Banyak Anak Indonesia Terpapar Paham Neo-Nazi, Densus 88 Antiteror: Kurang Filter dari Negara

Bella, Faqih Fathurrahman

Rabu, 07 Januari 2026 | 14:49 WIB
Banyak Anak Indonesia Terpapar Paham Neo-Nazi, Densus 88 Antiteror: Kurang Filter dari Negara
Juru bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana di Mabes Polri, Rabu (7/1/2025). (Suara.com/Faqih Fathurrahman)
baca 10 detik
  • Densus 88 Polri fokus menangkal paham radikal Neo-Nazi yang kini menjadi tren baru di kalangan pemuda Indonesia.
  • Sebanyak 70 anak di Indonesia terpapar paham Neo-Nazi akibat kurangnya filterisasi konten global oleh negara.
  • Paham ini, berdasar teori Charles Darwin, memicu dehumanisasi terhadap kelompok yang dianggap tidak superior atau terafiliasi.

Suara.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri belakangan sedang konsen menangkal paham radikal Neo-Nazi.

Meski paham tersebut tergolong sudah cukup lama, namun ideologi tersebut belakangan menjadi tren baru di kalangan anak muda Indonesia.

Salah satu contoh kasus yang sempat menggemparkan akibat terpapar paham radikal yakni ledakan yang terjadi di SMA 72 Jakarta. Kemudian, pihak Densus juga sempat menciduk anak dari Garut yang disinyalir terindikasi terpapar paham tersebut.

Juru Bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana, mengatakan maraknya anak-anak di Indonesia terpapar paham tersebut lantaran kurangnya filterisasi negara.

“Karena akses global kemudian terbuka dan memang tidak, apa namanya, tidak ter-cover oleh filter yang ada di negara kita,” kata Mayndra di Mabes Polri, Rabu (7/1/2025).

Akibat lolosnya konten-konten tersebut, tren kekerasan bahkan aksi terorisme yang dilakukan para remaja semakin masif.

Pasalnya, setelah menyebarluaskan tontonan soal paham Neo-Nazi, beberapa video juga mengajak para pemuda untuk ikut dalam paham tersebut.

Berdasarkan data, terdapat 70 anak dari beberapa wilayah di Indonesia yang terpapar paham Neo-Nazi.

“Kalau di YouTube, kemudian ada narasinya di bawah itu, ya itu kan di deskripsinya kemudian mereka bikin link, misalnya,” ujarnya.

baca juga

“Jadi setelah nonton itu, ‘ayo bergabung dengan True Crime Community’, dia klik link itu lalu dia masuk, ya salah satunya seperti itu,” imbuhnya.

Paham Neo-Nazi, lanjut Mayndra, memang sudah cukup lama berkembang di Eropa, Amerika, dan Rusia yang berbasis pada identitas ras.

“Tapi memang tidak kita pungkiri ada beberapa orang yang tidak identik dengan ras-ras tersebut juga menganut seperti tadi, di dalam helmnya pelaku dari Rusia ya ada ‘Natural Selection’,” ujarnya.

“Kita kalau lihat senjatanya ABH yang melakukan insiden di SMAN 72 itu juga ada ‘Natural Selection’,” imbuhnya.

Mayndra menyebut, jika ditarik dari teori Charles Darwin, arti dari natural selection yakni orang atau makhluk yang paling mampu beradaptasi adalah yang superior. Sehingga ada anggapan bahwa superioritas itu memicu proses dehumanisasi.

“Orang-orang yang tidak terafiliasi dengan kelompoknya dianggap bukan manusia, makanya dengan serta-merta terjadi kekejian-kekejian itu. Nah, ini yang menjadi driving force dari paham tersebut. Walaupun itu ideologi lama, tapi kita lihat ada metamorfosis dari geolokasi yang berbeda,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Cara Mengatasi Krisis Etika Remaja di Era Digital

5 Cara Mengatasi Krisis Etika Remaja di Era Digital

Your Say | Senin, 05 Januari 2026 | 17:37 WIB

Malam Tahun Baru Memanas, Tawuran Remaja Nyaris Meletus di Flyover Klender

Malam Tahun Baru Memanas, Tawuran Remaja Nyaris Meletus di Flyover Klender

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 12:06 WIB

Lebih dari Sekadar Kebiasaan: Bahaya Kecanduan Scrolling bagi Kesehatan Mental Remaja

Lebih dari Sekadar Kebiasaan: Bahaya Kecanduan Scrolling bagi Kesehatan Mental Remaja

Your Say | Rabu, 31 Desember 2025 | 17:52 WIB

Densus 88: Ideologi Neo Nazi dan White Supremacy Menyasar Anak Lewat Game Online!

Densus 88: Ideologi Neo Nazi dan White Supremacy Menyasar Anak Lewat Game Online!

News | Rabu, 31 Desember 2025 | 12:31 WIB

Ulasan Drama Always Home: Perjalanan Tumbuh Perlahan

Ulasan Drama Always Home: Perjalanan Tumbuh Perlahan

Your Say | Sabtu, 27 Desember 2025 | 16:40 WIB

7 Lipstik Remaja Terbaik yang Bikin Bibir Cerah, Bye-bye Hitam Gelap

7 Lipstik Remaja Terbaik yang Bikin Bibir Cerah, Bye-bye Hitam Gelap

Lifestyle | Kamis, 25 Desember 2025 | 16:06 WIB

Lebih dari Sekadar Komunitas: PIK-R Bangka dan Misi Pembinaan Remaja

Lebih dari Sekadar Komunitas: PIK-R Bangka dan Misi Pembinaan Remaja

Your Say | Selasa, 23 Desember 2025 | 10:23 WIB

Lebih dari Sekadar Kenakalan Remaja: Membedah Akar Psikologis Kekerasan Anak

Lebih dari Sekadar Kenakalan Remaja: Membedah Akar Psikologis Kekerasan Anak

Your Say | Sabtu, 20 Desember 2025 | 07:38 WIB

Remaja, Keranjang Oranye, dan Ilusi Bahagia Bernama Checkout

Remaja, Keranjang Oranye, dan Ilusi Bahagia Bernama Checkout

Your Say | Rabu, 17 Desember 2025 | 13:20 WIB

Wajib Coba! 5 Body Lotion Terbaik untuk Kulit Cerah Remaja, Harga Mulai Rp10 Ribuan

Wajib Coba! 5 Body Lotion Terbaik untuk Kulit Cerah Remaja, Harga Mulai Rp10 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 14 Desember 2025 | 21:24 WIB

Terkini

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:23 WIB

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:20 WIB

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:05 WIB

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:44 WIB

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:35 WIB

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:59 WIB

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:54 WIB

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:44 WIB

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:35 WIB

×