Kalibata Mencekam Semalaman, Ini Awal Mula Kerusuhan Tewaskan 2 Matel Gegara Motor Kredit

Bangun Santoso | Suara.com

Jum'at, 12 Desember 2025 | 14:59 WIB
Kalibata Mencekam Semalaman, Ini Awal Mula Kerusuhan Tewaskan 2 Matel Gegara Motor Kredit
Warga mengambil gambar mobil yang dibakar massa saat kericuhan di kawasan Kalibata, Jakarta, Kamis (11/12/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/rwa]
  • Dua kolektor penarik motor (matel) tewas dikeroyok massa pembela pengendara di Jalan Raya Kalibata pada Kamis (11/12/2025).
  • Awal kejadian adalah upaya penarikan paksa motor menunggak yang memicu serangan balik dari kelompok tak dikenal.
  • Kematian kedua matel memicu kerusuhan balasan oleh rekan korban, mengakibatkan perusakan dan pembakaran fasilitas di Kalibata.

Suara.com - Sebuah insiden yang bermula dari penarikan paksa sepeda motor berujung pada pertumpahan darah dan kerusuhan hebat di Jalan Raya Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025). Dua orang pria yang berprofesi sebagai mata elang (matel) atau debt collector tewas mengenaskan setelah menjadi korban pengeroyokan brutal.

Satu korban tewas seketika di lokasi kejadian, sementara rekannya menghembuskan napas terakhir setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Insiden inilah yang menjadi percikan api yang membakar amarah rekan-rekan korban hingga membuat kawasan Kalibata mencekam sepanjang malam.

“Kedua orang yang bertugas sebagai mata elang ini dianiaya dan dikeroyok sampai satu meninggal di tempat dan satu lagi meninggal di rumah sakit,” ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly di lokasi, Jumat (12/12/2025).

Awal Mula Pengeroyokan Maut

Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar kios pedagang usai dibakar massa saat kericuhan di kawasan Kalibata, Jakarta, Kamis (11/12/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/rwa]
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar kios pedagang usai dibakar massa saat kericuhan di kawasan Kalibata, Jakarta, Kamis (11/12/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/rwa]

Semuanya berawal dari aksi rutin yang biasa dilakukan para matel. Siang itu, kedua korban menghentikan seorang pengendara sepeda motor di tengah Jalan Raya Kalibata. Menurut informasi yang mereka miliki, motor tersebut menunggak cicilan kredit dan menjadi target untuk ditarik.

Namun, situasi yang seharusnya menjadi negosiasi penarikan kendaraan berubah menjadi petaka. Tiba-tiba, sebuah mobil yang melaju di belakang pemotor itu berhenti. Dari dalamnya, keluar sekitar lima orang tak dikenal yang ternyata datang untuk membela si pengendara motor.

Tanpa banyak bicara, kelompok dari dalam mobil itu langsung menyerang kedua matel. Pengeroyokan brutal pun tak terhindarkan.

Kedua korban yang kalah jumlah diseret dari jalan raya menuju sebuah tenda pedagang kaki lima (PKL) di area parkir Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

“Dengan sporadis, pengguna mobil tersebut langsung memukul kawan-kawan debt collector ini. Kurang lebih 4-5 orang pengguna mobil tersebut yang sama-sama jalan dengan pengendara motor satu arah,” jelas Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur kepada wartawan.

Menurut keterangan polisi, para pelaku mengeroyok korban dengan tangan kosong. Setelah melihat kedua matel terkapar tak berdaya, seluruh pelaku, termasuk si pengendara motor, langsung tancap gas melarikan diri dari lokasi.

“Ikut kabur semua itu, enggak ada di TKP. Tiba-tiba enggak ada saja,” kata Mansur.

Amarah Pecah, Kalibata Membara

Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar mobil usai dibakar massa saat kericuhan di kawasan Kalibata, Jakarta, Kamis (11/12/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/rwa]
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar mobil usai dibakar massa saat kericuhan di kawasan Kalibata, Jakarta, Kamis (11/12/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/rwa]

Kabar tewasnya dua matel dengan cepat menyebar di antara komunitas mereka. Sekitar tiga jam setelah pengeroyokan, atau sekitar pukul 18.30 WIB, belasan pria mulai berkumpul di sekitar lokasi kejadian. Suasana yang tadinya sepi mendadak tegang.

Adu mulut antara dua kelompok yang berhadapan pun pecah. Kemarahan yang tak terbendung akhirnya dilampiaskan.

Tenda PKL yang menjadi saksi bisu pengeroyokan menjadi sasaran pertama amuk massa. Lampu-lampu dipecahkan, membuat area tersebut gelap gulita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Pastikan Pengeroyokan Matel Hingga Tewas di Kalibata Pakai Tangan Kosong, Kok Bisa?

Polisi Pastikan Pengeroyokan Matel Hingga Tewas di Kalibata Pakai Tangan Kosong, Kok Bisa?

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 14:47 WIB

Geger Rusuh di Kalibata: Polisi Periksa 6 Saksi Kunci, Ungkap Detik Mengerikan

Geger Rusuh di Kalibata: Polisi Periksa 6 Saksi Kunci, Ungkap Detik Mengerikan

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 13:15 WIB

7 Fakta Mencekam Rusuh Kalibata: 2 Nyawa Matel Melayang, 100 Orang Mengamuk Brutal

7 Fakta Mencekam Rusuh Kalibata: 2 Nyawa Matel Melayang, 100 Orang Mengamuk Brutal

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 12:39 WIB

Kronologi 2 Mata Elang Tewas Diamuk Massa di Kalibata, Kios dan Kendaraan Dibakar

Kronologi 2 Mata Elang Tewas Diamuk Massa di Kalibata, Kios dan Kendaraan Dibakar

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 11:21 WIB

Dua Mata Elang Tewas Dikeroyok di Kalibata, Kericuhan Berlanjut ke Pembakaran Kios dan Kendaraan

Dua Mata Elang Tewas Dikeroyok di Kalibata, Kericuhan Berlanjut ke Pembakaran Kios dan Kendaraan

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 10:58 WIB

Malam Mencekam di Kalibata: Mobil dan Kios Dibakar Massa Usai Pengeroyokan Mata Elang

Malam Mencekam di Kalibata: Mobil dan Kios Dibakar Massa Usai Pengeroyokan Mata Elang

Foto | Jum'at, 12 Desember 2025 | 06:30 WIB

Adu Nyali di Kalibata: Mata Elang Tewas Dihajar Kelompok Bermobil Saat Beraksi, Satu Kritis

Adu Nyali di Kalibata: Mata Elang Tewas Dihajar Kelompok Bermobil Saat Beraksi, Satu Kritis

News | Kamis, 11 Desember 2025 | 19:10 WIB

Terkini

Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief

Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:38 WIB

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:25 WIB

Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor

Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta

Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:01 WIB

Viral Manusia Silver Todong Pisau di Kuta, Polisi Tangkap Pria Asal Bandung

Viral Manusia Silver Todong Pisau di Kuta, Polisi Tangkap Pria Asal Bandung

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:01 WIB

Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus

Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:38 WIB

Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum

Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17 WIB

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:10 WIB

Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:18 WIB

Usman Hamid: Keadilan bagi Andrie Yunus Mustahil Tercapai di Peradilan Militer

Usman Hamid: Keadilan bagi Andrie Yunus Mustahil Tercapai di Peradilan Militer

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:07 WIB