Lilin Nusantara Beberkan Peran Strategis Polri Tangani Bencana Sumatra

Bangun Santoso

Minggu, 14 Desember 2025 | 09:50 WIB
Lilin Nusantara Beberkan Peran Strategis Polri Tangani Bencana Sumatra
Direktur Lilin Nusantara Uliatul Hikmah. (Ist)
baca 10 detik
  • Lilin Nusantara menyatakan Polri berperan strategis dalam bencana Sumatera melalui integrasi pendekatan kemanusiaan, hukum lingkungan, dan tata kelola risiko.
  • Keterlibatan Polri menyoroti kecepatan respons, koordinasi efektif antarlembaga, serta adaptasi fungsi melampaui penegakan hukum inti.
  • Aktivitas ini juga mendorong perlunya penguatan penegakan hukum kejahatan lingkungan sebagai mitigasi bencana jangka panjang.

Suara.com - Lingkar Linguistik Nusantara (Lilin Nusantara) membeberkan peran strategis Polri dalam menangani bencana Sumatera. Menurut Lilin Nusantara, Polri tidak hanya memberi respons teknis terhadap bencana di Sumatera, tetapi juga institusi kepolisian mulai mengintegrasikan pendekatan kemanusiaan, penegakan hukum lingkungan, dan tata kelola risiko secara lebih sistematis.

"Jadi, Polri telah menunjukkan peran strategis dalam menangani bencana Sumatera dengan memadukan pendekatan kemanusiaan, penegakan hukum lingkungan, dan tata kelola risiko secara lebih sistematis. Transformasi ini menandai pergeseran paradigma penting dalam fungsi kepolisian Indonesia," ujar Direktur Lilin Nusantara Uliatul Hikmah kepada wartawan Minggu (14/12/2025).

Menurut Uliatul, di satu sisi, keterlibatan aktif Polri dalam penanganan bencana menunjukkan fleksibilitas institusional yang patut diapresiasi.

Namun di sisi lain, kata dia, hal ini juga mengungkap kelemahan struktural dalam sistem manajemen bencana nasional yang seharusnya tidak terlalu bergantung pada satu institusi untuk mengisi berbagai fungsi sekaligus.

"Di tengah situasi bencana yang kompleks-banjir bandang, longsor, serta terputusnya akses antarwilayah, Polri bergerak dengan pola yang menampilkan tiga elemen kunci yang saling memperkuat dalam ekosistem tanggap darurat, yakni kecepatan, koordinasi dan adaptasi fungsi," ujar dia.

Uliatul mengatakan, publik perlu mengapresiasi kemampuan Polri untuk mengerahkan personel dan sumber daya dalam waktu singkat.

Struktur komando yang tersentralisasi memungkinkan pengambilan keputusan cepat dan deployment yang efisien ke lokasi-lokasi terdampak, bahkan ketika infrastruktur komunikasi terganggu.

"Kecepatan Polri ini terwujud dalam aktivasi tim SAR dalam 24 jam pertama, pengerahan unit K-9 untuk pencarian korban dan mobilisasi peralatan berat dan logistik darurat," katanya.

Selain itu, Polri juga melakukan efisiensi koordinasi penanganan banjir karena Polri mengambil peran strategis, yakni sebagai penghubung antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.

baca juga

"Jaringan komando yang mapan memfasilitasi sinkronisasi upaya berbagai pihak, meminimalkan duplikasi, dan memastikan distribusi sumber daya yang lebih merata di tengah keterbatasan. Polri pun dengan mudah melakukan koordinasi dengan BNPB dan pemda, melakukan integrasi dengan relawan dan LSM serta fasilitasi komunikasi lintas sektor," tutur dia.

Uliatul mengungkapkan, ada adaptasi fungsi kepolisian, tidak sekadar menjadi penegakan hukum, tetapi juga menjadi agen kemanusiaan. Namun, hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang batas-batas peran dan potensi overstretch kapasitas yang dapat mengorbankan fungsi inti kepolisian, seperti pendirian pos kesehatan darurat; distribusi bantuan logistik dan dukungan psikososial bagi korban.

"Ketiga pilar ini (kecepatan, efisien koordinasi dan adaptasi fungsi) menunjukkan bahwa Polri tidak lagi membatasi tugas pada keamanan saja, tetapi ikut mengisi celah-celah kritis dalam penanganan bencana ketika kapasitas daerah belum memadai. Namun, keberlanjutan model ini bergantung pada investasi sistematis dalam pelatihan, peralatan, dan mekanisme koordinasi yang lebih matang," jelas dia.

Lebih lanjut Uliatul mengatakan keterlibatan Polri dalam penanganan bencana Sumatera membuka diskusi yang lebih luas tentang peran kepolisian dalam menghadapi kejahatan lingkungan yang seringkali menjadi akar penyebab bencana alam.

Menurut dia, deforestasi ilegal, pertambangan liar, dan pembukaan lahan yang tidak terkontrol telah memperparah dampak bencana hidrometeorologi di wilayah ini.

"Polri memiliki otoritas dan kapasitas untuk menindak pelaku kejahatan lingkungan, namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan struktural, seperti korupsi, keterbatasan SDM terlatih, dan tekanan ekonomi-politik dari pihak-pihak yang berkepentingan. Bencana Sumatra seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat penegakan hukum lingkungan sebagai strategi mitigasi jangka panjang," tutur Uliatul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepala BNPB: Butuh  Rp 51,82 Triliun Biaya Pemulihan Pascabencana di Sumatra

Kepala BNPB: Butuh Rp 51,82 Triliun Biaya Pemulihan Pascabencana di Sumatra

Video | Sabtu, 13 Desember 2025 | 22:00 WIB

Viral Prajurit TNI Makan Mie Beralaskan Kardus Bekas Disela-sela Penyelamatan Korban Banjir Sumatra

Viral Prajurit TNI Makan Mie Beralaskan Kardus Bekas Disela-sela Penyelamatan Korban Banjir Sumatra

Video | Sabtu, 13 Desember 2025 | 13:00 WIB

Prabowo ke Pengungsi Banjir Aceh: Maaf, Saya Tak Punya Tongkat Nabi Musa, Tapi Rumah Kalian Diganti

Prabowo ke Pengungsi Banjir Aceh: Maaf, Saya Tak Punya Tongkat Nabi Musa, Tapi Rumah Kalian Diganti

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 21:50 WIB

Legislator DPR Minta Perusak Hutan Penyebab Banjir Sumatra Disanksi Pidana

Legislator DPR Minta Perusak Hutan Penyebab Banjir Sumatra Disanksi Pidana

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 20:35 WIB

Purbaya Larang Bea Cukai Sumbangkan Pakaian Bekas Hasil Sitaan ke Korban Banjir Sumatra

Purbaya Larang Bea Cukai Sumbangkan Pakaian Bekas Hasil Sitaan ke Korban Banjir Sumatra

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 19:02 WIB

Pakar Top UGM hingga IPB Turun Tangan Usut Banjir Sumatra, Izin Perusahaan di Ujung Tanduk

Pakar Top UGM hingga IPB Turun Tangan Usut Banjir Sumatra, Izin Perusahaan di Ujung Tanduk

News | Kamis, 11 Desember 2025 | 17:10 WIB

Mentan Amran Kembali Lepas 153 Truk Bantuan Banjir Sumatra

Mentan Amran Kembali Lepas 153 Truk Bantuan Banjir Sumatra

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 14:58 WIB

Terkini

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:05 WIB

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:52 WIB

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

×