8 juta). Angka ini lebih tinggi daripada median global. Maka dari itu, laporan tersebut merekomendasikan agar konservasi mangrove yang sudah ada menjadi prioritas, serta restorasi dilakukan dengan strategi yang bijak, termasuk pembiayaan jangka panjang, pemantauan, dan manajemen keberlanjutan.

Studi Lokal: Kepiting Bakau dan Kelangsungan Ekonomi Warga

Manfaat nyata dari mangrove tampak di wilayah pesisir seperti di Segara Anakan bagian barat, Cilacap. Penelitian berjudul “Analisis Ekonomi Usaha Kepiting Bakau (Scylla sp.) Melalui Sistem Pengepul di Segara Anakan Bagian Barat Cilacap” yang dipublikasikan di jurnal Pena Akuatika: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan oleh para peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman yaitu Teuku Junaidi, Endang Hilmi, Benny Diah Madusari, dan M. Haris Williansyah, menunjukkan bahwa mangrove membuka peluang ekonomi langsung bagi masyarakat pesisir.

Dalam penelitian ini, pengepul kepiting bakau melaporkan pendapatan tahunan sebesar Rp 465.360.333, dengan biaya operasional sekitar Rp 438.045.861, sehingga keuntungan bersih mendekati Rp27.314.472. Dengan perhitungan kelayakan usaha, nilai NPV menunjukkan Rp11.367.986, tingkat pengembalian IRR mencapai 42%, dan rasio manfaat terhadap biaya (BCR) sebesar 1,74. Angka ini menunjukkan bahwa sistem pengepul dengan komoditas kepiting bakau secara ekonomi layak dilakukan.

baca juga

Kepiting bakau seperti Scylla sp. hidup dan berkembang di ekosistem mangrove. Dengan demikian, kelestarian mangrove berkorelasi langsung dengan kelangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir, dalam hal ini dari hasil tangkapan dan perdagangan kepiting.

Melihat Masalah dan Jalan Keluar

Restorasi mangrove di daerah pesisir bukan hanya masalah hilangnya ekosistem, tetapi juga potensi solusi dan tindakan nyata. Data global dan lokal menunjukkan bahwa melestarikan mangrove bukan hanya soal konservasi alam, tetapi juga soal menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pesisir.

Beberapa langkah yang bisa diperkuat:

  1. Mengutamakan konservasi hutan mangrove yang masih lestari daripada sekadar restorasi masif, karena restorasi memiliki biaya tinggi dan tingkat keberhasilan yang tidak selalu tinggi.
  2. Mengembangkan model ekonomi berbasis mangrove, seperti sistem pengepul kepiting bakau, perikanan berkelanjutan, dan aktivitas lain yang ramah lingkungan. Studi di Cilacap menunjukkan bahwa mekanisme seperti ini dapat menghasilkan pendapatan nyata.
  3. Menyusun kebijakan yang mendukung kombinasi konservasi, restorasi, dan keuangan biru (blue finance) untuk mendanai pemeliharaan mangrove serta memberdayakan komunitas lokal.
  4. Menyediakan data, pemetaan, dan mekanisme pemantauan jangka panjang agar restorasi dan konservasi bisa dievaluasi secara berkala dan disesuaikan dengan kondisi lokal.

Dengan pendekatan seperti itu, mangrove dapat dikonservasi secara berkelanjutan sekaligus menjadi tulang punggung ekonomi bagi komunitas pesisir. Upaya ekologis dan ekonomi tidak harus berjalan terpisah. Sebaliknya, keduanya bisa saling memperkuat, asalkan dikelola dengan bijak dan berpijak pada data ilmiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketika Niat Baik Merusak Alam: Apa yang Bisa Dipelajari dari Gagalnya Restorasi Mangrove di Filipina

Ketika Niat Baik Merusak Alam: Apa yang Bisa Dipelajari dari Gagalnya Restorasi Mangrove di Filipina

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 16:15 WIB

Mengapa Restorasi Mangrove Kini Jadi Kunci Lindungi Pesisir Indonesia?

Mengapa Restorasi Mangrove Kini Jadi Kunci Lindungi Pesisir Indonesia?

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 13:01 WIB

Dari Api-api hingga Nipah: Ini Dia Ragam Kekayaan Ekosistem Mangrove Indonesia

Dari Api-api hingga Nipah: Ini Dia Ragam Kekayaan Ekosistem Mangrove Indonesia

Lifestyle | Rabu, 03 Desember 2025 | 13:00 WIB

Saat Pesisir Tergerus, Bagaimana Karbon Biru Bisa Jadi Sumber Pemulihan dan Penghidupan Warga?

Saat Pesisir Tergerus, Bagaimana Karbon Biru Bisa Jadi Sumber Pemulihan dan Penghidupan Warga?

News | Senin, 01 Desember 2025 | 14:31 WIB

Perjuangan Merawat Mangrove di Tengah Abrasi dan Pembangunan, Apa yang Bisa Dilakukan?

Perjuangan Merawat Mangrove di Tengah Abrasi dan Pembangunan, Apa yang Bisa Dilakukan?

Lifestyle | Senin, 01 Desember 2025 | 12:52 WIB

Mangrove Bukan Sekadar Benteng Pesisir: Lebih dari Penjaga Karbon, Penopang Kehidupan Laut

Mangrove Bukan Sekadar Benteng Pesisir: Lebih dari Penjaga Karbon, Penopang Kehidupan Laut

News | Minggu, 30 November 2025 | 08:33 WIB

Terkini

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

×