Kisruh PBNU, Kader Muda Serukan Patuhi AD/ART dan Hormati Ikhtiar Islah Kiai Sepuh

Bangun Santoso, Faqih Fathurrahman

Jum'at, 05 Desember 2025 | 19:13 WIB
Kisruh PBNU, Kader Muda Serukan Patuhi AD/ART dan Hormati Ikhtiar Islah Kiai Sepuh
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menolak mundur dari jabatannya. (Suara.com/Faqih)
baca 10 detik
  • Jaringan Kader Muda NU konsolidasi menolak kesewenang-wenangan struktural dan meminta pimpinan patuh AD/ART organisasi.
  • Kader muda memprotes rencana pleno penunjukan Pj Ketum karena dianggap mengabaikan upaya islah kiai sepuh.
  • Tujuan gerakan moral ini adalah mengembalikan marwah serta menegakkan tradisi musyawarah dan bimbingan ulama NU.

Suara.com - Eskalasi konflik internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang tak kunjung menunjukkan tanda-tanda mereda, telah memantik keprihatinan mendalam dari kalangan akar rumput.

Jaringan Kader Muda Nahdlatul Ulama (NU) dari seluruh Indonesia mengambil sikap tegas, menyerukan agar para pimpinan PBNU kembali berpegang teguh pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta menghormati ikhtiar islah yang tengah diupayakan para masyayikh atau kiai sepuh.

Seruan ini mengemuka setelah konsolidasi nasional yang digelar sebagai respons atas perebutan kursi Ketua Umum yang kian meruncing.

Situasi ini diperparah oleh adanya Rapat Harian Syuriyah yang meminta Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mundur dari jabatannya, serta terbitnya Surat Edaran Syuriyah yang menyatakan jabatan Ketum PBNU berakhir secara otomatis pada 26 November 2025.

Juru Bicara Jaringan Kader Muda NU, Purwaji, menyatakan bahwa konsolidasi ini merupakan gerakan moral untuk mengembalikan marwah organisasi.

Menurutnya, saat ini terdapat kecenderungan penggunaan kewenangan struktural yang justru membatasi dialog, menutup ruang permusyawaratan, dan yang paling mengkhawatirkan, mengabaikan seruan para kiai sepuh.

Kondisi ini, menurut Purwaji, sangat berbahaya karena mengancam ruh dasar NU sebagai Jam’iyah (organisasi) yang berpijak pada musyawarah (syura), moral publik, dan kebenaran yang senantiasa dibimbing oleh para ulama.

Purwaji secara khusus menyoroti adanya rencana dari pihak tertentu untuk menggelar rapat pleno yang bertujuan menunjuk Penjabat (Pj) Ketua Umum.

Langkah ini dinilai sangat bertentangan dengan kehendak para kiai sepuh yang saat ini sedang bekerja keras menempuh jalan damai atau islah.

baca juga

“Jika benar ada rencana pleno penunjukan Pj, itu adalah bentuk kesewenang-wenangan. Para kiai menghendaki islah, bukan pemaksaan pleno,” tegas Purwaji di Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Ia menambahkan, mengabaikan suara para ulama sepuh merupakan sebuah tindakan yang sangat disayangkan dan dapat melukai perasaan warga Nahdliyin secara luas.

“Sangat menyedihkan jika suara para kiai dianggap bisa diabaikan begitu saja,” imbuhnya.

Purwaji menegaskan bahwa AD/ART bukanlah sekadar dokumen formalitas, melainkan pagar kokoh yang berfungsi menjaga kehormatan dan martabat Jam’iyah.

Senada dengan itu, Fajri Al Farobi, salah satu narasumber dalam forum konsolidasi tersebut, menekankan bahwa dialog adalah napas dari tradisi NU. Upaya islah yang didorong oleh para kiai adalah cerminan dari tradisi luhur tersebut.

“Islah adalah jalannya para kiai. Ketika pintu dialog ditutup dan keputusan diambil sepihak, maka itu bukan lagi tradisi NU. Maka dari itu, forum konsolidasi ini adalah gerakan moral untuk memastikan NU tetap berada di rel yang benar,” ucapnya.

Dari hasil konsolidasi, Jaringan Kader Muda NU mengeluarkan sejumlah pernyataan sikap. Mereka secara tegas menolak segala bentuk kesewenang-wenangan di tubuh PBNU, menolak tindakan yang mengabaikan AD/ART, dan meminta agar para kiai tidak mendasarkan keputusan strategis organisasi pada informasi sumir atau fitnah tanpa melakukan tabayyun (klarifikasi) terlebih dahulu.

Para kader muda ini menggarisbawahi bahwa gerakan mereka bukanlah bentuk pembangkangan.

