Eksekusi Brutal Dua Matel di Kalibata: Bagaimana Semua Jejak Lenyap?

Erick Tanjung, Muhammad Yasir

Jum'at, 12 Desember 2025 | 18:06 WIB
Eksekusi Brutal Dua Matel di Kalibata: Bagaimana Semua Jejak Lenyap?
Ilustrasi pengeroyokan yang menewaskan dua mata elang di Kalibata, Jakarta Selatan. [Suara.com/Ema]
baca 10 detik
  • Dua debt collector tewas dikeroyok secara brutal dan kilat di Kalibata.
  • Aksi balas dendam salah sasaran membakar puluhan lapak pedagang kecil.
  • Insiden mengungkap bahaya profesi matel dan lingkaran setan kekerasan jalanan.

Suara.com - Sore itu, hiruk pikuk lalu lintas di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, berjalan seperti biasa. Namun, sebuah adegan brutal di tepi jalan mengubah sore yang biasa itu menjadi awal dari malam penuh teror.

MET dan NAT, dua pria yang berprofesi sebagai debt collector atau mata elang (matel), tewas dikeroyok. Insiden bermula ketika mereka mencoba menghentikan laju sepeda motor seorang debitur yang diduga menunggak cicilan.

Namun, sebelum negosiasi sempat terjadi, sebuah mobil tiba-tiba menepi. Empat hingga lima pria keluar, bergerak dengan kecepatan brutal, dan mengeroyok MET dan NAT tanpa ampun.

Dalam hitungan menit, keduanya terkapar bersimbah darah. Kapolsek Pancoran Kompol Mansur menyebut satu korban tewas di tempat, sementara rekannya menyusul di rumah sakit.

Peristiwa pada Kamis, 11 Desember 2025 itu bukan sekadar pengeroyokan biasa. Ia menjadi pemicu api balas dendam yang membakar habis puluhan lapak pedagang, sekaligus menyingkap tabir gelap dunia penagihan utang di jalanan.

Infografis penyerangan kilat yang menewaskan dua mata elang di Kalibata, Jakarta Selatan. [Suara.com/Ema]
Infografis penyerangan kilat yang menewaskan dua mata elang di Kalibata, Jakarta Selatan. [Suara.com/Ema]

Pengeroyokan Kilat Tanpa Jejak

Polisi hingga kini masih berpacu dengan waktu untuk mengidentifikasi pelaku. Tantangannya besar, sebab aksi pengeroyokan berlangsung begitu cepat dan "bersih".

“Menurut keterangan saksi, baru diberhentiin terus pengguna jalan yang lain keluar dari mobil. Mereka langsung ngeroyok dengan begitu sporadis, begitu cepat,” ungkap Kompol Mansur saat meninjau lokasi, Jumat (12/12/2025).

Yang lebih membingungkan, semua jejak lenyap dalam sekejap. Para penyerang, mobil yang mereka gunakan, bahkan pengendara motor yang menjadi target awal, semuanya menghilang dari lokasi.

baca juga

“Yang mukul langsung kabur. (Pemotor) ikut kabur semua, itu enggak ada di TKP. Tiba-tiba enggak ada saja,” jelas Mansur.

Kecepatan, kebrutalan, dan efisiensi operasi ini memunculkan pertanyaan serius: apakah ini aksi spontan, atau sebuah eksekusi yang telah direncanakan?

Dunia Abu-abu 'Mata Elang'

Sementara polisi berburu pelaku, insiden ini kembali menyeret sorotan publik ke profesi yang melatari tragedi ini: debt collector. Sebuah pekerjaan yang identik dengan kekerasan dan beroperasi di wilayah abu-abu hukum.

Di satu sisi, mereka adalah ujung tombak perusahaan pembiayaan. Di sisi lain, metode mereka yang kerap intimidatif membuat profesi ini lekat dengan dunia premanisme.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri mengakui adanya masalah serius dalam industri ini. Kepala Eksekutif Pengawas OJK, Friderica Widyasari Dewi, bahkan menyoroti maraknya penipu yang berkedok sebagai mata elang.

“Ternyata banyak kejadian mata elang, yang disebut mata elang tadi sebenarnya adalah pelaku kejahatan yang mengatasnamakan perusahaan tertentu, padahal sebenarnya bukan,” ujar Friderica pada November lalu.

Tempat kejadian perkara (TKP) pengeroyokan di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.
Tempat kejadian perkara (TKP) pengeroyokan di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025). [Antara/HO-Dokumentasi Pribadi]

OJK hanya berwenang menindak debt collector resmi. Sementara para 'mata elang' palsu yang seringkali lebih brutal, menjadi ranah kepolisian. Celah inilah yang membuat jalanan menjadi arena berbahaya, penuh potensi bentrokan yang bisa meledak kapan saja.

Api Balas Dendam yang Salah Sasaran

Ledakan itu akhirnya benar-benar terjadi pada Kamis malam. Sebagai respons atas kematian dua rekannya, ratusan orang dari kelompok matel turun ke jalan, mencari balas dendam.

