Harga Diri Bangsa vs Air Mata Korban Bencana Sumatera, Sosok Ini Sebut Donasi Asing Tak Penting

Andi Ahmad S | Suara.com

Minggu, 14 Desember 2025 | 16:21 WIB
Harga Diri Bangsa vs Air Mata Korban Bencana Sumatera, Sosok Ini Sebut Donasi Asing Tak Penting
Warga berjalan di desa yang luluh lantak pascabanjir di Desa Bundar, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (9/12/2025). [ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/mrh/foc]

Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, menolak donasi asing dan peningkatan status bencana karena harga diri bangsa, serta memprioritaskan pemulihan cepat. 

Gubernur Aceh, Mualem, menyiratkan kesulitan penanganan bencana dan belum banyak bantuan, kontras dengan klaim DPD RI soal kemampuan mandiri negara. 

Warganet mengecam Ketua DPD RI, menilainya sombong dan berempati rendah, karena mengutamakan "harga diri bangsa" daripada kebutuhan nyata para korban bencana.

Suara.com - Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin mengungkapkan bahwa menjaga kemandirian dan harga diri bangsa menjadi hal yang penting dalam menangani bencana banjir di Sumatera.

Dalam sebuah video yang dibagikan oleh akun Instagram @undercover.id Sultan Bachtiar Najamudin mengatakan bila penanganan bencana di Sumatra dan Aceh hingga saat ini masih dapat ditangani sendiri oleh pemerintah Indonesia tanpa harus membuka pintu bantuan asing.

Ia menegaskan bila harga diri bangsa ini tinggi sehingga pemerintah memiliki pertimbangan sendiri.

“Sepanjang negara ini masih mampu, sepanjang bangsa kita masih mampu untuk mengelola bencana ini, untuk merecovery ini dengan cepat, harga diri bangsa kita juga tinggi,” ucap Sultan Bachtiar.

“Kenapa, karna bukan penting gak penting, pasti penting, pasti butuh tapi pasti juga punya pertimbangan tersendiri pemerintah,” ucapnya.

Meski tidak menjelaskan secara detail Sultan Bachtiar mengungkapkan jika bantuan dari asing masuk ada aspek lain yang perlu dipertimbangkan kembali. Hal itu juga menjadi alasan mengapa hingga saat ini bencana yang sudah memakan korban ribuan orang tersebut masih belum naik menjadi bencana nasional.

“Kalau asing masuk mungkin bukan hanya bantuannya yang mungkin dipertimbangkan tapi aspek lainnya itu yang feeling saya masih dipertimbangkan termasuk kenapa statusnya juga belum ditingkatkan,” lanjut Sultan Bachtiar.

Ia menegaskan bahwa membuka donasi asing bukanlah yang terping melainkan saat ini pemerintah lebih memfokuskan terkait masalah pemulihan bencana baik fisik maupun mental korban .

“Jadi tentu kami punya fungsi pengawasan, fungsi representasi, mengusulkan tapi eksekutif juga punya pertimbangan untuk memutuskan dengan Presiden plus minusnya. Jadi gak ada yang keliru Presiden kita orang yang mengerti masalah beliau sudah turun kesana bahkan dua kali, kementerian juga,” kata Sultan Bachtiar.

“Jadi kita tunggu saja apakah nanti memang donasi asing akan dibuka, apakah statusnya juga akan ditingkatkan tapi buat saya tidak penting yang penting recovery cepet, kekuatan penuh, kemudian trauma terhadap ibu dan anak itu segera diatasi karena itu banyak, dan yang paling penting hitung segera kerugian fisik sehingga kedepan cepat merecovery nya negara kita saya yakin siap untuk merecovery secara cepat,” ungkapnya.

Namun pernyataan tersebut seolah berbanding terbalik dengan kondisi para korban bencana saat ini. saat diwawancarai oleh Najwa Shihab, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem seolah menyiratkan bahwa daerahnya masih sangat kesulitan menangani bencana saat ini dan mengisyaratkan belum mendapat banyak bantuan.

Bahkan dalam cuplikan video tersebut Mualem seolah sudah pasrah dan mengaku berserah kepada bantuan Allah tanpa mengharapkan bantuan dari manusia.

“Mualem soal status bencana yang bukan status bencana nasional apakah itu menyulitkan Mualim sebagai Gubernur Provinsi Aceh menangani bencana ini,” tanya Najwa Shihab.

Meski awalnya terlihat tersenyum Mualem langsung terlihat sedih dan menutupi matanya sambil tertunduk ia meminta maaf “Maaf,” kata Mualem.

