Alarm Keras DPR ke Pemerintah: Jangan Denial Soal Bibit Siklon 93S, Tragedi Sumatra Cukup

Bangun Santoso | Novian Ardiansyah | Suara.com

Minggu, 14 Desember 2025 | 15:04 WIB
Alarm Keras DPR ke Pemerintah: Jangan Denial Soal Bibit Siklon 93S, Tragedi Sumatra Cukup
Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Syaiful Huda. (bidik layar video)
  • DPR mendesak pemerintah menggunakan pendekatan ilmiah BMKG terkait potensi siklon tropis 93S di Indonesia Timur.
  • Siklon 93S berpotensi memicu gelombang tinggi di selatan Jawa Timur hingga NTT dan hujan lebat di beberapa provinsi.
  • DPR meminta pemerintah meningkatkan koordinasi daerah dan menyiapkan sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal untuk mitigasi.

Suara.com - Peringatan keras dilayangkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kepada pemerintah agar tidak menutup mata terhadap ancaman nyata bencana alam di depan mata.

Belajar dari bencana dahsyat yang baru saja meluluhlantakkan Sumatra, pemerintah diminta untuk tidak mengabaikan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kemunculan bibit siklon tropis 93S di wilayah Timur Indonesia.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mendesak pemerintah untuk segera beralih menggunakan pendekatan saintifik dan tidak lagi meremehkan data yang disajikan oleh BMKG.

Peringatan ini dianggap krusial untuk mencegah terulangnya korban jiwa dan kerugian masif akibat bencana hidrometeorologi.

"Pendekatan scientific diharapkan bisa meminimalkan dampak potensi bencana hidrometeorologi seperti yang terjadi di wilayah Sumatera pekan lalu. Jangan denial atau menganggap remeh peringatan yang diberikan oleh BMKG,” kata Huda dalam keterangannya, dikutip Minggu (14/12/2025).

Menurut data BMKG, bibit siklon tropis 93S memiliki potensi serius untuk memicu gelombang laut yang sangat tinggi, khususnya di perairan selatan mulai dari Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Huda menegaskan, kondisi ini adalah ancaman langsung bagi keselamatan jutaan warga yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir.

“Ini artinya harus ada antisipasi bagi masyarakat di wilayah Pesisir Selatan Jawa Timur, Bali, dan NTT dalam menghadapi cuaca buruk maupun badai yang bisa memicu kecelakaan laut hingga banjir rob,” kata Huda.

Ancaman tidak berhenti di laut. Bibit siklon ini juga berpotensi membawa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat mengguyur wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur.

Huda mengingatkan, curah hujan tinggi di wilayah dengan topografi curam sangat identik dengan risiko banjir bandang dan tanah longsor yang bisa datang sewaktu-waktu.

“Ini berarti potensi banjir bandang dan longsor bisa terjadi. Masyarakat di wilayah-wilayah rawan longsor harus mendapatkan perhatian khusus agar tidak menjadi korban bencana seperti yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara,” ujar Huda.

Untuk itu, DPR mendorong pemerintah pusat agar tidak berjalan sendiri. Intensitas komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah di level provinsi hingga desa harus segera ditingkatkan untuk menyusun langkah-langkah antisipasi paling efektif.

Salah satu yang ditekankan Huda adalah pentingnya sistem peringatan dini yang merakyat dan mudah dipahami.

“Pemerintah harus melakukan early warning berbasis kearifan daerah. Bisa melalui sirene, pengeras suara di tempat ibadah, hingga kentongan. Dengan begitu, saat terjadi banjir atau tanah longsor, warga bisa langsung mengungsi,” kata Huda.