Namun, amuk mereka salah sasaran. Bukan pelaku yang mereka cari, melainkan sumber penghidupan warga tak bersalah yang mereka hanguskan.

Di tengah kepulan asap, Andi, pegawai lapak Selera Sambal Mentah, merasakan langsung teror tersebut. Ia sempat diperingatkan untuk bersembunyi di dalam ruko, namun keputusan itu nyaris merenggut nyawanya.

“Begitu saya tutup malah warung saya yang dibakar. Kalau saya diam aja di sini ya mungkin saya sama teman-teman jadi sate di dalam,” katanya pilu, Jumat (12/12/2025). Ia dan tiga rekannya selamat setelah nekat menjebol atap.

Sementara itu, Chef Henny Maria, pemilik Steak Together, kini hanya bisa menatap nanar rukonya yang tinggal menyisakan sebuah kulkas.

“Habis semua barang-barang,” ungkapnya, memperkirakan kerugian renovasi saja mencapai Rp 100 juta.

“Ya saya sih berharap dari pemerintah atau mungkin UMKM kami bisa mendapatkan bantuan."

Menurut data kepolisian, lebih dari 30 kios dan tenda pedagang hangus, ditambah sembilan motor dan satu mobil yang ikut dibakar. Puing-puing hangus menjadi saksi bisu malam penuh kengerian itu.

Malam penuh teror di Kalibata adalah bukti tragis dari sebuah lingkaran setan: profesi berisiko yang memicu kekerasan, yang kemudian dibalas dengan kekerasan yang lebih besar. Dan seperti biasa, warga kecillah yang harus membayar harganya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jeritan Pilu Pedagang Kalibata: Kios Ludes Dibakar Massa, Utang Ratusan Juta Kini Menjerat

Jeritan Pilu Pedagang Kalibata: Kios Ludes Dibakar Massa, Utang Ratusan Juta Kini Menjerat

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 16:49 WIB

Kengerian di Kalibata! Amukan Matel Hanguskan Puluhan Kios, Pedagang Ini Nyaris Terbakar

Kengerian di Kalibata! Amukan Matel Hanguskan Puluhan Kios, Pedagang Ini Nyaris Terbakar

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 15:54 WIB

Kalibata Mencekam Semalaman, Ini Awal Mula Kerusuhan Tewaskan 2 Matel Gegara Motor Kredit

Kalibata Mencekam Semalaman, Ini Awal Mula Kerusuhan Tewaskan 2 Matel Gegara Motor Kredit

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 14:59 WIB

Terkini

Hak Anak Tak Hanya Pendidikan dan Gizi, Ruang Bermain Aman Juga Penting

Hak Anak Tak Hanya Pendidikan dan Gizi, Ruang Bermain Aman Juga Penting

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:36 WIB

Saat Tawa Dikepung Intelijen: Menguji UU Polri Lewat Ruang Publik Habermas

Saat Tawa Dikepung Intelijen: Menguji UU Polri Lewat Ruang Publik Habermas

Opini | Senin, 20 Juli 2026 | 12:34 WIB

Indeks CFX10 Terkoreksi, Aset Kripto Ethereum Melonjak

Indeks CFX10 Terkoreksi, Aset Kripto Ethereum Melonjak

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 12:33 WIB

Fenomena HopeTok di Era Digital: Kenapa Konten Positif Semakin Dicari GenZ?

Fenomena HopeTok di Era Digital: Kenapa Konten Positif Semakin Dicari GenZ?

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:30 WIB

Iran: Perang Berakhir Jika Menang Lawan Amerika Serikat atau Lewat Negosiasi

Iran: Perang Berakhir Jika Menang Lawan Amerika Serikat atau Lewat Negosiasi

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:24 WIB

Pelantikan Jampidsus Baru Tinggal Menghitung Hari

Pelantikan Jampidsus Baru Tinggal Menghitung Hari

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:18 WIB

Bantah Klaim Hotman Paris, Mensesneg Tegaskan Pemeriksaan Pejabat Tak Butuh Izin Presiden

Bantah Klaim Hotman Paris, Mensesneg Tegaskan Pemeriksaan Pejabat Tak Butuh Izin Presiden

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:18 WIB

Transportasi Darat Sumbang 87 Persen emisi, Bagaimana Kemenhub Percepat Dekarbonisasi?

Transportasi Darat Sumbang 87 Persen emisi, Bagaimana Kemenhub Percepat Dekarbonisasi?

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:16 WIB

Reborn Rookie: Kisah Konglomerat yang Terlahir Kembali sebagai Karyawan Baru

Reborn Rookie: Kisah Konglomerat yang Terlahir Kembali sebagai Karyawan Baru

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:15 WIB

Berapa Hadiah Pemenang Piala Dunia 2026? Segini Uang yang Dibawa Pulang Spanyol

Berapa Hadiah Pemenang Piala Dunia 2026? Segini Uang yang Dibawa Pulang Spanyol

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 12:15 WIB

×