Belasan Nyawa Melayang di Galangan Kapal PT ASL Shipyard: Kelalaian atau Musibah?

Bella | Novian Ardiansyah | Suara.com

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:30 WIB
Belasan Nyawa Melayang di Galangan Kapal PT ASL Shipyard: Kelalaian atau Musibah?
Belasan Nyawa Melayang di Galangan Kapal PT ASL Shipyard: Kelalaian atau Musibah?
  • Seorang pekerja subkontraktor meninggal dunia pada 29 Desember 2025 akibat diduga tersengat listrik di PT ASL Shipyard.
  • Galangan kapal tersebut sebelumnya mencatat beberapa insiden fatal, termasuk kebakaran pada Juni dan Oktober 2025.
  • Pihak kepolisian menyelidiki kelalaian kerja pada insiden sebelumnya, sementara pemerintah menghentikan sementara aktivitas kapal MT Federal II.

Suara.com - Galangan kapal PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, kembali memakan korban. Senin (29/12), seorang pekerja subkontraktor meninggal dunia usai mengalami kecelakaan saat bekerja di area galangan kapal milik pengusaha asal Singapura tersebut.

Nyawa korban tidak dapat diselamatkan, kendati pertolongan pertama telah diberikan.

Korban meregang nyawa usai diduga tersengat aliran listrik saat bekerja di area galangan kapal. Kecelakaan kerja tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

Hingga kini, kepolisian setempat telah turun tangan dan melakukan penyelidikan.

Kecelakaan di galangan kapal PT ASL Shipyard bukan pertama kali terjadi. Sepanjang 2025, tercatat sudah beberapa insiden yang terjadi hingga mengakibatkan korban jiwa.

Rekam Jejak Kecelakaan di Galangan Kapal

Infografis Rekam Jejak Kecelakaan di Galangan Kapal. (Suara.com)
Infografis Rekam Jejak Kecelakaan di Galangan Kapal. (Suara.com)

Tercatat, 24 Juni 2025 menjadi hari nahas bagi empat orang pekerja. Mereka tewas usai mengalami kecelakaan kerja. Insiden tersebut juga melukai lima pekerja lainnya.

Tidak berhenti di situ, selang beberapa bulan kemudian, 13 pekerja dilaporkan meninggal dunia dan sembilan pekerja luka-luka dalam insiden kecelakaan kerja pada 15 Oktober 2025.

Dua kejadian tersebut merupakan peristiwa kebakaran. Para pekerja mengalami kecelakaan saat tengah memperbaiki kapal MT Federal II yang sedang di-docking di galangan PT ASL Shipyard.

Terbaru, kecelakaan kerja kembali merenggut nyawa seorang pekerja pada Senin, 29 Desember 2025. Pekerja tersebut tewas usai diduga tersengat aliran listrik saat bekerja di area galangan kapal.

Apa Temuan dan Proses Hukum?

Polresta Barelang telah melakukan penyelidikan terhadap rentetan kecelakaan kerja di PT ASL Shipyard.

Hasilnya, kepolisian menyimpulkan adanya unsur kelalaian kerja dalam kecelakaan yang terjadi pada 24 Juni 2025. Saat ini, perkara tersebut telah masuk tahap pembuktian di persidangan.

Sementara itu, proses penyidikan masih terus dilakukan terhadap kecelakaan kerja yang terjadi pada 15 Oktober 2025.

Adapun terkait kecelakaan kerja yang baru terjadi pada Senin, 29 Desember 2025, Kapolsek Batu Aji AKP Raden Bimo Dwi Lambang menyatakan pihaknya masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut.

Bagaimana Respons Pemerintah?

Pemerintah telah turun tangan menanggapi sejumlah kecelakaan kerja yang terjadi. Satu bulan setelah insiden kecelakaan kerja kedua, tepatnya pada 19 November 2025, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau menyetop sementara seluruh aktivitas pekerjaan lanjutan di kapal MT Federal II yang docking di PT ASL Shipyard.

Disnakertrans Kepri mewajibkan perusahaan menunda seluruh pekerjaan lanjutan di kapal tersebut.

PT ASL Shipyard juga diwajibkan melakukan pembersihan tangki dan seluruh ruang kerja yang memiliki akses udara, serta memastikan tidak adanya sisa bahan mudah terbakar.

