Menham Pigai: Mustahil Pemerintah Jadi Dalang Teror Aktivis Kritis

Bangun Santoso | Dea Hardiningsih Irianto | Suara.com

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:28 WIB
Menham Pigai: Mustahil Pemerintah Jadi Dalang Teror Aktivis Kritis
Menteri HAM, Natalius Pigai (Instagram/natalius_pigai)
  • Menham Natalius Pigai menepis spekulasi keterlibatan pemerintah dalam aksi terorisme yang menargetkan aktivis dan pegiat media sosial.
  • Pigai mendorong penyerahan pengusutan kasus intimidasi tersebut secara profesional kepada aparat kepolisian untuk mengungkap pelaku.
  • Ia menjamin pemerintah tidak akan membungkam kritik, bahkan mengklaim Indonesia mengalami surplus demokrasi saat ini.

Suara.com - Di tengah merebaknya aksi teror dan intimidasi yang menyasar para aktivis serta pegiat media sosial yang vokal, Menteri Hak Asasi Manusia (Menham) Natalius Pigai angkat bicara. Ia dengan tegas menepis segala tudingan dan spekulasi yang mengarahkan keterlibatan pemerintah sebagai dalang di balik gelombang serangan tersebut.

Natalius Pigai memastikan bahwa mustahil unsur pemerintah melakukan tindakan pengecut seperti meneror warga negaranya sendiri hanya karena perbedaan pandangan atau kritik.

Pernyataan ini disampaikannya sebagai respons atas opini publik yang berkembang liar, yang kerap menyudutkan pemerintah setiap kali ada insiden intimidasi terhadap para pengkritik.

Sadar bahwa opini publik cenderung didasarkan pada hipotesis dan dugaan, Pigai mendorong agar semua pihak menyerahkan pengusutan kasus ini sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

Menurutnya, hanya melalui penyelidikan profesional, aktor intelektual dan pelaku lapangan di balik teror ini bisa terungkap secara terang benderang, mengakhiri segala bentuk spekulasi.

“Karena sekarang kan opini yang berkembang itu lebih cenderung perspektif influencer itu sendiri maupun juga aktivis civil society atau pengamat. Mereka mereka-reka siapa aktornya, siapa pelakunya tidak bisa, kalau namanya juga hipotesa-hipotesa itu, oke kita menghormati,” kata Pigai saat ditemui di Kantor Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Selasa (6/1/2026).

Meskipun menghormati adanya berbagai dugaan yang muncul, Pigai menekankan bahwa pembuktian secara hukum adalah jalan satu-satunya untuk menemukan kebenaran.

Ia pun memberikan jaminan bahwa pemerintah tidak memiliki rekam jejak atau niat untuk membungkam suara-suara kritis dengan cara-cara yang tidak demokratis.

Penegasan ini diulanginya beberapa kali untuk meyakinkan publik bahwa pemerintah berada di garda terdepan dalam melindungi kebebasan berekspresi.

“Yang jelas pemerintah tidak mungkin. Pemerintah tidak mungkin. Pak Presiden tadi malam, juga waktu hari Natal kan dia bilang, beliau sampaikan bahwa ya kritik boleh, boleh dong bebas kritik,” tegas Pigai.

Pernyataan tersebut merujuk langsung pada sikap Presiden Prabowo Subianto yang menurutnya sangat terbuka terhadap kritik sebagai bagian dari dinamika demokrasi.

Pigai berargumen bahwa komitmen pemerintah terhadap kebebasan sipil tercermin dari tidak adanya produk hukum atau kebijakan selama era kepemimpinan Presiden Prabowo yang bertujuan untuk mengekang atau membelenggu kebebasan rakyat.

Bagi Pigai, kondisi ini justru menunjukkan sebuah anomali positif dalam iklim demokrasi Indonesia. Alih-alih mengalami kemunduran atau krisis, ia menyebut Indonesia justru sedang menikmati surplus kebebasan.

“Kalau tidak menghasilkan sebuah peraturan atau undang-undang yang mengekang kebebasan, artinya pemerintah dalam konteks sekarang ini adalah kita mengalami surplus demokrasi, surplus bukan paceklik demokrasi tapi Indonesia mengalami surplus demokrasi,” ujar Pigai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KUHAP Baru Diteken Prabowo, Menham Pigai Akui Minim Peran Tapi Bela Isinya

KUHAP Baru Diteken Prabowo, Menham Pigai Akui Minim Peran Tapi Bela Isinya

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 13:12 WIB

Trailer Lift Suguhkan Teror Psikologis di Ruang Sempit Tanpa Jalan Keluar

Trailer Lift Suguhkan Teror Psikologis di Ruang Sempit Tanpa Jalan Keluar

Your Say | Selasa, 06 Januari 2026 | 13:11 WIB

Menteri Pigai Duga Ada 'Playing Victim' di Balik Isu Teror Influencer Pengkritik Bencana

Menteri Pigai Duga Ada 'Playing Victim' di Balik Isu Teror Influencer Pengkritik Bencana

News | Senin, 05 Januari 2026 | 07:08 WIB

Menteri HAM Minta Polisi Usut Tuntas Teror Terhadap Aktivis Pengkritik Bencana Sumatra

Menteri HAM Minta Polisi Usut Tuntas Teror Terhadap Aktivis Pengkritik Bencana Sumatra

News | Minggu, 04 Januari 2026 | 19:18 WIB

Dituduh Dalangi Teror, Firdaus Oiwobo Polisikan DJ Donny terkait Pencemaran Nama Baik

Dituduh Dalangi Teror, Firdaus Oiwobo Polisikan DJ Donny terkait Pencemaran Nama Baik

News | Minggu, 04 Januari 2026 | 19:01 WIB

LPSK Berkoordinasi dengan Amnesty Internasional soal Teror Kritik Penanganan Bencana Sumatra

LPSK Berkoordinasi dengan Amnesty Internasional soal Teror Kritik Penanganan Bencana Sumatra

News | Jum'at, 02 Januari 2026 | 17:19 WIB

Darurat Kebebasan! Ancaman Nyata Bagi Aktivis yang Berani Bersuara

Darurat Kebebasan! Ancaman Nyata Bagi Aktivis yang Berani Bersuara

Your Say | Jum'at, 02 Januari 2026 | 18:25 WIB

Terkini

Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak

Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:49 WIB

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35 WIB

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:17 WIB

Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis

Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:54 WIB

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:15 WIB

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:48 WIB

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:18 WIB

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 06:47 WIB

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB