Benarkah Rakyat Indonesia Bahagia Meski Belum Sejahtera? Begini Pandangan Sosiolog UGM

Erick Tanjung | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 07 Januari 2026 | 11:15 WIB
Benarkah Rakyat Indonesia Bahagia Meski Belum Sejahtera? Begini Pandangan Sosiolog UGM
Warga di kawasan perkampungan kumuh di Kapuk Teko, Jakarta Barat. (Antara/Rivan Awal Lingga)
  • Sosiolog sebut kebahagiaan rakyat Indonesia tidak hanya diukur dari sisi ekonomi.
  • Faktor solidaritas, gotong royong, dan perbandingan sosial jadi penentu kebahagiaan.
  • Spiritualitas menjadi penopang dan mekanisme bertahan di tengah ketidakpastian hidup.

Suara.com - Rasa haru Presiden Prabowo Subianto atas hasil survei yang menobatkan rakyat Indonesia sebagai salah satu yang paling bahagia di dunia membuka sebuah pertanyaan mendasar; benarkah masyarakat Indonesia bahagia, meskipun secara ekonomi banyak yang masih hidup sederhana?

Menurut sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), BG Widyanta, kebahagiaan masyarakat Indonesia tidak bisa dibaca secara sederhana, apalagi jika hanya diukur dari indikator ekonomi.

“Dalam perspektif sosiologi, kebahagiaan itu tidak bisa direduksi hanya pada indikator ekonomi semata,” kata Widyanta, Selasa (6/1/2026).

Widyanta menjelaskan, salah satu faktor kuncinya adalah cara masyarakat Indonesia memaknai kesejahteraan, yang bersifat relatif, bukan absolut. Perbandingan yang dilakukan cenderung bersifat horizontal (dengan tetangga atau komunitas sekitar), bukan vertikal (dengan kelas sosial yang jauh di atas).

"Selama mereka merasa berada dalam kondisi yang relatif sama dengan lingkungan sekitarnya, rasa kesejahteraan sosial tetap terjaga. Di titik inilah kebahagiaan muncul meski pendapatan terbatas," jelasnya.

Kekuatan Solidaritas dan 'Moral Economy'

Faktor lain yang sangat kuat adalah apa yang disebut ilmuwan James Scott sebagai ‘moral economy’, yang hidup dalam masyarakat kolektif seperti Indonesia. Kehidupan tidak dijalani semata-mata berdasarkan rasionalitas pasar, melainkan melalui ekonomi solidaritas seperti gotong royong dan toleransi.

"Dimensi gotong royong, solidaritas, dan kohesi sosial memberikan rasa aman di dalam jaring sosial. Ada rasa di mana mereka merasa dibutuhkan dan dianggap," jelas Widyanta.

Berbeda dengan masyarakat individualistik, kebahagiaan di Indonesia bersifat kolektif dan hidup dalam relasi keluarga, tetangga, serta perayaan bersama.

Spiritualitas sebagai Penopang Makna Hidup

Dimensi terakhir yang tak kalah penting adalah spiritualitas. Menurut Widyanta, kehidupan masyarakat Indonesia yang lekat dengan sistem kepercayaan berfungsi sebagai mekanisme bertahan (coping mechanism) saat menghadapi berbagai ketidakpastian, termasuk ekonomi dan politik.

"Bahkan saat menderita sekalipun, mereka masih bisa memiliki makna hidup. Dan tentu saja itu menjadi semacam coping mechanism bagi masyarakat di dalam ketidakpastian," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Agenda Panen Raya di Karawang, Zulhas dan Bobby Naik Motor

Prabowo Agenda Panen Raya di Karawang, Zulhas dan Bobby Naik Motor

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 10:07 WIB

Istana Prihatin Atas Teror Terhadap Influencer, Minta Polisi Lakukan Investigasi

Istana Prihatin Atas Teror Terhadap Influencer, Minta Polisi Lakukan Investigasi

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 07:17 WIB

Percepat Pemulihan Sumatra, Prabowo Bentuk Satgas Khusus Dipimpin Tito Karnavian

Percepat Pemulihan Sumatra, Prabowo Bentuk Satgas Khusus Dipimpin Tito Karnavian

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 07:08 WIB

Terkini

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:22 WIB

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:42 WIB

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:39 WIB

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:12 WIB

Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi

Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:05 WIB

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:50 WIB

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:25 WIB

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:38 WIB

Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!

Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:08 WIB

KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!

KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:54 WIB