Selain itu, penyiapan titik-titik evakuasi yang aman dan mudah dijangkau juga menjadi sebuah keharusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sejumlah Kota, dari Pekanbaru Hingga Banten

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sejumlah Kota, dari Pekanbaru Hingga Banten

News | Minggu, 14 Desember 2025 | 07:42 WIB

Tinjau Lokasi Pengungsian Langkat, Prabowo Pastikan Terus Pantau Pemulihan Bencana di Sumut

Tinjau Lokasi Pengungsian Langkat, Prabowo Pastikan Terus Pantau Pemulihan Bencana di Sumut

News | Sabtu, 13 Desember 2025 | 21:23 WIB

Pakar UIKA Dukung Anies Desak Status Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatera

Pakar UIKA Dukung Anies Desak Status Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatera

News | Sabtu, 13 Desember 2025 | 20:30 WIB

Jelang Nataru, Prabowo Minta Peringatan Dini BMKG Jadi Perhatian Serius

Jelang Nataru, Prabowo Minta Peringatan Dini BMKG Jadi Perhatian Serius

News | Sabtu, 13 Desember 2025 | 17:17 WIB

Wagub Sumut Apresiasi Bantuan Korban Banjir dan Longsor dari Pemprov Bengkulu

Wagub Sumut Apresiasi Bantuan Korban Banjir dan Longsor dari Pemprov Bengkulu

News | Sabtu, 13 Desember 2025 | 10:10 WIB

Menanti Status Bencana Nasional Sumatera sampai Warga Ingin Ajukan Gugatan

Menanti Status Bencana Nasional Sumatera sampai Warga Ingin Ajukan Gugatan

News | Sabtu, 13 Desember 2025 | 08:29 WIB

MyFundAction Gelar Dapur Umum di Tapsel, Prabowo Janji Rehabilitasi Total Dampak Banjir Sumut

MyFundAction Gelar Dapur Umum di Tapsel, Prabowo Janji Rehabilitasi Total Dampak Banjir Sumut

News | Kamis, 11 Desember 2025 | 20:41 WIB

Terkini

Iran Murka! AS Masih Tahan 22 Awak Kapal Touska, Teheran Siapkan Balas Dendam

Iran Murka! AS Masih Tahan 22 Awak Kapal Touska, Teheran Siapkan Balas Dendam

News | Kamis, 30 April 2026 | 07:17 WIB

Kasus Kekerasan di Daycare Baby Preneur Aceh, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Kasus Kekerasan di Daycare Baby Preneur Aceh, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

News | Kamis, 30 April 2026 | 07:03 WIB

Asa di Tengah Duka: Pemprov DKI Siapkan Beasiswa bagi Anak Guru Nur Laila Korban Tragedi KRL Bekasi

Asa di Tengah Duka: Pemprov DKI Siapkan Beasiswa bagi Anak Guru Nur Laila Korban Tragedi KRL Bekasi

News | Kamis, 30 April 2026 | 07:00 WIB

Viral CCTV Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Polisi Ungkap Kejadian Terjadi Dua Kali

Viral CCTV Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Polisi Ungkap Kejadian Terjadi Dua Kali

News | Kamis, 30 April 2026 | 06:56 WIB

Donald Trump Bersumpah Pertahankan Blokade, Iran Ancam Balasan Mengerikan

Donald Trump Bersumpah Pertahankan Blokade, Iran Ancam Balasan Mengerikan

News | Kamis, 30 April 2026 | 06:31 WIB

Menteri PPPA Soal Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Saya Sadar Itu Kurang Tepat

Menteri PPPA Soal Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Saya Sadar Itu Kurang Tepat

News | Kamis, 30 April 2026 | 06:28 WIB

Kebakaran Hebat Landa Pasar Kanjengan Semarang, Ratusan Kios Hangus dalam Semalam

Kebakaran Hebat Landa Pasar Kanjengan Semarang, Ratusan Kios Hangus dalam Semalam

News | Kamis, 30 April 2026 | 06:20 WIB

Tanggapi Kritik Publik, Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Usul Geser Gerbong Perempuan

Tanggapi Kritik Publik, Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Usul Geser Gerbong Perempuan

News | Kamis, 30 April 2026 | 05:55 WIB

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

News | Rabu, 29 April 2026 | 23:25 WIB

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:30 WIB