Sebaliknya, ini adalah sebuah ikhtiar untuk menegakkan kembali tradisi luhur Jam’iyah yang selama ini dibimbing oleh para kiai sepuh dari berbagai pondok pesantren besar, dari Ploso hingga Tebuireng, demi menjaga persatuan dan marwah Nahdlatul Ulama di tengah badai konflik yang sedang terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Upaya Pelengseran dari PBNU Batal demi Hukum, Gus Yahya Pantang Mundur

Sebut Upaya Pelengseran dari PBNU Batal demi Hukum, Gus Yahya Pantang Mundur

Video | Kamis, 04 Desember 2025 | 15:45 WIB

Gus Miftah Berharap PBNU Segera Rukun dan Fokus Bantu Korban Bencana

Gus Miftah Berharap PBNU Segera Rukun dan Fokus Bantu Korban Bencana

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 07:20 WIB

Gus Yahya Ancam Tempuh Jalur Hukum, Tak Rela Posisinya Direbut Kepentingan Sepihak

Gus Yahya Ancam Tempuh Jalur Hukum, Tak Rela Posisinya Direbut Kepentingan Sepihak

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 19:42 WIB

Soal Dugaan Aliran Uang Rp100 Miliar ke PBNU, Gus Yahya Santai: Silahkan Diproses!

Soal Dugaan Aliran Uang Rp100 Miliar ke PBNU, Gus Yahya Santai: Silahkan Diproses!

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 19:37 WIB

Gus Yahya Pantang Mundur, Sebut Upaya Pelengseran dari PBNU Batal Demi Hukum

Gus Yahya Pantang Mundur, Sebut Upaya Pelengseran dari PBNU Batal Demi Hukum

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 18:15 WIB

Bantah Tudingan Pro-Zionis, Gus Yahya Beberkan Fakta Pertemuan dengan Netanyahu

Bantah Tudingan Pro-Zionis, Gus Yahya Beberkan Fakta Pertemuan dengan Netanyahu

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 08:42 WIB

PBNU Sebut Tudingan TPPU Prematur, Ada Manuver Politik Jegal Gus Yahya?

PBNU Sebut Tudingan TPPU Prematur, Ada Manuver Politik Jegal Gus Yahya?

News | Selasa, 02 Desember 2025 | 19:52 WIB

Terkini

Review Lelaki-Lelaki Tanpa Perempuan: Tujuh Kisah Tentang Sepi dan Kehilangan

Review Lelaki-Lelaki Tanpa Perempuan: Tujuh Kisah Tentang Sepi dan Kehilangan

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 16:30 WIB

Pangeran Arab Saudi Ditemukan Meninggal Dunia di London, Darahnya Mengandung Miras dan Narkoba

Pangeran Arab Saudi Ditemukan Meninggal Dunia di London, Darahnya Mengandung Miras dan Narkoba

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 16:29 WIB

Rizal Fadillah Bongkar Peran Pratikno di Balik Ijazah Jokowi: Penentu Sejak Rektor

Rizal Fadillah Bongkar Peran Pratikno di Balik Ijazah Jokowi: Penentu Sejak Rektor

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 16:29 WIB

Indosat Optimalkan Spektrum 700 MHz Perluas Jaringan 5G, Sinyal Indoor dan Fokus Wilayah Terpencil

Indosat Optimalkan Spektrum 700 MHz Perluas Jaringan 5G, Sinyal Indoor dan Fokus Wilayah Terpencil

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 16:29 WIB

Retorika Londo Ireng Prabowo Berisiko Ancam Kebebasan Pers dan Ruang Kritik

Retorika Londo Ireng Prabowo Berisiko Ancam Kebebasan Pers dan Ruang Kritik

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 16:23 WIB

Sisi Lain The East Palace: Banjir Plot Twist, Siapa Arwah Kolam Sebenarnya?

Sisi Lain The East Palace: Banjir Plot Twist, Siapa Arwah Kolam Sebenarnya?

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 16:20 WIB

Xiaomi Watch 5 dan Smart Band 10 Pro Resmi Meluncur, AI Personal Trainer Bikin Olahraga Lebih Cerdas

Xiaomi Watch 5 dan Smart Band 10 Pro Resmi Meluncur, AI Personal Trainer Bikin Olahraga Lebih Cerdas

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 16:17 WIB

Oknum Guru di Tanjungbalai Bantah Bawa Siswa SD ke Rumah untuk Dilecehkan Suami

Oknum Guru di Tanjungbalai Bantah Bawa Siswa SD ke Rumah untuk Dilecehkan Suami

Sumut | Jum'at, 24 Juli 2026 | 16:16 WIB

Islam dan Nasionalisme Satu Tarikan Napas, PKB Anugerahi 5 Kiai Penjaga NKRI

Islam dan Nasionalisme Satu Tarikan Napas, PKB Anugerahi 5 Kiai Penjaga NKRI

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 16:15 WIB

Sunscreen Apa yang Cepat Mencerahkan Kulit Kusam? Ini Tips Memilih Produk yang Tepat

Sunscreen Apa yang Cepat Mencerahkan Kulit Kusam? Ini Tips Memilih Produk yang Tepat

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 16:15 WIB

×