“Iya Mualem jadi tidak perlu minta maaf. Kita tahu Mualem setiap malam selalu keliling ketemu rakyat bawa bantuan langsung sendiri kasih langsung ke rakyat kita semua tahu. Saya tidak bisa membayangkan betapa beratnya Mualem harus melihat rakyat,” ungkap Najwa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar UIKA Dukung Anies Desak Status Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatera

Pakar UIKA Dukung Anies Desak Status Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatera

News | Sabtu, 13 Desember 2025 | 20:30 WIB

Mampukah Dana Siap Pakai dalam APBN ala Prabowo Bisa Pulihkan Sumatera?

Mampukah Dana Siap Pakai dalam APBN ala Prabowo Bisa Pulihkan Sumatera?

Bisnis | Sabtu, 13 Desember 2025 | 19:18 WIB

Anak Purbaya Betul? Toba Pulp Lestari Tutup Operasional Total, Dituding Dalang Bencana Sumatera

Anak Purbaya Betul? Toba Pulp Lestari Tutup Operasional Total, Dituding Dalang Bencana Sumatera

Bisnis | Sabtu, 13 Desember 2025 | 16:24 WIB

Jadi Hiburan Korban Banjir, Komeng Kasih Bantuan ke Sumatera Bareng PMI

Jadi Hiburan Korban Banjir, Komeng Kasih Bantuan ke Sumatera Bareng PMI

Video | Jum'at, 12 Desember 2025 | 20:30 WIB

7 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bogor: Negeri Dongeng Mini hingga Sensasi Tenda Mongolia

7 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bogor: Negeri Dongeng Mini hingga Sensasi Tenda Mongolia

Lifestyle | Minggu, 14 Desember 2025 | 06:50 WIB

5 Adegan Ciuman Drakor Paling Viral di 2025

5 Adegan Ciuman Drakor Paling Viral di 2025

Entertainment | Kamis, 11 Desember 2025 | 21:30 WIB

Terkini

Dua Hari Stasiun Bekasi Timur Lumpuh, Pedagang Kecil Terpukul: Masak Sedikit Aja, Nggak Ada Orang

Dua Hari Stasiun Bekasi Timur Lumpuh, Pedagang Kecil Terpukul: Masak Sedikit Aja, Nggak Ada Orang

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:44 WIB

Eks Finalis Putri Indonesia Ditangkap Buka Praktik Kecantikan Ilegal, Wajah Pasien Bernanah

Eks Finalis Putri Indonesia Ditangkap Buka Praktik Kecantikan Ilegal, Wajah Pasien Bernanah

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:36 WIB

KSPI Pindahkan Aksi May Day 2026 dari DPR ke Monas Usai Bertemu Prabowo, Ini Hasil Pembicaraannya

KSPI Pindahkan Aksi May Day 2026 dari DPR ke Monas Usai Bertemu Prabowo, Ini Hasil Pembicaraannya

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:20 WIB

KPK Endus Setoran Bos-bos Rokok ke Bea Cukai, Modus Urus Pita Cukai Terbongkar?

KPK Endus Setoran Bos-bos Rokok ke Bea Cukai, Modus Urus Pita Cukai Terbongkar?

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:17 WIB

Tragedi Kecelakaan KRL Bekasi: Megawati Berduka, Perintahkan Fraksi PDIP Benahi Sistem Keamanan

Tragedi Kecelakaan KRL Bekasi: Megawati Berduka, Perintahkan Fraksi PDIP Benahi Sistem Keamanan

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:15 WIB

Relokasi Korban Little Aresha, Pemkot Jogja Gratiskan Biaya Daycare 3 Bulan

Relokasi Korban Little Aresha, Pemkot Jogja Gratiskan Biaya Daycare 3 Bulan

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:06 WIB

Tak Peduli Tekanan AS, Iran Siapkan Aturan Baru di Selat Hormuz

Tak Peduli Tekanan AS, Iran Siapkan Aturan Baru di Selat Hormuz

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:05 WIB

Polisi Dalami Duagaan Human Error hingga Gangguan Sistem di Balik Kecelakaan Maut KRL-Argo Bromo

Polisi Dalami Duagaan Human Error hingga Gangguan Sistem di Balik Kecelakaan Maut KRL-Argo Bromo

News | Rabu, 29 April 2026 | 13:57 WIB

Alasan di Balik Serangan Terhadap Andrie Yunus: Tuduhan Teror hingga Narasi Anti-Militer

Alasan di Balik Serangan Terhadap Andrie Yunus: Tuduhan Teror hingga Narasi Anti-Militer

News | Rabu, 29 April 2026 | 13:39 WIB

Mahfud MD Ragukan Motif Dendam Pribadi di Kasus Andrie Yunus: Kinerja Komnas HAM Sangat Mundur

Mahfud MD Ragukan Motif Dendam Pribadi di Kasus Andrie Yunus: Kinerja Komnas HAM Sangat Mundur

News | Rabu, 29 April 2026 | 13:33 WIB