Beban Polri di Pundak Prabowo, Pengamat Sebut Warisan 'Dosa' Politik Jokowi yang Merusak

Bangun Santoso

Rabu, 24 Desember 2025 | 14:55 WIB
Beban Polri di Pundak Prabowo, Pengamat Sebut Warisan 'Dosa' Politik Jokowi yang Merusak
Presiden Prabowo Subianto dan Jokowi di Istana IKN. [Ist]
baca 10 detik
  • Profesor Ryaas Rasyid menilai Polri menjadi beban Presiden Prabowo akibat erosi profesionalisme era Jokowi.
  • Penempatan jenderal polisi di jabatan sipil dinilai sebagai pemanfaatan politik yang mengikis independensi institusi.
  • Residu loyalitas rezim sebelumnya menciptakan hambatan bagi reformasi Polri di bawah kepemimpinan baru.

Suara.com - Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kini dinilai menjadi salah satu beban terberat di pundak Presiden Prabowo Subianto. Beban ini disebut-sebut merupakan warisan dari 'dosa' politik yang terjadi di era pemerintahan Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi), yang dinilai telah menjerumuskan Polri terlalu jauh ke dalam pusaran kepentingan kekuasaan.

Analisis tajam ini disampaikan oleh Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Profesor Ryaas Rasyid. Menurutnya, profesionalisme Polri terkikis secara sistematis selama satu dekade terakhir akibat pemanfaatan politik yang berlebihan.

Salah satu sorotan utamanya adalah masifnya penempatan jenderal-jenderal polisi di berbagai jabatan sipil atau kementerian. Ryaas menilai langkah ini bukan didasari oleh kebutuhan organisasi pemerintahan, melainkan sekadar menjadi "lahan parkir" bagi perwira tinggi yang menumpuk di internal Polri.

"Ini sudah keliru pendekatannya, jadi bukan orang itu dijadikan tempat, seharusnya tempat itu yang membutuhkan orang, sekarang seolah-olah struktur (sipil) menjadi objek kepentingan institusi yang mau mendominasi," ujar Ryaas Rasyid dalam diskusi yang diunggah di kanal Youtube Forum Keadilan TV, Rabu (2/12/2025).

Secara gamblang, Ryaas menyebut bahwa Presiden Jokowi memiliki andil besar dalam merusak independensi Polri dengan memanfaatkan institusi tersebut demi mengamankan kepentingan politik pribadinya.

Praktik ini, menurutnya, menciptakan sebuah lingkaran ketergantungan dan utang budi yang sulit diputus, bahkan setelah Jokowi tak lagi berkuasa.

"Jokowi memanfaatkan polisi untuk kepentingannya dia. Karena dimanfaatkan, mereka terjerumus, menikmati, dan akhirnya terperangkap," katanya.

Dampak dari "utang budi" ini terasa hingga kini. Ryaas melihat adanya residu loyalitas kepada rezim sebelumnya yang menghambat Polri untuk kembali menjadi institusi yang sepenuhnya profesional dan rasional di bawah kepemimpinan baru.

“Setelah Jokowi berhenti pun, masih ada perasaan utang budi bahwa pesan Pak Jokowi harus diselesaikan. Ini bertentangan dengan prinsip birokrasi yang seharusnya rasional," tambahnya.

baca juga

Kondisi inilah yang pada akhirnya menjadi dilema bagi Presiden Prabowo Subianto. Di satu sisi, ada tuntutan publik yang besar untuk mereformasi Polri secara total.

Di sisi lain, Prabowo memiliki keterikatan politik yang kuat dengan Jokowi, yang membuat setiap langkah drastis menjadi penuh kalkulasi.

"Kalau Pak Prabowo sekarang seperti ada beban yang susah dijelaskan," kata Ryaas.

Ia mengingatkan publik pada momen teriakan "Hidup Jokowi" yang pernah dilontarkan Prabowo, sebuah simbol yang menegaskan bahwa keduanya adalah satu kesatuan politik yang tak terpisahkan.

Terkait rencana pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) pada Januari tahun depan guna menata polemik jabatan sipil bagi anggota Polri, Ryaas memandangnya sebagai langkah kompromi politik semata, bukan solusi ideal.

Meski demikian, ia berharap proses ini bisa menjadi gerbang awal untuk pembenahan yang lebih serius.

"Pasti itu kompromi, tapi biarkan saja berproses, toh itu tidak final. Kita harap sesudah PP itu kita lihat sejauh mana itu memberi kepuasan kepada rakyat,” ungkapnya.

Pada akhirnya, Ryaas mendesak adanya inisiatif dari internal Polri sendiri.