Perusahaan diwajibkan menunjuk Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) lingkungan kerja, teknisi K3 ruang terbatas, petugas penyelamatan ruang terbatas, serta tenaga kerja bangunan tinggi sesuai ketentuan Permenaker Nomor 11 Tahun 2023 dan Permenaker Nomor 9 Tahun 2016.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, perusahaan atau pemberi kerja seharusnya menerapkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat.

Polda Kepulauan Riau melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait insiden kebakaran kapal MT Federal II, menyusul dua kejadian pada Juni dan Oktober 2025.

Ditreskrimum memberikan asistensi kepada Satreskrim Polresta Barelang yang menangani penyelidikan kasus kecelakaan kerja kebakaran kapal MT Federal II yang menewaskan 11 pekerja dan menyebabkan 20 orang luka-luka.

Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri) Irjen Pol. Asep Safrudin mengatakan dirinya telah memerintahkan Ditreskrimum untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

"Jadi bukan hanya orang yang bertanggung jawab terkait kejadian ini (diperiksa), tapi secara menyeluruh mulai dari manajer, sampai kepada penanggung jawab ke atas, termasuk K3 tadi,” kata Asep di Batam, Jumat (17/10/2025).

Polda Kepulauan Riau menilai pemeriksaan menyeluruh penting dilakukan, mengingat kejadian kebakaran di galangan kapal tersebut bukan yang pertama kali terjadi.

“Jadi pemeriksaan menyeluruh ini untuk mengetahui kira-kira sumber masalahnya di mana, kenapa sampai terjadi berulang, jadi ini bukan hanya kejadian kemarin, tapi kami akan ulur ke belakang untuk mengecek lebih luas lagi, lebih dalam lagi,” kata Asep.

Perusahaan diminta lebih memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di ASL Marine Shipyard.

Sementara itu, terkait hak-hak pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, korban berhak mendapatkan perlindungan.

Usai insiden ledakan Kapal Federal II milik PT ASL Shipyard pada Rabu, 15 Oktober 2025, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Sekupang, Kepulauan Riau, menyalurkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada 14 peserta yang menjadi korban.

Melalui keterangannya pada 27 November 2025, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Sekupang, Budi Pramono, mengatakan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan hak seluruh pekerja. Dalam insiden kebakaran tersebut, Budi memastikan seluruh manfaat diberikan sesuai ketentuan tanpa terkecuali.

Pencairan santunan meninggal dunia kepada 14 peserta memiliki total nilai manfaat sebesar Rp8.896.088.000. Manfaat tersebut terdiri atas santunan meninggal dunia, santunan berkala, biaya pemakaman, serta manfaat beasiswa untuk anak peserta yang ditinggalkan.

Selain itu, total beasiswa pendidikan yang telah diberikan kepada anak peserta yang memenuhi syarat tercatat sebesar Rp913.000.000.

“Penanganan terhadap korban luka juga terus didampingi. Nilai penjaminan biaya perawatan yang telah tercatat dalam proses layanan JKK mencapai Rp962.000.000 untuk 17 korban, termasuk yang membutuhkan perawatan intensif,” kata Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rentetan Kecelakaan Kerja di Galangan PT ASL Shipyard Kembali Terjadi, Polisi Turun Tangan

Rentetan Kecelakaan Kerja di Galangan PT ASL Shipyard Kembali Terjadi, Polisi Turun Tangan

News | Senin, 29 Desember 2025 | 22:07 WIB

Geger Video Bom di Bandara Batam, Kapolda Kepri: Hoaks! Pelaku Sedang Kami Kejar

Geger Video Bom di Bandara Batam, Kapolda Kepri: Hoaks! Pelaku Sedang Kami Kejar

News | Kamis, 25 Desember 2025 | 20:35 WIB

Batavia Prosperindo Lewat RFI Kucurkan Rp200 Miliar Transformasi Mal di Batam

Batavia Prosperindo Lewat RFI Kucurkan Rp200 Miliar Transformasi Mal di Batam

Bisnis | Senin, 22 Desember 2025 | 09:02 WIB

BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan Resmi Go Live Nasional Penjaminan Dugaan KK/PAK di Aplikasi

BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan Resmi Go Live Nasional Penjaminan Dugaan KK/PAK di Aplikasi

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 18:47 WIB

Ekonomi Melonjak, BP Batam Siapkan Strategi Kurangi Pengangguran

Ekonomi Melonjak, BP Batam Siapkan Strategi Kurangi Pengangguran

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 19:06 WIB

NeutraDC Nxera Batam Jadi Pusat Hyperscale Data Center Berbasis AI dari TelkomGroup

NeutraDC Nxera Batam Jadi Pusat Hyperscale Data Center Berbasis AI dari TelkomGroup

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 13:39 WIB

Telkom Jamin Keamanan Data dan Keandalan Sistem, HDC NeutraDC-Nxera Batam Raih Sertifikasi Tier-3

Telkom Jamin Keamanan Data dan Keandalan Sistem, HDC NeutraDC-Nxera Batam Raih Sertifikasi Tier-3

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 14:33 WIB

Viral Bawang Bombai Berkarung-karung Dibuang di Lereng Curam Batam, Ternyata...

