- Penembakan lima petani di Pino Raya pada 24 November 2025 merupakan puncak konflik agraria dengan PT ABS.
- Petani mengalami intimidasi sistematis seperti perusakan tanaman dan kekerasan verbal sebelum insiden penembakan terjadi.
- Laporan petani perempuan mengenai ancaman pembunuhan dan kekerasan seksual pada September 2025 terindikasi diabaikan polisi.
Lima orang petani terkapar setelah ditembak oleh pihak keamanan perusahaan. Insiden berdarah ini, menurut tim advokasi, adalah tragedi yang seharusnya bisa dicegah jika saja laporan-laporan intimidasi sebelumnya ditanggapi dengan serius.
“Hingga kemarin, bahkan belum ada jawaban resmi dari pihak kepolisian,” katanya.