Menurutnya, Polri harus proaktif menarik kembali seluruh personelnya yang menduduki jabatan di luar struktur kepolisian demi menjaga marwah institusi dan mengembalikan kepercayaan publik yang mulai tergerus. (Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Polri Terjebak Permainan Politik Jokowi, Prof Ryaas Rasyid: Mereka Tidak Sadar!

Sebut Polri Terjebak Permainan Politik Jokowi, Prof Ryaas Rasyid: Mereka Tidak Sadar!

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 12:50 WIB

Prabowo Mau Tata Ulang Kota, DPR: Perlu Tangan Besi Lawan Cengkeraman Pengusaha

Prabowo Mau Tata Ulang Kota, DPR: Perlu Tangan Besi Lawan Cengkeraman Pengusaha

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 11:21 WIB

Pemulihan Sumatra hingga Kampung Haji, Ini 3 Arahan Prabowo di Hambalang

Pemulihan Sumatra hingga Kampung Haji, Ini 3 Arahan Prabowo di Hambalang

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 09:08 WIB

Kapolri Minta Pengemudi Bus Tak Paksakan Diri Saat Mudik Nataru

Kapolri Minta Pengemudi Bus Tak Paksakan Diri Saat Mudik Nataru

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 19:06 WIB

Purbaya Mau Kemenkeu Terjun Langsung Bangun Proyek Sekolah Impian Prabowo

Purbaya Mau Kemenkeu Terjun Langsung Bangun Proyek Sekolah Impian Prabowo

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 18:51 WIB

Polemik Perpol 10/2025 Dalam Hierarki Hukum RI, Siapa Lebih Kuat?

Polemik Perpol 10/2025 Dalam Hierarki Hukum RI, Siapa Lebih Kuat?

Liks | Selasa, 23 Desember 2025 | 16:52 WIB

Bambang Tri Siap Jadi Saksi Sidang Ijazah Jokowi, Klaim Punya Bukti Baru dari Buku Sri Adiningsih

Bambang Tri Siap Jadi Saksi Sidang Ijazah Jokowi, Klaim Punya Bukti Baru dari Buku Sri Adiningsih

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 16:46 WIB

Terkini

336 Ribu Berebut 5.500 Kuota HUT RI di Istana, Warga yang Belum Pernah Hadir Diprioritaskan

336 Ribu Berebut 5.500 Kuota HUT RI di Istana, Warga yang Belum Pernah Hadir Diprioritaskan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Utamakan Hak Pendidikan Anak, Farhan Nekat Ambil Keputusan Berat Soal Pembangunan SDN 026

Utamakan Hak Pendidikan Anak, Farhan Nekat Ambil Keputusan Berat Soal Pembangunan SDN 026

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:58 WIB

Pelajar Tertabrak Commuter Line, Perjalanan KA Lintas Rangkasbitung Sempat Terganggu

Pelajar Tertabrak Commuter Line, Perjalanan KA Lintas Rangkasbitung Sempat Terganggu

Banten | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Bedah Makna Video Musik 'Masih Ada Cahaya': Saat Kegelapan Bertemu Harapan

Bedah Makna Video Musik 'Masih Ada Cahaya': Saat Kegelapan Bertemu Harapan

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:50 WIB

BTS World Tour ARIRANG ke Jakarta, Visa Siapkan Akses Eksklusif untuk ARMY

BTS World Tour ARIRANG ke Jakarta, Visa Siapkan Akses Eksklusif untuk ARMY

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:49 WIB

Bukan Barang Mewah, Prilly Latuconsina Hadiahkan 270 Pohon Kopi untuk Omara Esteghlal

Bukan Barang Mewah, Prilly Latuconsina Hadiahkan 270 Pohon Kopi untuk Omara Esteghlal

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:42 WIB

Gubernur Choco: Gempa Bumi M 7,4 Kolombia Sebabkan Kerusakan Signifikan

Gubernur Choco: Gempa Bumi M 7,4 Kolombia Sebabkan Kerusakan Signifikan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:36 WIB

Ibu Asli Bali, Lahir di Malang, Pemain Ini Lebih Pilih Bela Timnas Belanda

Ibu Asli Bali, Lahir di Malang, Pemain Ini Lebih Pilih Bela Timnas Belanda

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:36 WIB

Eks Dirut BJB Kirim Surat Sakit, KPK Janji Jadwal Ulang Upaya Paksa Penahanan

Eks Dirut BJB Kirim Surat Sakit, KPK Janji Jadwal Ulang Upaya Paksa Penahanan

Banten | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:30 WIB

Gempa M 7,4 Guncang Kolombia Hingga Ekuador dan Panama

Gempa M 7,4 Guncang Kolombia Hingga Ekuador dan Panama

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:26 WIB

×