Viral Bawang Bombai Berkarung-karung Dibuang di Lereng Curam Batam, Ternyata...

Video | Sabtu, 01 November 2025 | 14:15 WIB

TelkomGroup Lakukan Topping Off, Operasikan Hyperscale Data Center NeutraDC Nxera Batam

TelkomGroup Lakukan Topping Off, Operasikan Hyperscale Data Center NeutraDC Nxera Batam

Bisnis | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 11:12 WIB

Ngeri! Peredaran Vape Narkoba di Batam Dipasok dari Malaysia: Dipesan PNS, DJ jadi 'Kuda'

Ngeri! Peredaran Vape Narkoba di Batam Dipasok dari Malaysia: Dipesan PNS, DJ jadi 'Kuda'

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 11:06 WIB

Terkini

Iran Hancurkan Infrastuktur Cloud AWS di Bahrain! Google, Microsoft dan Apple  Target Selanjutnya

Iran Hancurkan Infrastuktur Cloud AWS di Bahrain! Google, Microsoft dan Apple Target Selanjutnya

News | Kamis, 02 April 2026 | 14:25 WIB

KPK Bantah Minta CCTV Rumah Ono Surono Dimatikan Saat Penggeledahan

KPK Bantah Minta CCTV Rumah Ono Surono Dimatikan Saat Penggeledahan

News | Kamis, 02 April 2026 | 14:14 WIB

Rismon Bandingkan Diri dengan Einstein: 'Ilmuwan Saja Bisa Revisi, Kenapa Saya Dicap Pembelot?'

Rismon Bandingkan Diri dengan Einstein: 'Ilmuwan Saja Bisa Revisi, Kenapa Saya Dicap Pembelot?'

News | Kamis, 02 April 2026 | 14:12 WIB

Update Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi: 17 Orang Luka-luka, Satu Kritis dengan Luka Bakar Serius

Update Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi: 17 Orang Luka-luka, Satu Kritis dengan Luka Bakar Serius

News | Kamis, 02 April 2026 | 14:12 WIB

BMKG Catat 93 Aktivitas Gempa Susulan di Sulut-Malut, Skala M 2,8 hingga 5,8

BMKG Catat 93 Aktivitas Gempa Susulan di Sulut-Malut, Skala M 2,8 hingga 5,8

News | Kamis, 02 April 2026 | 14:02 WIB

Kasus Pelecehan Syekh AM: Komisi III DPR Gelar Rapat Tertutup, Khawatir Pelaku Kabur ke Mesir

Kasus Pelecehan Syekh AM: Komisi III DPR Gelar Rapat Tertutup, Khawatir Pelaku Kabur ke Mesir

News | Kamis, 02 April 2026 | 13:59 WIB

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Kepala BNPB Langsung Terbang ke Sulawesi Utara Siang Ini

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Kepala BNPB Langsung Terbang ke Sulawesi Utara Siang Ini

News | Kamis, 02 April 2026 | 13:55 WIB

BRIN Kembangkan Teknologi Nuklir untuk Bersihkan Air dari Logam Berat

BRIN Kembangkan Teknologi Nuklir untuk Bersihkan Air dari Logam Berat

News | Kamis, 02 April 2026 | 13:50 WIB

Jadi Kurir Sabu 1 Kg di Pasar Senen, Pria di Jakpus Terancam Penjara Usai Diupah Rp20 Juta

Jadi Kurir Sabu 1 Kg di Pasar Senen, Pria di Jakpus Terancam Penjara Usai Diupah Rp20 Juta

News | Kamis, 02 April 2026 | 13:48 WIB

Presiden Iran Sebut Amerika Serikat Ciptakan Musuh Palsu Demi Kendali Pasar Strategis Global

Presiden Iran Sebut Amerika Serikat Ciptakan Musuh Palsu Demi Kendali Pasar Strategis Global

News | Kamis, 02 April 2026 | 13:46 WIB