Komnas HAM: Solidaritas Publik Menguat, Tapi Negara Tetap Wajib Pulihkan Sumatra

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 11 Desember 2025 | 11:13 WIB
Komnas HAM: Solidaritas Publik Menguat, Tapi Negara Tetap Wajib Pulihkan Sumatra
Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah. [Suara.com/Lilis]
baca 10 detik
  • Data BNPB per 10 Desember menunjukkan korban bencana Sumatra mencapai 967 jiwa, 264 hilang, dan ratusan ribu mengungsi.
  • Komnas HAM menyoroti angka tersebut sebagai sinyal urgensi kehadiran negara dalam penanganan bencana yang terstruktur.
  • Komnas HAM mengapresiasi solidaritas masyarakat sipil meski negara wajib memastikan pemulihan jangka panjang berkeadilan.

Suara.com - Korban jiwa akibat bencana Sumatra telah mencapai 967 orang, data BNPB per Rabu (10/12) sore kemarin. Selain jumlah tersebut, masih ada 264 orang hilang, 5.000-an orang terluka, serta ratusan ribu warga mengungsi. 

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Anis Hidayah menegaskan bahwa rangkaian angka tersebut merupakan harus menjadi sinyal kemanusiaan yang menuntut kehadiran negara secara cepat dan terstruktur.

"Masyarakat tidak boleh terus menjadi korban akibat kelalaian dalam menjaga ekosistem lingkungan sebagai ruang hidup dan kehidupan serta mencegah terjadinya keberulangan," kata Anis dalam keterangannya saat perayaan Hari HAM Sedunia yang digelar Komnas HAM di Aceh, Kamis (11/12/2025).

Munculnya gerakan warga bantu warga dengan penggalangan donasi dari masyarakat sipil, dinilai Anis sebagai bentuk menguatnya solidaritas kemanusian dan kepedulian masyarakat dalam merespon dampak bencana. 

Ia mengapresiasi gerakan tersebut karena bisa menjadi modalitas dalam membangun ketangguhan sosial, mengingat keterbatasan pemerintah dalam penanggulangan bencana.

Kendati begitu, Anis juga menegaskan kalau solidaritas publik tidak dapat menggantikan kewajiban negara.

"Pemulihan yang berkeadilan tetap merupakan kewajiban konstitusional yang harus dipenuhi oleh negara secara konsisten dan menyeluruh," tekannya.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan pemulihan jangka panjang yang mencakup perbaikan rumah, akses layanan dasar, dukungan psikososial, pemulihan mata pencaharian, hingga perlindungan kelompok rentan.

Sejak 8–9 Desember 2025, Komnas HAM melakukan pengamatan langsung di wilayah terdampak di Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta Aceh yang meliputi Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, dan sejumlah titik pengungsian lain. Fokus pengamatan diarahkan pada kondisi kelompok rentan dan pemenuhan hak dasar mereka.

baca juga

Selain pengamatan lapangan, Komnas HAM menyalurkan dukungan untuk warga, termasuk bagi anak-anak di pengungsian.

Tepat saat Hari HAM Sedunia pada 10 Desember, Komnas HAM juga menggelar donor darah dan doa bersama di kantor perwakilan Aceh dan Sumatera Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mensos Sebut Donasi Bencana Boleh Disalurkan Dulu, Izin dan Laporan Menyusul

Mensos Sebut Donasi Bencana Boleh Disalurkan Dulu, Izin dan Laporan Menyusul

News | Rabu, 10 Desember 2025 | 17:51 WIB

Solidaritas Nasional Menyala, Bantuan Kemanusiaan untuk Sumatra Tembus 500 Ton

Solidaritas Nasional Menyala, Bantuan Kemanusiaan untuk Sumatra Tembus 500 Ton

News | Rabu, 10 Desember 2025 | 17:41 WIB

Bareskrim Temukan Alat Berat dan Lahan Ilegal: Kasus Pembalakan Liar di Sumut Naik Penyidikan

Bareskrim Temukan Alat Berat dan Lahan Ilegal: Kasus Pembalakan Liar di Sumut Naik Penyidikan

News | Rabu, 10 Desember 2025 | 16:05 WIB

Terkini

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:26 WIB

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:09 WIB

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Pramono Minta Demo BEM UI di Bundaran HI Tak Anarkis: Happy-Happy Saja

Pramono Minta Demo BEM UI di Bundaran HI Tak Anarkis: Happy-Happy Saja

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:57 WIB

Konsumsi Gas Alam Diprediksi Meroket 30 Persen, Apa Dampaknya?

Konsumsi Gas Alam Diprediksi Meroket 30 Persen, Apa Dampaknya?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:53 WIB

×