Deforestasi Diklaim Turun, Kenapa Banjir di Sumatra Tetap Menggila?

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 04 Desember 2025 | 16:18 WIB
Deforestasi Diklaim Turun, Kenapa Banjir di Sumatra Tetap Menggila?
Foto udara sejumlah tenda pengungsian warga di atas jembatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (3/12/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz]
baca 10 detik
  • Menteri Kehutanan memaparkan deforestasi nasional per September 2025 menurun 23,01% dibanding tahun 2024.
  • Kerusakan lahan masif 2019–2024 di hulu DAS menjadi jawaban atas bencana banjir dan longsor terkini.
  • Aceh dan Sumut menunjukkan deforestasi signifikan di kawasan hulu, memicu tingginya angka lahan kritis.

Suara.com - Sebuah data yang memicu tanda tanya besar dipaparkan oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di hadapan para wakil rakyat. Di satu sisi, pemerintah mengklaim laju kerusakan hutan atau deforestasi di seluruh Indonesia, termasuk di Sumatra, menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

Namun di sisi lain, bencana banjir dan longsor justru semakin ganas menerjang. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?

Dalam Rapat Kerja krusial bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025), Menhut Raja Juli Antoni membeberkan angka terbaru yang menjadi sorotan. Secara nasional, laju kehilangan hutan hingga September 2025 berhasil ditekan.

"Pada tahun 2025, deforestasi di Indonesia hingga bulan September menurun sebesar 49.700 hektare jika dibandingkan tahun 2024, atau menurun 23,01 persen," ujar Raja dalam rapat.

Tren positif ini, menurutnya, juga tercermin di tiga provinsi yang baru saja luluh lantak akibat bencana hidrometeorologi.

Tercatat, deforestasi di Aceh turun 10,04 persen, Sumatera Utara turun 13,98 persen, dan Sumatera Barat mengalami penurunan 14 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024.

Namun, di balik angka-angka yang tampak menggembirakan itu, tersembunyi sebuah 'bom waktu' ekologis. Menhut menyoroti fakta yang jauh lebih mengkhawatirkan yakni adanya akumulasi kerusakan atau perubahan tutupan lahan secara masif yang telah terjadi dalam kurun waktu lima tahun terakhir, dari 2019 hingga 2024.

Kerusakan ini terkonsentrasi di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS), area yang berfungsi sebagai 'kepala' bagi sistem sungai dan menjadi benteng pertahanan alami dari bencana.

Berdasarkan analisis citra satelit yang dilakukan Kementerian Kehutanan, terungkap potret kerusakan yang menjadi jawaban atas amukan banjir baru-baru ini.

baca juga

Di Provinsi Aceh, tim mengidentifikasi 70 titik banjir yang tersebar di 31 DAS. Di area hulu DAS tersebut, telah terjadi perubahan tutupan lahan dari hutan menjadi non-hutan seluas 21.476 hektare hanya dalam waktu lima tahun. Yang lebih mencengangkan, sebagian besar kerusakan justru terjadi di dalam kawasan yang seharusnya dilindungi.

"Terdiri dari perubahan tutupan hutan di kawasan hutan seluas 12.159 hektare atau 56,61 persen, serta di luar kawasan hutan seluas 9.317 hektare atau 43,39 persen," papar Raja Juli.

Kondisi ini diperparah dengan adanya lahan kritis seluas 217.301 hektare, atau sekitar 7,1 persen dari total luasan DAS yang terdampak bencana di Serambi Mekkah.

Situasi tak kalah genting terjadi di Provinsi Sumatera Utara. Sebanyak 92 titik banjir teridentifikasi berada di 13 DAS.

Analisis satelit menunjukkan wilayah hulu DAS di provinsi ini telah kehilangan tutupan hutan seluas 9.424 hektare dalam periode yang sama. Berbeda dengan Aceh, kerusakan di Sumut didominasi oleh alih fungsi lahan di luar kawasan hutan atau Area Penggunaan Lain (APL).

"Terdiri dari kawasan hutan seluas 3.427 hektare atau 36,36 persen, serta di luar kawasan hutan atau area penggunaan lainnya seluas 5.997 hektare atau 63,64 persen," jelasnya.

