Lumbung Mataram di Yogyakarta Dipuji Jadi Solusi Pasokan MBG, Redam Risiko Inflasi Pangan

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 24 Desember 2025 | 12:33 WIB
Lumbung Mataram di Yogyakarta Dipuji Jadi Solusi Pasokan MBG, Redam Risiko Inflasi Pangan
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang
  • Program Lumbung Mataram DIY, disiapkan sejak dua tahun lalu, menjadi solusi risiko inflasi Program Makan Bergizi Gratis.
  • Program ini mengintegrasikan pertanian dan peternakan desa, memanfaatkan lahan kas desa seluas 1 hingga 1,25 hektare per desa.
  • BGN memuji model DIY karena menciptakan kemandirian pasokan pangan lokal, sejalan dengan regulasi tata kelola program nasional.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus meluas diam-diam menyimpan risiko laten: lonjakan kebutuhan pangan yang bisa berujung inflasi dan ketergantungan pasokan dari luar daerah. Di tengah kekhawatiran itu, langkah Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan Program Lumbung Mataram justru dipuji sebagai solusi konkret.

Badan Gizi Nasional (BGN) menilai Program Lumbung Mataram yang digagas Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai jawaban atas persoalan klasik program pangan berskala besar: ketersediaan bahan baku yang stabil dan berkelanjutan.

“Alhamdulillah, luar biasa. Ternyata Ngarso Dalem sudah menyiapkan Program Lumbung Mataram yang dibangun secara terintegrasi, baik peternakan maupun pertanian. Ini nanti bisa memasok dapur-dapur MBG,” kata Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, usai bertemu Sri Sultan di Gedong Wilis, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Selasa (23/12/2025).

Dalam pertemuan tertutup selama hampir dua jam, Sri Sultan menjelaskan bahwa Lumbung Mataram bukan program dadakan untuk menyambut MBG. Program ini sudah disiapkan sejak dua tahun lalu sebagai skema pemberdayaan desa, terutama bagi warga yang tidak memiliki lahan pertanian.

Setiap desa di DIY diminta menyediakan lahan kas desa seluas 1 hingga 1,25 hektare. Lahan tersebut dikelola warga desa untuk pertanian dan peternakan terpadu.

“Lumbung Mataram ini sudah kami siapkan sejak dua tahun lalu, untuk membantu warga masyarakat yang kurang beruntung,” ujar Sri Sultan.

BGN sendiri sebelumnya menyoroti potensi masalah serius dalam pelaksanaan MBG, terutama meningkatnya kebutuhan bahan baku seiring bertambahnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Jika tidak diantisipasi, kebutuhan besar ini berisiko memicu kenaikan harga dan kelangkaan pangan.

Nanik mengakui, Lumbung Mataram berpotensi menjadi peredam risiko tersebut, setidaknya di wilayah DIY. Dengan konsep pertanian terintegrasi dan berbasis desa, pasokan pangan untuk dapur MBG diharapkan tidak lagi bergantung pada daerah lain.

“Harapannya, tidak ada lagi yang membeli dari luar daerah. Kalau ini berjalan, kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat bisa benar-benar terjadi,” ujar Nanik, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Antar Kementerian dan Lembaga Program MBG.

Sri Sultan pun memasang target cukup ambisius. Ia berharap Lumbung Mataram mampu memasok sebagian besar kebutuhan bahan baku pangan untuk program MBG di DIY. Jika terbukti efektif, perluasan lahan menjadi opsi berikutnya.

“Harapan saya ini bisa, sebagian besar, menyuplai kebutuhan-kebutuhan makan gratis,” kata Sultan.

Selain menopang MBG, konsep ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan warga desa. Lahan yang sebelumnya menganggur atau hanya berstatus kas desa, kini diolah produktif oleh masyarakat yang selama ini tak punya akses ke sawah.

BGN menilai Program Lumbung Mataram juga sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG. Pasal 38 regulasi tersebut menegaskan prioritas penggunaan produk dalam negeri dan pelibatan usaha mikro, koperasi, hingga BUMDes.

Karena itu, Nanik berencana membawa model Lumbung Mataram sebagai contoh ke daerah lain. Ia menyebut DIY telah lebih dulu melangkah dibanding provinsi lain dalam memanfaatkan lahan desa untuk menopang program nasional.

“Saya akan sampaikan bahwa DIY sudah mempelopori. Desa memanfaatkan lahan idle atau bengkok untuk ditanami warga yang tidak punya sawah, untuk pertanian dan peternakan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik MBG di Hari Libur: Saat Obsesi Serapan Anggaran Mengalahkan Realitas Sosial

Kritik MBG di Hari Libur: Saat Obsesi Serapan Anggaran Mengalahkan Realitas Sosial

Your Say | Rabu, 24 Desember 2025 | 11:15 WIB

Target Tinggi Veda Ega Pratama di Moto3 2026, Sekaligus Proses Belajar di Tim Baru

Target Tinggi Veda Ega Pratama di Moto3 2026, Sekaligus Proses Belajar di Tim Baru

Sport | Selasa, 23 Desember 2025 | 19:21 WIB

Masih Sering Bonceng Anak di Depan? Ini Cara Aman Sesuai Aturan, Nyawa Tak Bisa Dibeli!

Masih Sering Bonceng Anak di Depan? Ini Cara Aman Sesuai Aturan, Nyawa Tak Bisa Dibeli!

Otomotif | Selasa, 23 Desember 2025 | 21:00 WIB

Terkini

Tambora Masuk Daftar RW Kumuh Jakarta, Pramono Akan Siapkan Pembenahan Besar-Besaran

Tambora Masuk Daftar RW Kumuh Jakarta, Pramono Akan Siapkan Pembenahan Besar-Besaran

News | Senin, 11 Mei 2026 | 07:43 WIB

Dokumen UFO Cuma Pengalihan Isu, Publik Diminta Jangan Percaya Omong Kosong Trump

Dokumen UFO Cuma Pengalihan Isu, Publik Diminta Jangan Percaya Omong Kosong Trump

News | Senin, 11 Mei 2026 | 07:24 WIB

Jakarta Percantik Rasuna Said Jelang HUT ke-499, Target Jadi Wajah Kota Global

Jakarta Percantik Rasuna Said Jelang HUT ke-499, Target Jadi Wajah Kota Global

News | Senin, 11 Mei 2026 | 07:18 WIB

Isu Menko Mengeluh Ada 'Dinding Pemisah' dengan Presiden, Amien Rais Beri Kode

Isu Menko Mengeluh Ada 'Dinding Pemisah' dengan Presiden, Amien Rais Beri Kode

News | Senin, 11 Mei 2026 | 07:13 WIB

Dokumen UFO AS Bongkar Objek Misterius Berputar Spiral Pada Ketinggian 41 Ribu Kaki di Asia

Dokumen UFO AS Bongkar Objek Misterius Berputar Spiral Pada Ketinggian 41 Ribu Kaki di Asia

News | Senin, 11 Mei 2026 | 07:12 WIB

Dokumen UFO AS Bongkar Dugaan Kebohongan Rusia 25 Tahun Lalu, Apa Itu?

Dokumen UFO AS Bongkar Dugaan Kebohongan Rusia 25 Tahun Lalu, Apa Itu?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 06:57 WIB

Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!

Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 21:35 WIB

Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU

Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 21:00 WIB

Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!

Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 20:01 WIB

Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!

Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:35 WIB