Gus Miftah Berharap PBNU Segera Rukun dan Fokus Bantu Korban Bencana

Erick Tanjung | Faqih Fathurrahman | Suara.com

Kamis, 04 Desember 2025 | 07:20 WIB
Gus Miftah Berharap PBNU Segera Rukun dan Fokus Bantu Korban Bencana
Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji, Miftah Maulana Habiburahman atau Gus Miftah di Kantor GP Ansor, Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2025) malam. [Suara.com/Faqih]
  • Gus Miftah berharap konflik internal PBNU bisa segera selesai dan kembali rukun.
  • Ia ingin PBNU kembali fokus pada kemaslahatan umat, terutama korban bencana.
  • Konflik dipicu permintaan Syuriyah agar Ketua Umum Gus Yahya mundur dari jabatannya.

Suara.com - Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji, Miftah Maulana Habiburahman atau Gus Miftah, menanggapi konflik internal yang tengah terjadi di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sebagai bagian dari warga Nahdliyin, ia berharap persoalan di tingkat elite tersebut dapat segera diselesaikan.

“Kami yang muda-muda ini tentunya berharap yang terbaik untuk PBNU, apa pun itu,” kata Miftah di Kantor GP Ansor, Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2025) malam.

Miftah menyoroti bahwa saat ini GP Ansor dan elemen NU lainnya sedang fokus pada penanganan korban bencana di Sumatra. Oleh karena itu, ia berharap PBNU dapat kembali rukun agar organisasi bisa lebih fokus pada kemaslahatan umat, terutama di tengah situasi bencana yang luar biasa ini.

“Kerukunan ini menjadi hal yang mutlak. Kami hanya berharap mudah-mudahan segera kembali sebagaimana mestinya, sehingga lebih fokus lagi kepada masalah keumatan. Dengan begitu, keberadaan PBNU akan jauh lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.

Konteks Konflik Internal PBNU

Konflik di tubuh PBNU memanas setelah Rapat Harian Syuriyah meminta Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) untuk mundur dari jabatan Ketua Umum. Polemik semakin dalam dengan terbitnya Surat Edaran Syuriyah yang menyatakan masa jabatan Gus Yahya berakhir secara otomatis pada 26 November 2025.

Situasi kian meruncing dengan adanya perombakan besar di jajaran Tanfidziyah, penolakan terhadap Surat Edaran Syuriyah yang dianggap cacat administratif, hingga pernyataan Rais Aam Miftachul Akhyar yang menegaskan kendali PBNU berada di tangan Syuriyah. Terbaru, Gus Yahya bahkan menyatakan akan menempuh jalur hukum jika dialog menemui jalan buntu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Yahya Ancam Tempuh Jalur Hukum, Tak Rela Posisinya Direbut Kepentingan Sepihak

Gus Yahya Ancam Tempuh Jalur Hukum, Tak Rela Posisinya Direbut Kepentingan Sepihak

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 19:42 WIB

Soal Dugaan Aliran Uang Rp100 Miliar ke PBNU, Gus Yahya Santai: Silahkan Diproses!

Soal Dugaan Aliran Uang Rp100 Miliar ke PBNU, Gus Yahya Santai: Silahkan Diproses!

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 19:37 WIB

Gus Yahya Pantang Mundur, Sebut Upaya Pelengseran dari PBNU Batal Demi Hukum

Gus Yahya Pantang Mundur, Sebut Upaya Pelengseran dari PBNU Batal Demi Hukum

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 18:15 WIB

Terkini

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:49 WIB

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:41 WIB

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:19 WIB

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:07 WIB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:10 WIB

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:55 WIB

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:51 WIB

Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas

Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:40 WIB

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:18 WIB