Raja Juli juga memberikan penekanan pada tingginya angka lahan kritis di DAS terdampak Sumut yang mencapai 207.000 hektare. Angka ini setara dengan 14,7 persen dari total luasan DAS tersebut, menunjukkan betapa rentannya wilayah itu terhadap bencana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dasco: Anak Korban Bencana Sumatera Jangan Dipaksa Sekolah Dulu, Wajib Trauma Healing

Dasco: Anak Korban Bencana Sumatera Jangan Dipaksa Sekolah Dulu, Wajib Trauma Healing

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 16:13 WIB

KLH Sebut Tambang Milik Astra International Perparah Banjir Sumatera, Akan Ditindak

KLH Sebut Tambang Milik Astra International Perparah Banjir Sumatera, Akan Ditindak

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 15:58 WIB

Jakarta Siaga Banjir Rob: Modifikasi Cuaca dan 600 Pompa Siap Redam Genangan Pesisir

Jakarta Siaga Banjir Rob: Modifikasi Cuaca dan 600 Pompa Siap Redam Genangan Pesisir

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 15:52 WIB

Usut Tuntas 'Dosa' di Balik Banjir Sumatra, Tim Khusus Buru Asal Kayu Gelondongan

Usut Tuntas 'Dosa' di Balik Banjir Sumatra, Tim Khusus Buru Asal Kayu Gelondongan

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 15:29 WIB

Paradoks Banjir Sumatra: Menhut Klaim Deforestasi Turun, Ratusan Ribu Hektare Lahan Kritis Terkuak

Paradoks Banjir Sumatra: Menhut Klaim Deforestasi Turun, Ratusan Ribu Hektare Lahan Kritis Terkuak

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 15:22 WIB

Air Laut Pasang, 16 RT di Jakarta Terendam Banjir Rob

Air Laut Pasang, 16 RT di Jakarta Terendam Banjir Rob

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 14:55 WIB

Manchester United Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Terdampak Banjir di Sumatra

Manchester United Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Terdampak Banjir di Sumatra

Bola | Kamis, 04 Desember 2025 | 14:16 WIB

Terkini

Fakta atau Mitos? Kupas Tuntas Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Beralih ke Kendaraan Listrik

Fakta atau Mitos? Kupas Tuntas Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Beralih ke Kendaraan Listrik

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:18 WIB

Tak Hanya Pemerintah, Industri RS Butuh Pendanaan Perbankan

Tak Hanya Pemerintah, Industri RS Butuh Pendanaan Perbankan

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:16 WIB

4 Gaya OOTD High-Street Experimental ala Hongjoong ATEEZ, Biar Nyentrik!

4 Gaya OOTD High-Street Experimental ala Hongjoong ATEEZ, Biar Nyentrik!

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:15 WIB

5 Lip Cream Warna Coklat Oranye yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang, Harga Rp20 Ribuan

5 Lip Cream Warna Coklat Oranye yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang, Harga Rp20 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:14 WIB

Tak Punya SPPG, Sudaryono Minta Publik Laporkan Oknum Ngaku Kerabat Kepala BGN

Tak Punya SPPG, Sudaryono Minta Publik Laporkan Oknum Ngaku Kerabat Kepala BGN

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:08 WIB

5 Merek Parfum Lokal Paling Populer di Indonesia 2026, Laris Manis Dibeli Lewat Shopee

5 Merek Parfum Lokal Paling Populer di Indonesia 2026, Laris Manis Dibeli Lewat Shopee

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:08 WIB

Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Rupat Utara Dilaporkan ke Komnas HAM dan LPSK

Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Rupat Utara Dilaporkan ke Komnas HAM dan LPSK

Riau | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:06 WIB

Investor Banyak Jual Saham, IHSG Akhirnya Terkoreksi Setelah 10 Hari Menguat

Investor Banyak Jual Saham, IHSG Akhirnya Terkoreksi Setelah 10 Hari Menguat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:03 WIB

11 Malam Perang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

11 Malam Perang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:01 WIB

BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi

BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:01 WIB

×