KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku Hari Ini, DPR: Selamat Menikmati!

Vania Rossa, Dea Hardiningsih Irianto

Jum'at, 02 Januari 2026 | 13:11 WIB
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku Hari Ini, DPR: Selamat Menikmati!
Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman. (bidik layar video)
baca 10 detik
  • Ketua Komisi III DPR RI menyambut baik berlakunya KUHP dan KUHAP baru mulai 2 Januari 2026, setelah 29 tahun reformasi.
  • YLBHI mengkritik KUHAP baru karena dokumennya baru tersedia sangat singkat sebelum diberlakukan, menyebabkan kebingungan aparat.
  • KUHP baru dikritik karena aturan turunannya (PP) belum semua terbit, berpotensi menyebabkan aparat menerapkan hukum sekehendak hati.

Suara.com - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengaku menyambut berlakunya Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru mulai hari ini dengan haru dan suka cita.

“Perjuangan panjang kita mengganti KUHP warisan penjajah Belanda dan KUHAP warisan orde baru akhirnya bisa terlaksana setelah 29 tahun reformasi,” kata Habiburokhman dalam keterangannya, Jumat (2/1/2026).

Menurut dia, dengan berlakunya KUHP dan KUHAP baru ini, hukum di Indonesia memasuki babak baru yang tidak lagi menjadi aparatus represif kekuasaan, melainkan alat untuk mencari keadilan bagi rakyat.

“Harusnya pembaharuan KUHP dan KUHAP baru kita laksanakan di awal reformasi, tapi selalu ada halangan dan rintangan,” ujar Politikus Partai Gerindra itu.

Lebih lanjut, Habiburokhman juga menyampaikan selamat menikmati berlakukan KUHP dan KUHAP baru ini kepada seluruh rakyat Indonesia.

“Kepada seluruh rakyat Indonesia, kami sampaikan selamat menikmati dua aturan hukum pidana utama yang sangat reformis, pro penegakan HAM dan jauh lebih maksimal menghadirkan keadilan,” tandas Habiburokhman.

Kritik terhadap KUHAP Baru

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mengkritisi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang akan diberlakukan mulai Jumat (2/12/2025).

Pasalnya, dia menyebut bahwa dokumen KUHAP yang akan diberlakukan itu baru bisa diakses pada Selasa (30/12/2025). Hal itu menyebabkan waktu yang digunakan untuk mengkaji aturan tersebut sangat singkat.

baca juga

“Besok tanggal 2 Januari akan berlaku KUHAP baru ini, dan berlaku KUHP yang disahkan 2023. Apa akibatnya? Akibatnya ini semua orang bingung nih. Kita tahu bersama, KUHAP yang baru ini, baru kita dapatkan bersama dokumennya per 30 Desember. Bayangkan negara dalam konteks ini sangat membahayakan setiap kita bersama, setiap warga, setiap rakyat, setiap orang, dengan mempertaruhkan aturan yang akan berlaku besok 1 hari, baru kita dapatkan 2 hari yang lalu,” kata Isnur dalam Konferensi Pers bertajuk Deklarasi Indonesia Darurat Hukum secara daring, Kamis (1/1/2026).

Singkatnya waktu untuk mengkaji KUHAP bukan hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga aparat penegak hukum yang akan menjalani aturan yang tertera pada KUHAP. Masing-masing penegak hukum, kata Isnur, juga mengalami kebingungan untuk memahami aturan dalam KUHAP.

“KUHAP sendiri, pertama belum ada sosialisasi yang cukup. Kita nggak tahu nih seperti apa pemahaman polisi, pemahaman jaksa, pemahaman hakim. Dan KUHAP itu memandatkan ada berapa aturan-aturan turunan,” ujar Isnur.

“Akhirnya lagi-lagi kita melihat sekarang sudah keluar dua peraturan yang dibuat oleh masing-masing lembaga. Kejaksaan karena bingung, bikin edaran sendiri. Mahkamah agung karena bingung, bikin edaran sendiri. Nah polisi sekarang belum tahu nih. Saya tanya sama beberapa kawan-kawan di Internal Kepolisian, mereka masih gagap, nggak tahu gimana caranya. Tak terbayangkan nanti malam jam 00.01, para penyidik memperlakukan tindakan-tindakan atau peraturan-peraturan yang sebelumnya seperti apa,” tandas dia.

Kritik Terhadap KUHP Baru

Isnur menjelaskan bahwa peraturan pemerintah (PP) yang menjadi turunan KUHP belum semuanya diterbitkan. Padahal, Isnur menegaskan bahwa KUHP yang disahkan pada 2023 lalu itu memiliki waktu tiga tahun untuk menerbitkan sejumlah PP sebagai aturan turunan sebelum diberlakukan pada Januari 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Revisi UU Sisdiknas Digodok, DPR Tekankan Integrasi Nilai Budaya dalam Pendidikan

Revisi UU Sisdiknas Digodok, DPR Tekankan Integrasi Nilai Budaya dalam Pendidikan

News | Jum'at, 02 Januari 2026 | 08:41 WIB

KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap

KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 18:23 WIB

KUHAP Baru Berlaku Besok, YLBHI Sebut Indonesia Darurat Hukum

KUHAP Baru Berlaku Besok, YLBHI Sebut Indonesia Darurat Hukum

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 18:22 WIB

Terkini

Bukan Modifikasi Cuaca, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan yang Guyur Jakarta Hari Ini

Bukan Modifikasi Cuaca, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan yang Guyur Jakarta Hari Ini

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Ulasan Novel Halaman Terakhir, Ketika Kekuasaan Dapat Membungkam Keadilan

Ulasan Novel Halaman Terakhir, Ketika Kekuasaan Dapat Membungkam Keadilan

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan

Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:58 WIB

GMFI Mulai Cari Cuan dari Pesawat Militer

GMFI Mulai Cari Cuan dari Pesawat Militer

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:53 WIB

9 Dosa Daycare Little Aresha Terungkap di Sidang Perdana, Anak Dikurung hingga Dibiarkan Kehausan

9 Dosa Daycare Little Aresha Terungkap di Sidang Perdana, Anak Dikurung hingga Dibiarkan Kehausan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:52 WIB

Blunder Anak John Herdman Berujung Kekalahan Bali United, Johnny Jansen Pasang Badan

Blunder Anak John Herdman Berujung Kekalahan Bali United, Johnny Jansen Pasang Badan

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:52 WIB

Ha Young Main Drama Apa Saja? Disorot gara-gara Kontroversi Buyut Pro-Jepang

Ha Young Main Drama Apa Saja? Disorot gara-gara Kontroversi Buyut Pro-Jepang

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:51 WIB

Harapan dan Capaian di Hari Jadi Ke-81 Jateng

Harapan dan Capaian di Hari Jadi Ke-81 Jateng

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:48 WIB

Aroma Rokok Kretek Membekas di Ingatan Maarten Paes Saat Pertama Tiba di Jakarta

Aroma Rokok Kretek Membekas di Ingatan Maarten Paes Saat Pertama Tiba di Jakarta

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:46 WIB

Privilege dalam Pengasuhan: Mengapa Ibu Berduit Dianggap Lebih Siap?

Privilege dalam Pengasuhan: Mengapa Ibu Berduit Dianggap Lebih Siap?

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:45 WIB

×